alexametrics
24.1 C
Kudus
Friday, November 26, 2021

TAP Berbantuan SAC Mengaktifkan Siswa dalam PTMT Matematika

KEAKTIFAN siswa dalam pembelajaran tatap muka terbatas matematika sangat diperlukan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar.

Menurut Nana Sudjana (2005: 72) yang dikutip Endang Sri Wahyuningsih (2020 : 48), keaktifan siswa bisa dilihat dari : 1) keikutsertaan dalam menjalankan tugas belajarnya; 2) terlibat dalam pemecahan masalah; 3) bertanya kepada teman sebaya ataupun guru bila belum memahami persoalan yang dihadapi; 4) berusaha mencari informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah; 5) melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal; 5) menilai kemampuan diri sendiri dan hasil-hasil yang diperoleh.

Dalam masa PTMT ini, keterbatasan waktu dalam pembelajaran matematika menjadi salah satu penyebab siswa menjadi kurang aktif dalam memami konsep dan fakta matematika sehingga nilai belajar menjadi turun. Untuk meningkatkan keaktifan siswa diperlukan sebuah model pembelajaran interaktif sesuai dengan Permendikbud No 22 Tahun 2016 bahwa pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Supaya pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan siswa lebih aktif maka dipilih model pembelajaran kooperatif TAP (Trade A Problem).

Menurut Maesuri, Siti (2002: 39) model Trade A Problem adalah metode pembelajaran kooeperatif yang berisi suatu struktur yang digunakan untuk me-review atau melatih konsep-konsep dan membuat siswa menjadi lebih aktif dalam membuat soal-soal latihan dan menyelesaikan soal tersebut sehingga hasil belajar meningkat.

Dalam model pembelajaran ini dipadukan dengan media pembelajaran interaktif smartphone. Media ini dipilih karena hampir semua siswa mempunyai smartphone. MPI Smartphone yang dipilih adalah SAC (Smart Apps Creator). SAC merupakan salah satu software yang digunakan untuk membuat aplikasi android sendiri dengan mudah dan cepat tanpa coding, yang tersimpan dalam bentuk aplikasi dengan mengkombinasikan teks, grafik, dan video animasi. Keuntungan dari menggunakan SAC bisa dijalankan di smartphone tanpa menggunakan paket data sehingga siswa bisa belajar di mana saja dan kapan saja.

Langkah-langkah pembelajaran pada saat PTMT Matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif TAP dengan bantuan SAC yaitu pertama, dua hari sebelum PTMT Matematika, guru sudah memberikan materi yang dikemas di dalam aplikasi SAC yang dikirim melalui smartphone. Dengan SAC siswa dapat belajar mandiri dan dapat mengerjakan evaluasi yang sudah diberikan sebagai tes awal untuk mengetahui kemampuan dirinya dalam memahami materi. Kedua, pada saat PTMT guru meriview materi dan memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa. Ketiga, guru menggunakan model pembelajaran kooperatif TAP pada saat PTMT.

Baca Juga :  Dosen Unisnu Latih BMT Perkuat Employee Engagement

Langkah-langkah TAP di dalam PTMT yaitu guru membentuk kelompok yang terdiri dari 5-6 siswa yang kemudian tiap siswa diberi nomor 1 – 6. Kemudian guru membagikan lembar pertanyaan lembar jawaban kepada masing-masing kelompok. Guru memberi waktu 10 menit untuk setiap kelompok membuat 1 soal uraian di lembar pertanyaan dan kunci jawaban di lembar jawaban. Setelah itu setiap kelompok menukar pertanyaan dengan kelompok lain. Guru memberikan waktu 7 menit untuk masing-masing kelompok mendiskusikan jawaban dan mencoba mencari kesepakatan tentang jawaban kelompok untuk setiap pertanyaan dan menuliskan jawaban di balik lembar pertanyaan. Selama siswa berdiskusi, guru mengawasi kinerja siswa dan siswa memanfaatkan media SAC untuk menyelesaikan soal tersebut.. Guru memberikan waktu 25 menit untuk presentasi hasil kelompok dengan cara : 1) guru menyebutkan satu nomor, siswa dengan nomor tersebut dalam dua kelompok yang menukar lembar pertanyaan menjelaskan jawaban kelompok mereka dan membagi jawaban yang telah mereka tulis sebelumnya ke pasangan kelompoknya; 2) perwakilan kelompok kembali pada kelompok asal dan anggota kelompok mendiskusikan jawaban kelompok lainnya; 3) seluruh siswa mendiskusikan pertanyaan berikutnyaa. Kemudian, guru meminta siswa untuk menyimpulkan setelah semua soal terselesaikan dan sebagi penutup guru memberikan tes untuk mengetahui sejauh mana pemahaman materi yang tersampaikan.

Keuntungan menggunakan model pembelajaran TAP berbantuan SAC adalah lebih menghemat waktu karena siswa sudah dibekali materi yang disajikan lebih menarik dalam SAC yang bisa dipelajari di mana saja dan kapan saja. Selain itu, siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran dan kreatif dalam mengembangkan ide dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang lebih bervariasi. Siswa yang kemampuan belajarnya kurang juga akan ikut aktif karena didorong teman-temannya untuk mengikuti diskusi. Dengan siswa yang aktif, hasil belajar siswa akan meningkat. Model pembelajaran TAP berbantuan SAC ini dapat dikembangkan untuk mata pelajaran yang lain. (*)

 

KEAKTIFAN siswa dalam pembelajaran tatap muka terbatas matematika sangat diperlukan untuk meningkatkan kreativitas dan hasil belajar.

Menurut Nana Sudjana (2005: 72) yang dikutip Endang Sri Wahyuningsih (2020 : 48), keaktifan siswa bisa dilihat dari : 1) keikutsertaan dalam menjalankan tugas belajarnya; 2) terlibat dalam pemecahan masalah; 3) bertanya kepada teman sebaya ataupun guru bila belum memahami persoalan yang dihadapi; 4) berusaha mencari informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah; 5) melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal; 5) menilai kemampuan diri sendiri dan hasil-hasil yang diperoleh.

Dalam masa PTMT ini, keterbatasan waktu dalam pembelajaran matematika menjadi salah satu penyebab siswa menjadi kurang aktif dalam memami konsep dan fakta matematika sehingga nilai belajar menjadi turun. Untuk meningkatkan keaktifan siswa diperlukan sebuah model pembelajaran interaktif sesuai dengan Permendikbud No 22 Tahun 2016 bahwa pembelajaran diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Supaya pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan siswa lebih aktif maka dipilih model pembelajaran kooperatif TAP (Trade A Problem).

Menurut Maesuri, Siti (2002: 39) model Trade A Problem adalah metode pembelajaran kooeperatif yang berisi suatu struktur yang digunakan untuk me-review atau melatih konsep-konsep dan membuat siswa menjadi lebih aktif dalam membuat soal-soal latihan dan menyelesaikan soal tersebut sehingga hasil belajar meningkat.

Dalam model pembelajaran ini dipadukan dengan media pembelajaran interaktif smartphone. Media ini dipilih karena hampir semua siswa mempunyai smartphone. MPI Smartphone yang dipilih adalah SAC (Smart Apps Creator). SAC merupakan salah satu software yang digunakan untuk membuat aplikasi android sendiri dengan mudah dan cepat tanpa coding, yang tersimpan dalam bentuk aplikasi dengan mengkombinasikan teks, grafik, dan video animasi. Keuntungan dari menggunakan SAC bisa dijalankan di smartphone tanpa menggunakan paket data sehingga siswa bisa belajar di mana saja dan kapan saja.

Langkah-langkah pembelajaran pada saat PTMT Matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif TAP dengan bantuan SAC yaitu pertama, dua hari sebelum PTMT Matematika, guru sudah memberikan materi yang dikemas di dalam aplikasi SAC yang dikirim melalui smartphone. Dengan SAC siswa dapat belajar mandiri dan dapat mengerjakan evaluasi yang sudah diberikan sebagai tes awal untuk mengetahui kemampuan dirinya dalam memahami materi. Kedua, pada saat PTMT guru meriview materi dan memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami oleh siswa. Ketiga, guru menggunakan model pembelajaran kooperatif TAP pada saat PTMT.

Baca Juga :  Penjaga Sekolah di Pati Diberi Bantuan Rp 500 Ribu dari Baznas

Langkah-langkah TAP di dalam PTMT yaitu guru membentuk kelompok yang terdiri dari 5-6 siswa yang kemudian tiap siswa diberi nomor 1 – 6. Kemudian guru membagikan lembar pertanyaan lembar jawaban kepada masing-masing kelompok. Guru memberi waktu 10 menit untuk setiap kelompok membuat 1 soal uraian di lembar pertanyaan dan kunci jawaban di lembar jawaban. Setelah itu setiap kelompok menukar pertanyaan dengan kelompok lain. Guru memberikan waktu 7 menit untuk masing-masing kelompok mendiskusikan jawaban dan mencoba mencari kesepakatan tentang jawaban kelompok untuk setiap pertanyaan dan menuliskan jawaban di balik lembar pertanyaan. Selama siswa berdiskusi, guru mengawasi kinerja siswa dan siswa memanfaatkan media SAC untuk menyelesaikan soal tersebut.. Guru memberikan waktu 25 menit untuk presentasi hasil kelompok dengan cara : 1) guru menyebutkan satu nomor, siswa dengan nomor tersebut dalam dua kelompok yang menukar lembar pertanyaan menjelaskan jawaban kelompok mereka dan membagi jawaban yang telah mereka tulis sebelumnya ke pasangan kelompoknya; 2) perwakilan kelompok kembali pada kelompok asal dan anggota kelompok mendiskusikan jawaban kelompok lainnya; 3) seluruh siswa mendiskusikan pertanyaan berikutnyaa. Kemudian, guru meminta siswa untuk menyimpulkan setelah semua soal terselesaikan dan sebagi penutup guru memberikan tes untuk mengetahui sejauh mana pemahaman materi yang tersampaikan.

Keuntungan menggunakan model pembelajaran TAP berbantuan SAC adalah lebih menghemat waktu karena siswa sudah dibekali materi yang disajikan lebih menarik dalam SAC yang bisa dipelajari di mana saja dan kapan saja. Selain itu, siswa akan lebih aktif dalam pembelajaran dan kreatif dalam mengembangkan ide dalam menyelesaikan permasalahan matematika yang lebih bervariasi. Siswa yang kemampuan belajarnya kurang juga akan ikut aktif karena didorong teman-temannya untuk mengikuti diskusi. Dengan siswa yang aktif, hasil belajar siswa akan meningkat. Model pembelajaran TAP berbantuan SAC ini dapat dikembangkan untuk mata pelajaran yang lain. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru