alexametrics
32 C
Kudus
Friday, July 22, 2022

Cooperative Language Learning, Metode Alternatif Pembelajaran Bahasa Inggris

KEBERHASILAN suatu proses belajar mengajar ditentukan beberapa faktor. Salah satu faktor penentu keberhasilan suatu proses pembelajaran adalah seorang guru. Seorang guru harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif, sehingga siswa dengan mudah mempelajari sesuatu.

Metode yang tepat pada pengajaran bahasa asing dan bahasa Inggris, sangat diperlukan untuk dapat memberikan pemahaman pada siswa. Sebagai upaya untuk menemukan sebuah metode pembelajaran yang menyenangkan serta mudah untuk mencapai target penguasaan, maka disusunlah model pembelajaran dengan Metode Cooperative Learning.

Model ini memberikan alternatif agar proses pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan. Dikatakan demikian, karena dalam proses pembelajarannya selalu membentuk dan mengoptimalkan kelompok guna mencapai tujuan dan tidak hanya untuk kepentingan penyelesaian tugas-tugas maupun diskusi, sehingga tiap individu dalam kelompok akan memiliki peran meskipun komposisi kelompok bervariasi. Namun demikian, peran tidak menjadi dominasi individu yang dipandang lebih unggul.


Cooperative Learning merupakan sekumpulan strategi pengajaran yang dirancang untuk mendidik kerja sama kelompok dan interaksi antarsiswa. Keunggulan dari menerapkan model pembelajaran ini, pertama, membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir.

Kedua, membantu siswa mengevaluasi logika dan bukti-bukti bagi posisi dirinya atau posisi yang lain. Ketiga, memberikan kesempatan pada siswa untuk memformulasikan penerapan suatu prinsip. Keempat, mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik. Kelima, membantu siswa mengenali adanya suatu masalah dan memformulasikan dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari bacaan atau ceramah.

Beberapa tipe model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa inggris, meliputi, pertama pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pembelajaran kooperatif tipe ini, merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran dengan jigsaw. Yakni adanya kelompok asal dan kelompok ahli dalam kegiatan belajara mengajar.

Setiap siswa dari masing-masing kelompok yang memegang materi yang sama berkumpul dalam satu kelompok baru yakni kelompok ahli. Masing-masing kelompok ahli bertanggung jawab untuk sebuah materi atau pokok bahasan. Setelah kelompok ahli selesai mempelajari satu topik materi keahliannya, masing-masing siswa kembali ke kelompok asal mereka untuk mengajarkan materi keahliannya kepada teman-temannya dalam satu kelompok diskusi.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Karakter Religius di Masa Pandemi Covid-19

Kedua, pembelajaran kooperatif tipe TGT (time game tournament). Yakni, tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswanya dalam kelompok-kelompok belajar dengan adanya permainan pada setiap meja turnamen. Dalam permainan ini, digunakan kartu yang berisi soal dan kunci jawabannya.

Setiap siswa yang bersaing merupakan wakil dari kelompoknya. Masing-masing ditempatkan ada meja turnamen. Cara memainkannya dengan membagikan kartu-kartu soal. Pemain mengambil kartu dan memberikannya kepada pembaca soal. Kemudian soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang hingga dapat menyelesaikan permainnnya.

Ketiga, pembelajaran kooperatif tipe STAD (student team achievement division). Metode ini, merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu menguasai materi pelajaran, guna mencapai prestasi yang maksimal. Proses pembelajarannya melalui lima tahapan, meliputi, tahap penyajian materi, kerja kelompok, tes individu, penghitungan skor pengembangan individu, dan pemberian penghargaan kelompok.

Pengajaran bahasa Inggris memang merupakan tantangan tersendiri bagi seorang guru untuk dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode dan teknik yang tepat. Dengan begitu, siswa mampu memahami dan mengaplikasikan di kehidupan nyata.

Dengan manfaat yang baik dari penerapan Metode Cooperative Language Learning, menjadikan pilihan yang tepat untuk pengajaran bahasa Inggris. Metode ini dapat diterapkan pada semua skill pengajaran bahasa Inggris (speaking, writing, reading, dan listening), sehingga siswa mampu memahami fungsi serta penggunaan bahasa Inggris sesuai konteks situasi di dalam iklim yang efektif. Setiap siswa dengan mandiri dan bertanggung jawab akan bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. (*)

KEBERHASILAN suatu proses belajar mengajar ditentukan beberapa faktor. Salah satu faktor penentu keberhasilan suatu proses pembelajaran adalah seorang guru. Seorang guru harus mampu menciptakan proses pembelajaran yang efektif, sehingga siswa dengan mudah mempelajari sesuatu.

Metode yang tepat pada pengajaran bahasa asing dan bahasa Inggris, sangat diperlukan untuk dapat memberikan pemahaman pada siswa. Sebagai upaya untuk menemukan sebuah metode pembelajaran yang menyenangkan serta mudah untuk mencapai target penguasaan, maka disusunlah model pembelajaran dengan Metode Cooperative Learning.

Model ini memberikan alternatif agar proses pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan. Dikatakan demikian, karena dalam proses pembelajarannya selalu membentuk dan mengoptimalkan kelompok guna mencapai tujuan dan tidak hanya untuk kepentingan penyelesaian tugas-tugas maupun diskusi, sehingga tiap individu dalam kelompok akan memiliki peran meskipun komposisi kelompok bervariasi. Namun demikian, peran tidak menjadi dominasi individu yang dipandang lebih unggul.

Cooperative Learning merupakan sekumpulan strategi pengajaran yang dirancang untuk mendidik kerja sama kelompok dan interaksi antarsiswa. Keunggulan dari menerapkan model pembelajaran ini, pertama, membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir.

Kedua, membantu siswa mengevaluasi logika dan bukti-bukti bagi posisi dirinya atau posisi yang lain. Ketiga, memberikan kesempatan pada siswa untuk memformulasikan penerapan suatu prinsip. Keempat, mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik. Kelima, membantu siswa mengenali adanya suatu masalah dan memformulasikan dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari bacaan atau ceramah.

Beberapa tipe model pembelajaran kooperatif yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa inggris, meliputi, pertama pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Pembelajaran kooperatif tipe ini, merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang mendorong siswa aktif dan saling membantu dalam menguasai materi pelajaran dengan jigsaw. Yakni adanya kelompok asal dan kelompok ahli dalam kegiatan belajara mengajar.

Setiap siswa dari masing-masing kelompok yang memegang materi yang sama berkumpul dalam satu kelompok baru yakni kelompok ahli. Masing-masing kelompok ahli bertanggung jawab untuk sebuah materi atau pokok bahasan. Setelah kelompok ahli selesai mempelajari satu topik materi keahliannya, masing-masing siswa kembali ke kelompok asal mereka untuk mengajarkan materi keahliannya kepada teman-temannya dalam satu kelompok diskusi.

Baca Juga :  Penggunaan Tanaman Penghancur Batu Ginjal

Kedua, pembelajaran kooperatif tipe TGT (time game tournament). Yakni, tipe pembelajaran kooperatif yang menempatkan siswanya dalam kelompok-kelompok belajar dengan adanya permainan pada setiap meja turnamen. Dalam permainan ini, digunakan kartu yang berisi soal dan kunci jawabannya.

Setiap siswa yang bersaing merupakan wakil dari kelompoknya. Masing-masing ditempatkan ada meja turnamen. Cara memainkannya dengan membagikan kartu-kartu soal. Pemain mengambil kartu dan memberikannya kepada pembaca soal. Kemudian soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang hingga dapat menyelesaikan permainnnya.

Ketiga, pembelajaran kooperatif tipe STAD (student team achievement division). Metode ini, merupakan salah satu tipe kooperatif yang menekankan pada adanya aktivitas dan interaksi di antara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu menguasai materi pelajaran, guna mencapai prestasi yang maksimal. Proses pembelajarannya melalui lima tahapan, meliputi, tahap penyajian materi, kerja kelompok, tes individu, penghitungan skor pengembangan individu, dan pemberian penghargaan kelompok.

Pengajaran bahasa Inggris memang merupakan tantangan tersendiri bagi seorang guru untuk dapat menyampaikan materi pembelajaran dengan metode dan teknik yang tepat. Dengan begitu, siswa mampu memahami dan mengaplikasikan di kehidupan nyata.

Dengan manfaat yang baik dari penerapan Metode Cooperative Language Learning, menjadikan pilihan yang tepat untuk pengajaran bahasa Inggris. Metode ini dapat diterapkan pada semua skill pengajaran bahasa Inggris (speaking, writing, reading, dan listening), sehingga siswa mampu memahami fungsi serta penggunaan bahasa Inggris sesuai konteks situasi di dalam iklim yang efektif. Setiap siswa dengan mandiri dan bertanggung jawab akan bekerja sama untuk mencapai tujuan pembelajaran. (*)


Most Read

Artikel Terbaru

/