alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Smansa Jepara Pastikan Siap Gelar ANBK

JEPARA – Plt. Kepala SMA N 1 Jepara Ngaripah menyatakan pihaknya yakin pelaksanaan ANBK di sekolahnya bisa berjalan lancar. Pasalnya sarana penunjang protokol kesehatan telah disiapkannya.

Saat Koran ini meninjau ke sekolahnya, puluhan hand sanitizer terpasang di berbagai tempat. Mulai dari depan pintu, alat pengukur suhu juga terpasang di beberapa titik.

”Selama pelaksanaan ANBK, terbagi menjadi tiga sesi. Yang ikut hanya 45 siswa, dan yang menentukan adalah pusat sesuai Dapodik,” jelas Ngaripah.


Sebelumnya diberitakan Bupati Jepara Dian Kristiandi memutuskan menhentikan sementara kegiatan PTM di Jepara untuk semua jenjang per-Kamis (23/9). Mulai PAUD, SD dan SMP hingga SMA. Menyusul ditemukannya klaster sekolah di MTs Al-Muttaqin Rengging, Kecamatan Pecangaan.

Baca Juga :  Siswa, Guru dan Kepsek di Kudus Kerjakan ANBK Dua Hari

Tercatat ada 25 siswa dan 3 guru yang terpapar korona di MTs tersebut. Sehingga, kegiatan belajar mengajar seluruh sekolah di Jepara sementara waktu dialihkan lewat pembelajaran dalam jaringan (daring).

Selama diberhentikan, kegiatan PTM di Jepara yang sempat berjalan sekitar empat pekan akan dievaluasi menyeluruh. Terutama kepada para penyelenggara PTM terkait kesiapan mereka. Baik dari segi sarana dan prasarana penunjang PTM dan protokol kesehatan. Perkiraannya, evaluasi itu membutuhkan waktu sepekan. (him)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – Plt. Kepala SMA N 1 Jepara Ngaripah menyatakan pihaknya yakin pelaksanaan ANBK di sekolahnya bisa berjalan lancar. Pasalnya sarana penunjang protokol kesehatan telah disiapkannya.

Saat Koran ini meninjau ke sekolahnya, puluhan hand sanitizer terpasang di berbagai tempat. Mulai dari depan pintu, alat pengukur suhu juga terpasang di beberapa titik.

”Selama pelaksanaan ANBK, terbagi menjadi tiga sesi. Yang ikut hanya 45 siswa, dan yang menentukan adalah pusat sesuai Dapodik,” jelas Ngaripah.

Sebelumnya diberitakan Bupati Jepara Dian Kristiandi memutuskan menhentikan sementara kegiatan PTM di Jepara untuk semua jenjang per-Kamis (23/9). Mulai PAUD, SD dan SMP hingga SMA. Menyusul ditemukannya klaster sekolah di MTs Al-Muttaqin Rengging, Kecamatan Pecangaan.

Baca Juga :  SMA 1 Jekulo Kudus Jadi Pilot Project Sekolah Digital

Tercatat ada 25 siswa dan 3 guru yang terpapar korona di MTs tersebut. Sehingga, kegiatan belajar mengajar seluruh sekolah di Jepara sementara waktu dialihkan lewat pembelajaran dalam jaringan (daring).

Selama diberhentikan, kegiatan PTM di Jepara yang sempat berjalan sekitar empat pekan akan dievaluasi menyeluruh. Terutama kepada para penyelenggara PTM terkait kesiapan mereka. Baik dari segi sarana dan prasarana penunjang PTM dan protokol kesehatan. Perkiraannya, evaluasi itu membutuhkan waktu sepekan. (him)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/