alexametrics
31.2 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Asyik Belajar PAI dengan Index Card Match

MASA darurat Coronavirus Disease (Covid-19) belum berakhir. Terbitnya rekomendasi dari Bupati Grobogan Nomor 360/3499/2021 tentang Pelaksanaan Simulasi PTM dan PTM Terbatas menjadi angin segar buat guru dan siswa, setelah sekian lama melaksanakan pembelajaran secara daring. Berbagai upaya dan usaha dilakukan, agar pendidikan terus berjalan dan tujuan pendidikan bisa terwujud.

Guru PAI itu, selain menyampaikan materi juga harus mengokohkan pondasi akidah dan menanamkan nilai-nilai keteladanan. Salah satunya pada materi beriman kepada Rasul Allah SWT sub bahasan Rasul Ulul Azmi. Dalam hal ini, penulis memilih metode index card match yang pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi pandemi.

Dari materi tersebut, diharapkan siswa dapat memahami dan meneladani kesabaran serta ketangguhan para Rasul Ulul Azmi dalam berdakwah menyebarkan agama Allah, sehingga siswa memiliki daya juang dalam meraih cita-citanya. Tidak mudah putus asa ketika menemui kesulitan belajar.


Pada dasarnya, index card match dikembangkan sebagai alternatif metode pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas melalui teknik permainan kartu pasangan. Hal ini sebagaimana dikemukakan Melvin L Silberman, bahwa metode index card match dapat digunakan sebagai cara menyenangkan untuk meninjau ulang materi pelajaran. Secara bahasa, index card match berasal dari bahasa Inggris yang berarti mencari jodoh kartu tanya jawab.

Kelebihan dari metode pembelajaran ini, antara lain, pertama, menarik perhatian siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias. Kedua, dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan mengembangkan keterampilan berfikir. Ketiga, meningkatkan aktifitas belajar siswa baik secara kognitif maupun fisik. Keempat, karena ada unsur bermain maka anak-anak menjadi senang belajar. Kelima, meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa, merupakan pengalaman yang menyenangkan yang sayang untuk dilupakan.

Baca Juga :  PT Taspen Bantu SDN 2 Tambakromo Cepu Bangun Sarana Prasarana Sekolah

Menurut Asnimar dalam sebuah Jurnal Pajar (Pendidikan dan Pengajaran), langkah-langkah pembelajaran index card match, pertama, guru menyiapkan beberapa kartu. Satu bagian kartu soal dan bagian lain kartu jawaban. Kemudian mengocok kartu soal dan kartu jawaban dicampur menjadi satu.

Setelah itu, guru menyuruh siswa mengambil sebuah kartu yang bertuliskan pertanyaan atau jawaban. Guru meminta setiap siswa pasangan kartu yang cocok untuk duduk berdekatan dan meminta mereka untuk tidak menyebutkan materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain. Guru meminta setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-teman lain. Selanjutnya, soal tersebut dijawab pasangan-pasangan lain.

Pada akhir pertemuan diadakan evaluasi untuk mengetahui motivasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran index card match. Dengan memberikan pertanyaan yang tidak jauh berbeda.

Dalam pelaksanaannya, metode index card match pada pembelajaran materi Rasul Ulul Azmi mengalami kendala. Di antaranya, tingkat kesiapan dan kematangan mental siswa kurang, sehingga berpengaruh pada rasa percaya diri siswa. Selain itu, waktunya yang terlalu pendek, tidak memungkinkan siswa untuk cepat memahami konsep.

Upaya untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, antara lain, guru harus merumuskan  tujuan yang akan dicapai melalui metode ini. Tujuan tersebut diupayakan tidak terlalu berbelit-belit, tetapi jelas dan mudah dilaksanakan. Selanjutnya, guru menjelaskan kegigihan Rasul Ulul Azmi dalam berdakwah, tantangan yang mereka hadapi, serta keteladanan yang bisa dipetik dari kisah ini.

Ini agar materi pelajaran dapat dipahami secara gamblang dan mendalam siswa. Guru menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran dengan metode mencocokkan kartu. Kemudian guru memberi masukan dan saran untuk pelaksanaan berikutnya. (*)

MASA darurat Coronavirus Disease (Covid-19) belum berakhir. Terbitnya rekomendasi dari Bupati Grobogan Nomor 360/3499/2021 tentang Pelaksanaan Simulasi PTM dan PTM Terbatas menjadi angin segar buat guru dan siswa, setelah sekian lama melaksanakan pembelajaran secara daring. Berbagai upaya dan usaha dilakukan, agar pendidikan terus berjalan dan tujuan pendidikan bisa terwujud.

Guru PAI itu, selain menyampaikan materi juga harus mengokohkan pondasi akidah dan menanamkan nilai-nilai keteladanan. Salah satunya pada materi beriman kepada Rasul Allah SWT sub bahasan Rasul Ulul Azmi. Dalam hal ini, penulis memilih metode index card match yang pelaksanaannya disesuaikan dengan situasi pandemi.

Dari materi tersebut, diharapkan siswa dapat memahami dan meneladani kesabaran serta ketangguhan para Rasul Ulul Azmi dalam berdakwah menyebarkan agama Allah, sehingga siswa memiliki daya juang dalam meraih cita-citanya. Tidak mudah putus asa ketika menemui kesulitan belajar.

Pada dasarnya, index card match dikembangkan sebagai alternatif metode pembelajaran untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran di kelas melalui teknik permainan kartu pasangan. Hal ini sebagaimana dikemukakan Melvin L Silberman, bahwa metode index card match dapat digunakan sebagai cara menyenangkan untuk meninjau ulang materi pelajaran. Secara bahasa, index card match berasal dari bahasa Inggris yang berarti mencari jodoh kartu tanya jawab.

Kelebihan dari metode pembelajaran ini, antara lain, pertama, menarik perhatian siswa, sehingga memungkinkan kelas menjadi dinamis dan penuh antusias. Kedua, dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan mengembangkan keterampilan berfikir. Ketiga, meningkatkan aktifitas belajar siswa baik secara kognitif maupun fisik. Keempat, karena ada unsur bermain maka anak-anak menjadi senang belajar. Kelima, meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari, dapat berkesan dengan kuat dan tahan lama dalam ingatan siswa, merupakan pengalaman yang menyenangkan yang sayang untuk dilupakan.

Baca Juga :  Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila

Menurut Asnimar dalam sebuah Jurnal Pajar (Pendidikan dan Pengajaran), langkah-langkah pembelajaran index card match, pertama, guru menyiapkan beberapa kartu. Satu bagian kartu soal dan bagian lain kartu jawaban. Kemudian mengocok kartu soal dan kartu jawaban dicampur menjadi satu.

Setelah itu, guru menyuruh siswa mengambil sebuah kartu yang bertuliskan pertanyaan atau jawaban. Guru meminta setiap siswa pasangan kartu yang cocok untuk duduk berdekatan dan meminta mereka untuk tidak menyebutkan materi yang mereka dapatkan kepada teman yang lain. Guru meminta setiap pasangan secara bergantian untuk membacakan soal yang diperoleh dengan keras kepada teman-teman lain. Selanjutnya, soal tersebut dijawab pasangan-pasangan lain.

Pada akhir pertemuan diadakan evaluasi untuk mengetahui motivasi belajar siswa menggunakan model pembelajaran index card match. Dengan memberikan pertanyaan yang tidak jauh berbeda.

Dalam pelaksanaannya, metode index card match pada pembelajaran materi Rasul Ulul Azmi mengalami kendala. Di antaranya, tingkat kesiapan dan kematangan mental siswa kurang, sehingga berpengaruh pada rasa percaya diri siswa. Selain itu, waktunya yang terlalu pendek, tidak memungkinkan siswa untuk cepat memahami konsep.

Upaya untuk mengatasi kendala-kendala tersebut, antara lain, guru harus merumuskan  tujuan yang akan dicapai melalui metode ini. Tujuan tersebut diupayakan tidak terlalu berbelit-belit, tetapi jelas dan mudah dilaksanakan. Selanjutnya, guru menjelaskan kegigihan Rasul Ulul Azmi dalam berdakwah, tantangan yang mereka hadapi, serta keteladanan yang bisa dipetik dari kisah ini.

Ini agar materi pelajaran dapat dipahami secara gamblang dan mendalam siswa. Guru menjelaskan bagaimana proses pelaksanaan pembelajaran dengan metode mencocokkan kartu. Kemudian guru memberi masukan dan saran untuk pelaksanaan berikutnya. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/