alexametrics
24.1 C
Kudus
Friday, November 26, 2021

SMP-SMA NU Al Ma’ruf Kudus Launching Laboratorium PAI Digital

KUDUS – SMP dan SMA NU Al Ma’ruf Kudus menjadi percontohan dengan membuat laboratorium Pendidikan Agama Islam (PAI) Digital yang kemarin (23/11) diresmikan. Peresmian itu dihadiri kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah III Sugiyanto.

Selain itu juga dihadiri beberapa kepala sekolah SMP dan SMA se-Kabupaten Kudus, Ketua PC NU Kabupaten Kudus Asyrofi Masyitho, dan sekretaris MUI Kudus Su’udi serta tamu undangan lainnya.

Kepala SMA NU Al Ma’ruf Kudus Anas Ma’ruf menyampaikan, sebenarnya laboratorium PAI itu sudah ada sejak 2005. Tetapi, kelengkapannya memang belum sempurna. Setelah SMA Al Ma’ruf dijadikan percontohan membuat laboratorium PAI Digital, pihaknya menambah kelengkapan penunjang yang belum ada sebelumnya.

“Ya, persiapan kurang lebih satu bulan. Kami juga membuat website baru, alamatnya bisa mengunjungi link lab PAI Digital SMA NU Al Ma’ruf Kudus http//labpaismanualmaruf.com, username: smanualmaruf, dengan password: labpai202,” jelasnya.

Anas mengatakan, laboratorium PAI Digital ini bisa memberi wacana dan khasanah baru khususnya saat pembelajaran kegiatan belajar mengajar (KBM). Link tersebut tidak hanya anak sekolah, masyarakat juga mengaksesnya.

Baca Juga :  Mengajar Literasi Numerasi untuk Sukses AKM

“Mudah-mudahan bisa memberi kontribusi positif dan pencerahan semua pihak. Misalnya ada masalah yang belum jelas, di sana bisa diakses dan dipelajari semua lapisan. Jadi siswa tidak  hanya terampil, cerdas berkarakter, namun juga menambah iman dan takwa,” terangnya.

Sementara itu, SMP SMP NU Al Ma’ruf Kudus Miftah menjelaskan, sebelum ada laboratorium PAI Digital, pihaknya ditunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, lewat Kementerian Agama (Kemenag) hal ini Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) melalui koordinasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP beberapa waktu lalu memberikan petunjuk kepada SMP-SMA NU Al-Ma’ruf Kudus untuk menjadi percontohan dalam pembuatan laboratorium tersebut.

“Yang jadi lab sekarang ini dulunya gudang dan disulap menjadi laboratorium PAI Digital. Persiapannya 1,5 bulan. Materinya tidak hanya di PAI, tetapi ada muatan lokal di antaranya Alquran hadis, aqidah akhlak, bahasa Arab, praktik ibadah dan ke-NUan, kami menyebutnya laboratorium agama digital plus. Plus di sini karena ada muatan lokal yang dimasukkan,” tandasnya.

 

 






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – SMP dan SMA NU Al Ma’ruf Kudus menjadi percontohan dengan membuat laboratorium Pendidikan Agama Islam (PAI) Digital yang kemarin (23/11) diresmikan. Peresmian itu dihadiri kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Tengah Wilayah III Sugiyanto.

Selain itu juga dihadiri beberapa kepala sekolah SMP dan SMA se-Kabupaten Kudus, Ketua PC NU Kabupaten Kudus Asyrofi Masyitho, dan sekretaris MUI Kudus Su’udi serta tamu undangan lainnya.

Kepala SMA NU Al Ma’ruf Kudus Anas Ma’ruf menyampaikan, sebenarnya laboratorium PAI itu sudah ada sejak 2005. Tetapi, kelengkapannya memang belum sempurna. Setelah SMA Al Ma’ruf dijadikan percontohan membuat laboratorium PAI Digital, pihaknya menambah kelengkapan penunjang yang belum ada sebelumnya.

“Ya, persiapan kurang lebih satu bulan. Kami juga membuat website baru, alamatnya bisa mengunjungi link lab PAI Digital SMA NU Al Ma’ruf Kudus http//labpaismanualmaruf.com, username: smanualmaruf, dengan password: labpai202,” jelasnya.

Anas mengatakan, laboratorium PAI Digital ini bisa memberi wacana dan khasanah baru khususnya saat pembelajaran kegiatan belajar mengajar (KBM). Link tersebut tidak hanya anak sekolah, masyarakat juga mengaksesnya.

Baca Juga :  Tahun Ini Mesin dan Perluasan KIHT Gagal Direalisasikan, Apa Sebab?

“Mudah-mudahan bisa memberi kontribusi positif dan pencerahan semua pihak. Misalnya ada masalah yang belum jelas, di sana bisa diakses dan dipelajari semua lapisan. Jadi siswa tidak  hanya terampil, cerdas berkarakter, namun juga menambah iman dan takwa,” terangnya.

Sementara itu, SMP SMP NU Al Ma’ruf Kudus Miftah menjelaskan, sebelum ada laboratorium PAI Digital, pihaknya ditunjuk dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, lewat Kementerian Agama (Kemenag) hal ini Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) melalui koordinasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) SMP beberapa waktu lalu memberikan petunjuk kepada SMP-SMA NU Al-Ma’ruf Kudus untuk menjadi percontohan dalam pembuatan laboratorium tersebut.

“Yang jadi lab sekarang ini dulunya gudang dan disulap menjadi laboratorium PAI Digital. Persiapannya 1,5 bulan. Materinya tidak hanya di PAI, tetapi ada muatan lokal di antaranya Alquran hadis, aqidah akhlak, bahasa Arab, praktik ibadah dan ke-NUan, kami menyebutnya laboratorium agama digital plus. Plus di sini karena ada muatan lokal yang dimasukkan,” tandasnya.

 

 






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru