alexametrics
24.2 C
Kudus
Sunday, May 22, 2022

Merdeka Belajar dan Teknologi

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengembangkan kurikulum prototipe yang selanjutnya akan disebut Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting upaya memulihkan pembelajaran di masa pandemi yang kita alami. Selain kurikulum, untuk membantu mewujudkan perubahan sistemik, guru membutuhkan media yang mudah diakses, sebagai alat untuk membantu mereka meningkatkan dan mengembangkan potensi. Menjawab kebutuhan guru tersebut, platform Merdeka Mengajar hadir sebagai sarana belajar yang dapat membantu guru menjalankan perannya dalam mengajar, belajar, dan berkarier, untuk mewujudkan merdeka belajar.

Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia. Saat ini kepala sekolah diharapkan untuk mengikuti Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dalam rangka menyongsong kurikulum merdeka. Esensi kemerdekaan berpikir, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswinya. Kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang berarti. Sistem pengajaran juga akan berubah dari yang awalnya bernuansa di dalam kelas menjadi di luar kelas. Nuansa pembelajaran akan lebih nyaman, karena murid dapat berdiskusi lebih dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru. Tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi. Juga akan terlihat bahwa setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya dalam bidang masing-masing.

Tak bisa dimungkiri, teknologi berperan penting dalam kehidupan. Dalam dunia pendidikan, dengan. inovasi teknologi melahirkan banyak perubahan besar. Tanpa adanya  inovasi pendidikan dengan teknologi komunikasi, proses belajar-mengajar akan berhenti. Apalagi dengan adanya Pandemi yang kita alami pun juga melahirkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis teknologi komunikasi. Pandemi ini pun membuka mata seluruh lapisan masyarakat, bahwa manusia kian bergantung pada teknologi. Teknologi juga  berperan penting dalam membentuk manusia-manusia pembelajar. Dengan adanya berbagai platform dan konten edukatif yang bisa diakses lewat internet, mestinya ini membuat pemerintah  peka dan responsif menjawab kebutuhan zaman. Indikator kemajuan teknologi adalah berbagai inovasi di dalamnya yang membuat kehidupan manusia makin maju. Kemajuan itu dapat diraih manakala kita merdeka untuk belajar.

Baca Juga :  Benarkah Pendekatan Tematik Masih Digunakan di Kurikulum Paradigma Baru?

Menyikapi hal itu, guru wajib membuat gerakan literasi, numerasi, dan survei karakter. Literasi bukan hanya mengukur kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis isi bacaan beserta memahami konsep di baliknya. Untuk kemampuan numerasi, yang dinilai bukan pelajaran matematika, tetapi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam menerapkan konsep numerik dalam kehidupan nyata. Soalnya membutuhkan penalaran. Satu aspek sisanya, yakni Survei Karakter, bukanlah sebuah tes, melainkan pencarian sejauh mana penerapan asas-asas Pancasila oleh siswa.

Jadi dalam rangka persiapan kurikulum merdeka, guru harus mau belajar dan memanfaatkan teknologi. Dengan  menggunakanya sebagai media dan sumber belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih baik. Dengan platform bealajar.id.kita dapat mengakses layanan pendidikan. Hal ini juga mendukung guru untuk mengajar dan belajar berkarya  menjadi lebih baik. Saatnya guru berubah! (*)

KEMENTERIAN Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengembangkan kurikulum prototipe yang selanjutnya akan disebut Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting upaya memulihkan pembelajaran di masa pandemi yang kita alami. Selain kurikulum, untuk membantu mewujudkan perubahan sistemik, guru membutuhkan media yang mudah diakses, sebagai alat untuk membantu mereka meningkatkan dan mengembangkan potensi. Menjawab kebutuhan guru tersebut, platform Merdeka Mengajar hadir sebagai sarana belajar yang dapat membantu guru menjalankan perannya dalam mengajar, belajar, dan berkarier, untuk mewujudkan merdeka belajar.

Merdeka Belajar adalah program kebijakan baru yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia. Saat ini kepala sekolah diharapkan untuk mengikuti Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dalam rangka menyongsong kurikulum merdeka. Esensi kemerdekaan berpikir, harus didahului oleh para guru sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswinya. Kompetensi guru di level apa pun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang berarti. Sistem pengajaran juga akan berubah dari yang awalnya bernuansa di dalam kelas menjadi di luar kelas. Nuansa pembelajaran akan lebih nyaman, karena murid dapat berdiskusi lebih dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mendengarkan penjelasan guru. Tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang berani, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi. Juga akan terlihat bahwa setiap anak memiliki bakat dan kecerdasannya dalam bidang masing-masing.

Tak bisa dimungkiri, teknologi berperan penting dalam kehidupan. Dalam dunia pendidikan, dengan. inovasi teknologi melahirkan banyak perubahan besar. Tanpa adanya  inovasi pendidikan dengan teknologi komunikasi, proses belajar-mengajar akan berhenti. Apalagi dengan adanya Pandemi yang kita alami pun juga melahirkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis teknologi komunikasi. Pandemi ini pun membuka mata seluruh lapisan masyarakat, bahwa manusia kian bergantung pada teknologi. Teknologi juga  berperan penting dalam membentuk manusia-manusia pembelajar. Dengan adanya berbagai platform dan konten edukatif yang bisa diakses lewat internet, mestinya ini membuat pemerintah  peka dan responsif menjawab kebutuhan zaman. Indikator kemajuan teknologi adalah berbagai inovasi di dalamnya yang membuat kehidupan manusia makin maju. Kemajuan itu dapat diraih manakala kita merdeka untuk belajar.

Baca Juga :  Inovasi Pembelajaran PAI pada Masa Pandemi Covid-19

Menyikapi hal itu, guru wajib membuat gerakan literasi, numerasi, dan survei karakter. Literasi bukan hanya mengukur kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan menganalisis isi bacaan beserta memahami konsep di baliknya. Untuk kemampuan numerasi, yang dinilai bukan pelajaran matematika, tetapi penilaian terhadap kemampuan siswa dalam menerapkan konsep numerik dalam kehidupan nyata. Soalnya membutuhkan penalaran. Satu aspek sisanya, yakni Survei Karakter, bukanlah sebuah tes, melainkan pencarian sejauh mana penerapan asas-asas Pancasila oleh siswa.

Jadi dalam rangka persiapan kurikulum merdeka, guru harus mau belajar dan memanfaatkan teknologi. Dengan  menggunakanya sebagai media dan sumber belajar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih baik. Dengan platform bealajar.id.kita dapat mengakses layanan pendidikan. Hal ini juga mendukung guru untuk mengajar dan belajar berkarya  menjadi lebih baik. Saatnya guru berubah! (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/