alexametrics
28.6 C
Kudus
Monday, July 25, 2022

Kurang Siswa, Dinas Minta 16 SMP Negeri di Jepara Buka PPDB Sesi 2

JEPARA – PPDB tingkat SMPN online di Jepara baru rampung kemarin. Namun, hingga jam terakhir penutupan, jadwal pendaftaran ada 16 sekolah yang tidak memenuhi kuota. Kekurangan siswanya variatif. Ada yang hanya kurang dua orang siswa. Adapula yang kurang hingga 81 orang.

Menyikapi itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara rencananya membuka opsi, agar sekolah tersebut membuka PPDB gelombang II. ”Nanti sistematikanya baru akan saya diskusikan dengan Pak Sekretaris Dinas dan Kasi Dalmut. Karena harus memikirkan sekolah swasta juga,” terang Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikpora Jepara Ahmad Nurrofiq kemarin.

Ia menyebut, kejadian tersebut lumrah terjadi tiap tahun. Terutama di sekolah yang ada di daerah pinggiran Jepara. Faktornya beragam. Mulai dari anak-anak di dekat sekolah tersebut lebih memilih sekolah lain. Adapula memang jumlah anak di daerah tersebut terbatas.

Baca Juga :  Pembelajaran Tatap Muka Tetap Diperlukan di Masa Pandemi

Faktor lain, menurutnya faktor prestasi. Anak-anak berprestasi cenderung tidak mau ikut zonasi. Tapi ikut jalur prestasi. Walau bersaing di luar zona untuk ke sekolah yang prestasinya baik.

Ia menambahkan, nantinya bila gelombang II dibuka dan hingga batas waktu yang ditentukan sekolah tersebut masih kekurangan siswa, itu tidak jadi masalah. ”Sedapatnya saja,” imbuh Rofiq.

Terkait PPDB SMPN di Jepara, dari 39 SMP yang ada di Jepara, 37 SMPN menggunakan PPDB online. Sisanya offline. Untuk PPDB online dibuka Senin (20/6) lalu dan ditutup kemarin. Sementara yang offline dibuka Senin (20/6) lalu dan ditutup besok (25/6). (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – PPDB tingkat SMPN online di Jepara baru rampung kemarin. Namun, hingga jam terakhir penutupan, jadwal pendaftaran ada 16 sekolah yang tidak memenuhi kuota. Kekurangan siswanya variatif. Ada yang hanya kurang dua orang siswa. Adapula yang kurang hingga 81 orang.

Menyikapi itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara rencananya membuka opsi, agar sekolah tersebut membuka PPDB gelombang II. ”Nanti sistematikanya baru akan saya diskusikan dengan Pak Sekretaris Dinas dan Kasi Dalmut. Karena harus memikirkan sekolah swasta juga,” terang Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikpora Jepara Ahmad Nurrofiq kemarin.

Ia menyebut, kejadian tersebut lumrah terjadi tiap tahun. Terutama di sekolah yang ada di daerah pinggiran Jepara. Faktornya beragam. Mulai dari anak-anak di dekat sekolah tersebut lebih memilih sekolah lain. Adapula memang jumlah anak di daerah tersebut terbatas.

Baca Juga :  Lengahnya Belajar Anak pada Masa Pandemi

Faktor lain, menurutnya faktor prestasi. Anak-anak berprestasi cenderung tidak mau ikut zonasi. Tapi ikut jalur prestasi. Walau bersaing di luar zona untuk ke sekolah yang prestasinya baik.

Ia menambahkan, nantinya bila gelombang II dibuka dan hingga batas waktu yang ditentukan sekolah tersebut masih kekurangan siswa, itu tidak jadi masalah. ”Sedapatnya saja,” imbuh Rofiq.

Terkait PPDB SMPN di Jepara, dari 39 SMP yang ada di Jepara, 37 SMPN menggunakan PPDB online. Sisanya offline. Untuk PPDB online dibuka Senin (20/6) lalu dan ditutup kemarin. Sementara yang offline dibuka Senin (20/6) lalu dan ditutup besok (25/6). (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/