alexametrics
26.4 C
Kudus
Sunday, May 15, 2022

Belajar Materi Wewaler dengan Metode ”SOLE”

SEMESTER I tahun ajaran 2020-2021 sudah berakhir. Selama satu semester penuh pembelajaran berlangsung secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) tanpa sekalipun tatap muka secara langsung.

Meskipun sudah ada pengalaman melaksanakan pembelajaran secara daring di akhir semester tahun ajaran sebelumnya, namun tetap saja ada kendala yang dirasakan dalam proses penanaman konsep materi pembelajaran. Kesulitan itu, misalnya dalam hal menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan karakter materi yang akan diberikan sekaligus tepat untuuk disampaikan secara daring.

Salah satu materi kelas XII di semester genap adalah wewaler. Dalam proses pembelajaran normal (tatap muka), materi ini sangat mengasyikkan untuk didiskusikan di kelas dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning.


Di era pandemi muncul kekhawatiran materi ini tidak bisa dipahami dengan baik oleh peserta didik. Karena proses belajar secara daring tidak memungkinkan mereka bisa berdiskusi dengan teman-temannya secara langsung.

Di antara sekian banyak model pembelajaran yang dirasakan sesuai dengan pembelajaran bahasa Jawa salah satunya adalah SOLE. Model pembelajaran SOLE (self organized learning environments) merupakan pembelajaran yang didesain untuk membantu pendidik mendorong rasa ingin tahu peserta didik dengan menyelenggarakan pembelajaran berbasis peserta didik.

Adapun komponen yang terdapat dalam penbelajaran berbasis peserta didik adalah rasa ingin tahu, kooperatif, terorganisasi sendiri (self-organized), dan difasilitasi oleh dorongan orang dewasa (Mitra,2015).

Model pembelajaran SOLE menitikberatkan proses pembelajaran mandiri yang dilakukan siapa pun yang berkeinginan untuk belajar dengan memanfaatkan internet dan perangkat pintar yang dimilikinya. Dalam konteks pembelajaran di sekolah, model pembelajaran SOLE digunakan pendidik dalam mengeksplorasi ke dalam pemahaman materi kepada peserta didik dengan memanfaatkan rasa keingintahuan yang dimiliki peserta didik tersebut.

Model pembelajaran SOLE terdiri atas tiga tahap aktivitas yang harus dilakukan setiap peserta didik. Yaitu, pertama, pertanyaan (question). Guru memberikan pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi yang diajarkan.

Baca Juga :  Ciptakan PTM Terbatas lebih Bermakna

Kedua, investigasi (investigate). Peserta didik yang sudah dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil saling berkolaborasi dengan anggota lain dalam kelompoknya dengan menggunakan perangkat internet untuk mencari jawaban atas pertanyaan.

Ketiga, mengulas (review). Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil penemuan mereka terhadap pertanyaan yang diberikan. Dengan memperhatikan sintaks tersebut, peran pendidik hanya memberikan rangsangan dalam bentuk pertanyaan terkait materi yang akan dibahas. Aktivitas selanjutnya tergantung kreatifitas peserta didik dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Hasil kerja kelompok dalam model SOLE berupa  narasi atau ulasan yang dikirimkan ke menu forum di Google Classroom. Hasil kerja kelompok selanjutnya bisa dibaca, dibahas, maupun disanggah atau dikomentari kelompok yang lain secara interaktif.

Tugas pendidik memberikan penguatan untuk materi yang sudah sesuai dan akan memberikan masukan atau bisa juga melakukan revisi apabila ada materi yang kurang tepat. Dengan demikian, diharapkan semua peserta didik akan mempunyai pemahaman yang sama terhadap materi yang telah dibahas.

Penggunaan model SOLE ini cukup efektif digunakan di kelas XII semester genap SMKN 1 Rembang. Peserta didik menjadi lebih paham terhadap materi wewaler dan proses pembelajaran dirasakan cukup interaktif.

Perhatian, respon, dan keterlibatan peserta didik dalam berdiskusi tetap dapat dilakukan secara maksimal. Melihat data evaluasi hasil belajar peserta didik kelas XII TPC yang berjumlah 36 orang 100 persen melampaui KKM yang ditetapkan pada angka 78. Bahkan, nilai tertinggi dicapai berada pada angka 90. Berdasarkan data hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa SOLE mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik. (*)

SEMESTER I tahun ajaran 2020-2021 sudah berakhir. Selama satu semester penuh pembelajaran berlangsung secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) tanpa sekalipun tatap muka secara langsung.

Meskipun sudah ada pengalaman melaksanakan pembelajaran secara daring di akhir semester tahun ajaran sebelumnya, namun tetap saja ada kendala yang dirasakan dalam proses penanaman konsep materi pembelajaran. Kesulitan itu, misalnya dalam hal menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan karakter materi yang akan diberikan sekaligus tepat untuuk disampaikan secara daring.

Salah satu materi kelas XII di semester genap adalah wewaler. Dalam proses pembelajaran normal (tatap muka), materi ini sangat mengasyikkan untuk didiskusikan di kelas dengan menggunakan model pembelajaran discovery learning.

Di era pandemi muncul kekhawatiran materi ini tidak bisa dipahami dengan baik oleh peserta didik. Karena proses belajar secara daring tidak memungkinkan mereka bisa berdiskusi dengan teman-temannya secara langsung.

Di antara sekian banyak model pembelajaran yang dirasakan sesuai dengan pembelajaran bahasa Jawa salah satunya adalah SOLE. Model pembelajaran SOLE (self organized learning environments) merupakan pembelajaran yang didesain untuk membantu pendidik mendorong rasa ingin tahu peserta didik dengan menyelenggarakan pembelajaran berbasis peserta didik.

Adapun komponen yang terdapat dalam penbelajaran berbasis peserta didik adalah rasa ingin tahu, kooperatif, terorganisasi sendiri (self-organized), dan difasilitasi oleh dorongan orang dewasa (Mitra,2015).

Model pembelajaran SOLE menitikberatkan proses pembelajaran mandiri yang dilakukan siapa pun yang berkeinginan untuk belajar dengan memanfaatkan internet dan perangkat pintar yang dimilikinya. Dalam konteks pembelajaran di sekolah, model pembelajaran SOLE digunakan pendidik dalam mengeksplorasi ke dalam pemahaman materi kepada peserta didik dengan memanfaatkan rasa keingintahuan yang dimiliki peserta didik tersebut.

Model pembelajaran SOLE terdiri atas tiga tahap aktivitas yang harus dilakukan setiap peserta didik. Yaitu, pertama, pertanyaan (question). Guru memberikan pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa ingin tahu peserta didik terhadap materi yang diajarkan.

Baca Juga :  Inovasi Posyantek, Limbah Membawa Berkah

Kedua, investigasi (investigate). Peserta didik yang sudah dibentuk dalam kelompok-kelompok kecil saling berkolaborasi dengan anggota lain dalam kelompoknya dengan menggunakan perangkat internet untuk mencari jawaban atas pertanyaan.

Ketiga, mengulas (review). Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil penemuan mereka terhadap pertanyaan yang diberikan. Dengan memperhatikan sintaks tersebut, peran pendidik hanya memberikan rangsangan dalam bentuk pertanyaan terkait materi yang akan dibahas. Aktivitas selanjutnya tergantung kreatifitas peserta didik dalam menjawab pertanyaan tersebut.

Hasil kerja kelompok dalam model SOLE berupa  narasi atau ulasan yang dikirimkan ke menu forum di Google Classroom. Hasil kerja kelompok selanjutnya bisa dibaca, dibahas, maupun disanggah atau dikomentari kelompok yang lain secara interaktif.

Tugas pendidik memberikan penguatan untuk materi yang sudah sesuai dan akan memberikan masukan atau bisa juga melakukan revisi apabila ada materi yang kurang tepat. Dengan demikian, diharapkan semua peserta didik akan mempunyai pemahaman yang sama terhadap materi yang telah dibahas.

Penggunaan model SOLE ini cukup efektif digunakan di kelas XII semester genap SMKN 1 Rembang. Peserta didik menjadi lebih paham terhadap materi wewaler dan proses pembelajaran dirasakan cukup interaktif.

Perhatian, respon, dan keterlibatan peserta didik dalam berdiskusi tetap dapat dilakukan secara maksimal. Melihat data evaluasi hasil belajar peserta didik kelas XII TPC yang berjumlah 36 orang 100 persen melampaui KKM yang ditetapkan pada angka 78. Bahkan, nilai tertinggi dicapai berada pada angka 90. Berdasarkan data hasil belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa SOLE mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/