alexametrics
29.7 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Kunci Sukses PTM Terbatas

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) terbatas telah dilaksanakan oleh beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Grobogan. Menindaklanjuti Surat Rekomendasi Bupati Grobogan Nomor 360/3499/2021 tanggal 6 September 2021, SD Negeri 2 Sulursari telah melaksanakan PTM secara terbatas sejak tanggal 13 September 2021.

Berhasil tidaknya pelaksanaan PTM terbatas sangat bergantung pada komitmen warga satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk saling menjaga dan melindungi melalui kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Pembelajaran tatap muka terbatas akan berbeda situasinya dengan  saat sebelum pandemi Covid-19. Banyak hal yang harus dipatuhi oleh semua pihak dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama berada di sekolah. Komitmen sangat dibutuhkan agar PTM terbatas dapat berjalan sesuai rencana.

Semua pihak wajib melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Grobogan Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Diseae 2019 (Cobvid-19) di Kabupaten Grobogan.


Pelaksanaan PTM terbatas mengikuti kriteria yang terdapat dalam SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. SKB tersebut mencantumkan hal-hal yang harus dilakukan semua warga satuan pendidikan selama melaksanakan PTM terbatas, khususnya protokol kesehatan. Prosedur PTM terbatas sesuai dengan Panduan Penyesuaian Penyelenggaraan pada Tahun Pelajaran 2021/20022 di Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh 4 Menteri pada tanggal 7 Agustus adalah sebagai berikut.

Pertama, Kondisi kelas untuk jenjan SD, jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal ada 18 peserta didik per kelas. Kedua, jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar (shift) ditentukan pengelola sekolah dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan. Ketiga, perilaku wajib di seluruh lingkungan sekolah yaitu memakai masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai/masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu. Masker kain digunakan setiap 4 jam atau sebelum 4 jam saat sudah lembab/basah, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

Baca Juga :  Inovasi Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi

Keempat, menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan. Menerapkan etika batuk/ bersin. Kelima, kondisi medis warga satuan pendidikan sehat dan jika mengidap penyakit penyerta (komorbid), harus dalam kondisi terkontrol. Tidak memiliki gejala Covid-I9, termasuk orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan. Keenam, kantin masa transisi tidak boleh buka. Warga satuan pendidikan membawa makanan/minuman dengan menu gizi seimbang. Masa kebiasaan baru: Kantin boleh beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ketujuh, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler masa transisi tidak diperbolehkan di satuan pendidikan, tetapi disarankan tetap melakukan aktivitas fisik di rumah. Masa kebiasaan baru diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Kedelapan, kegiatan selain pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan Masa transisi tidak boleh ada kegiatan selain pembelajaran, seperti orang tua menunggu peserta didik di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orang tua peserta didik, pengenalan lingkungan satuan pendidikan, dan sebagainya. Masa kebiasaan baru: Diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Kesembilan, kegiatan pembelajaran di luar lingkungan sekolah diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Dalam hal ini, peran warga satuan pendidikan sangat penting untuk memastikan pelaksanaan PTM terbatas sudah berjalan sesuai dengan kebijakan dan aturan yang berlaku atau belum. Kunci sukses pelaksanaan PTM terbatas adalah dengan menerapkan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Mulailah disiplin dari sendiri dan berikan teladan kepada yang lain. Salam sehat dan tetap semangat.

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) terbatas telah dilaksanakan oleh beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Grobogan. Menindaklanjuti Surat Rekomendasi Bupati Grobogan Nomor 360/3499/2021 tanggal 6 September 2021, SD Negeri 2 Sulursari telah melaksanakan PTM secara terbatas sejak tanggal 13 September 2021.

Berhasil tidaknya pelaksanaan PTM terbatas sangat bergantung pada komitmen warga satuan pendidikan, orang tua, dan masyarakat untuk saling menjaga dan melindungi melalui kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan. Pembelajaran tatap muka terbatas akan berbeda situasinya dengan  saat sebelum pandemi Covid-19. Banyak hal yang harus dipatuhi oleh semua pihak dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama berada di sekolah. Komitmen sangat dibutuhkan agar PTM terbatas dapat berjalan sesuai rencana.

Semua pihak wajib melaksanakan protokol kesehatan sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati Grobogan Nomor 48 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Diseae 2019 (Cobvid-19) di Kabupaten Grobogan.

Pelaksanaan PTM terbatas mengikuti kriteria yang terdapat dalam SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. SKB tersebut mencantumkan hal-hal yang harus dilakukan semua warga satuan pendidikan selama melaksanakan PTM terbatas, khususnya protokol kesehatan. Prosedur PTM terbatas sesuai dengan Panduan Penyesuaian Penyelenggaraan pada Tahun Pelajaran 2021/20022 di Masa Pandemi Covid-19 yang dikeluarkan oleh 4 Menteri pada tanggal 7 Agustus adalah sebagai berikut.

Pertama, Kondisi kelas untuk jenjan SD, jaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal ada 18 peserta didik per kelas. Kedua, jumlah hari dan jam pembelajaran tatap muka terbatas dengan pembagian rombongan belajar (shift) ditentukan pengelola sekolah dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan warga satuan pendidikan. Ketiga, perilaku wajib di seluruh lingkungan sekolah yaitu memakai masker kain 3 lapis atau masker sekali pakai/masker bedah yang menutupi hidung dan mulut sampai dagu. Masker kain digunakan setiap 4 jam atau sebelum 4 jam saat sudah lembab/basah, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau cairan pembersih tangan (hand sanitizer).

Baca Juga :  Revitalisasi Belajar Baca Tulis Al-Qur'an pada Era Digital

Keempat, menjaga jarak minimal 1,5 meter dan tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman dan cium tangan. Menerapkan etika batuk/ bersin. Kelima, kondisi medis warga satuan pendidikan sehat dan jika mengidap penyakit penyerta (komorbid), harus dalam kondisi terkontrol. Tidak memiliki gejala Covid-I9, termasuk orang yang serumah dengan warga satuan pendidikan. Keenam, kantin masa transisi tidak boleh buka. Warga satuan pendidikan membawa makanan/minuman dengan menu gizi seimbang. Masa kebiasaan baru: Kantin boleh beroperasi dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Ketujuh, kegiatan olahraga dan ekstrakurikuler masa transisi tidak diperbolehkan di satuan pendidikan, tetapi disarankan tetap melakukan aktivitas fisik di rumah. Masa kebiasaan baru diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Kedelapan, kegiatan selain pembelajaran di lingkungan satuan pendidikan Masa transisi tidak boleh ada kegiatan selain pembelajaran, seperti orang tua menunggu peserta didik di sekolah, istirahat di luar kelas, pertemuan orang tua peserta didik, pengenalan lingkungan satuan pendidikan, dan sebagainya. Masa kebiasaan baru: Diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Kesembilan, kegiatan pembelajaran di luar lingkungan sekolah diperbolehkan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Dalam hal ini, peran warga satuan pendidikan sangat penting untuk memastikan pelaksanaan PTM terbatas sudah berjalan sesuai dengan kebijakan dan aturan yang berlaku atau belum. Kunci sukses pelaksanaan PTM terbatas adalah dengan menerapkan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

Mulailah disiplin dari sendiri dan berikan teladan kepada yang lain. Salam sehat dan tetap semangat.

Most Read

Artikel Terbaru

/