alexametrics
25.6 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Lebih Aktif dengan Game Edukatif

PADA 3 Januari 2022 menjadi awal masuk sekolah bagi anak-anak di Kabupaten Kudus. Di awal semester II ini, setiap sekolah 100 persen sudah diperbolehkan mengadakan pembelajaran dengan tatap muka (PTM). Namun, waktunya masih dibatasi hanya empat jam dalam satu hari. Ini harus betul-betul dimanfaatkan oleh guru dalam mengajar.

Setelah pandemi, terasa agak sulit untuk mengondisikan anak-anak dalam proses belajar mengajar. Mereka sudah terbiasa belajar dengan santai lewat HP, mengerjakan tugas tinggal pencet HP, serta tanpa harus susah payah membaca buku atau mencari informasi yang ada hubungannya dengan tugas-tugasnya.

Untuk meningkatkan kembali gairah belajar siswa yang merosot tajam, perlu diupayakan strategi pembelajaran yang pas atau sesuai dengan kebiasaan mereka yang selalu pegang HP. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang tepat sangat membantu untuk meningkatkan gairah belajar tersebut. Salah satunya dengan game edukatif. Contohnya, TTS, Quizizz, Jamboard, Wordwall (tembok kata), dan lain-lain.


Mata pelajaran IPA adalah pelajaran yang banyak rumus dan banyak yang merasa sangat rumit. Penggunaan media yang tepat seperti game edukatif ini, sangatlah membantu guru untuk meningkatkan gairah belajar siswa. Selain bisa juga digunakan sebagai alat untuk membuat tagihan nilai pada siswa. Walaupun dikerjakan dari rumah diharapkan dapat mengurangi  penggunaan HP untuk hal yang negatif. Game edukatif ini, hanya diberikan sebagai tugas mandiri atau tugas tambahan yang dikerjakan di rumah.

Game berasal dari bahasa Inggris yang berarti permainan. Sedangkan edukatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersifat mendidik. Dengan begitu, game edukatif adalah permainan sebagai media pembelajaran yang bersifat mendidik. Dengan media tersebut dapat mendorong siswa untuk berfikir kreatif dan melakukan kegiatan dengan siswa lain dalam permainan pada kegiatan pembelajaran.

Dilansir dari Kompas.com, dunia anak adalah bermain. Tidak heran jika anak-anak sangat menyukai game. Di era digital sekarang ini, media pendukung pembelajaran sangat bervariasi. Salah satunya game edukatif yang berbasis android.

Baca Juga :  Mendidik Karakter Siswa dengan Berpramuka

Lima manfaat game edukasif antara lain, pertama, melatih konsentrasi. Dalam memainkan game edukasi, konsentrasi peserta didik akan dilatih. Misalnya game yang dibatasi waktu, maka peserta didik akan konsentrasi dengan tugas yang sedang dikerjakan.

Kedua, proses belajar akan lebih menyenangkan. Game adalah media yang dapat memberikan rasa senang pada penggunanya. Dengan tampilan yang menarik serta penggunaannya yang mudah dipahami, akan menambah asyik pemainnya. Hal terpenting lagi, materi game disesuaikan dengan materi yang sedang dibahas.

Ketiga, meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Game yang dirancang sebagai permainan kelompok dapat untuk melatih kolaborasi dan komunikasi serta menjalin kerja sama antarsiswa. Rasa kebersamaan dipupuk untuk menyelesaikan tugas bersama.

Keempat, merupakan alat pembelajaran yang efektif. Sebelum siswa memainkan game edukatif ini, diharapkan sudah melakukan literasi dulu dari materi yang sedang dibahas untuk menyelesaikan game tersebut. Dengan begitu, proses pembelajaran di kelas akan terbantu dengan kegiatan yang dilakukan peserta didik.

Kelima, lebih mengenal teknologi. Secara tidak langsung dengan memainkan game akan mengajarkan pada siswa untuk lebih memahami teknologi informasi. Dengan game edukatif  diharapkan siswa lebih terpacu menggunakan HP untuk mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan materi pelajaran. Daripada menggunakan untuk game lain yang tidak mendidik.

Dalam pembuatan game edukatif harus memperhatikan kaitan antara media dengan materi yang diajarkan, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal. Menggunakan game edukatif diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Walaupun game ini, hanya untuk dikerjakan di rumah atau di luar jam sekolah, tapi game edukatif disesuaikan dengan materi pelajaran yang sedang berlangsung. (*)

PADA 3 Januari 2022 menjadi awal masuk sekolah bagi anak-anak di Kabupaten Kudus. Di awal semester II ini, setiap sekolah 100 persen sudah diperbolehkan mengadakan pembelajaran dengan tatap muka (PTM). Namun, waktunya masih dibatasi hanya empat jam dalam satu hari. Ini harus betul-betul dimanfaatkan oleh guru dalam mengajar.

Setelah pandemi, terasa agak sulit untuk mengondisikan anak-anak dalam proses belajar mengajar. Mereka sudah terbiasa belajar dengan santai lewat HP, mengerjakan tugas tinggal pencet HP, serta tanpa harus susah payah membaca buku atau mencari informasi yang ada hubungannya dengan tugas-tugasnya.

Untuk meningkatkan kembali gairah belajar siswa yang merosot tajam, perlu diupayakan strategi pembelajaran yang pas atau sesuai dengan kebiasaan mereka yang selalu pegang HP. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang tepat sangat membantu untuk meningkatkan gairah belajar tersebut. Salah satunya dengan game edukatif. Contohnya, TTS, Quizizz, Jamboard, Wordwall (tembok kata), dan lain-lain.

Mata pelajaran IPA adalah pelajaran yang banyak rumus dan banyak yang merasa sangat rumit. Penggunaan media yang tepat seperti game edukatif ini, sangatlah membantu guru untuk meningkatkan gairah belajar siswa. Selain bisa juga digunakan sebagai alat untuk membuat tagihan nilai pada siswa. Walaupun dikerjakan dari rumah diharapkan dapat mengurangi  penggunaan HP untuk hal yang negatif. Game edukatif ini, hanya diberikan sebagai tugas mandiri atau tugas tambahan yang dikerjakan di rumah.

Game berasal dari bahasa Inggris yang berarti permainan. Sedangkan edukatif menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bersifat mendidik. Dengan begitu, game edukatif adalah permainan sebagai media pembelajaran yang bersifat mendidik. Dengan media tersebut dapat mendorong siswa untuk berfikir kreatif dan melakukan kegiatan dengan siswa lain dalam permainan pada kegiatan pembelajaran.

Dilansir dari Kompas.com, dunia anak adalah bermain. Tidak heran jika anak-anak sangat menyukai game. Di era digital sekarang ini, media pendukung pembelajaran sangat bervariasi. Salah satunya game edukatif yang berbasis android.

Baca Juga :  Menembus Batas Kreativitas Siswa melalui Ansambel Virtual

Lima manfaat game edukasif antara lain, pertama, melatih konsentrasi. Dalam memainkan game edukasi, konsentrasi peserta didik akan dilatih. Misalnya game yang dibatasi waktu, maka peserta didik akan konsentrasi dengan tugas yang sedang dikerjakan.

Kedua, proses belajar akan lebih menyenangkan. Game adalah media yang dapat memberikan rasa senang pada penggunanya. Dengan tampilan yang menarik serta penggunaannya yang mudah dipahami, akan menambah asyik pemainnya. Hal terpenting lagi, materi game disesuaikan dengan materi yang sedang dibahas.

Ketiga, meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Game yang dirancang sebagai permainan kelompok dapat untuk melatih kolaborasi dan komunikasi serta menjalin kerja sama antarsiswa. Rasa kebersamaan dipupuk untuk menyelesaikan tugas bersama.

Keempat, merupakan alat pembelajaran yang efektif. Sebelum siswa memainkan game edukatif ini, diharapkan sudah melakukan literasi dulu dari materi yang sedang dibahas untuk menyelesaikan game tersebut. Dengan begitu, proses pembelajaran di kelas akan terbantu dengan kegiatan yang dilakukan peserta didik.

Kelima, lebih mengenal teknologi. Secara tidak langsung dengan memainkan game akan mengajarkan pada siswa untuk lebih memahami teknologi informasi. Dengan game edukatif  diharapkan siswa lebih terpacu menggunakan HP untuk mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan materi pelajaran. Daripada menggunakan untuk game lain yang tidak mendidik.

Dalam pembuatan game edukatif harus memperhatikan kaitan antara media dengan materi yang diajarkan, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal. Menggunakan game edukatif diharapkan mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas. Walaupun game ini, hanya untuk dikerjakan di rumah atau di luar jam sekolah, tapi game edukatif disesuaikan dengan materi pelajaran yang sedang berlangsung. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/