alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

PTM Terbatas Materi Matriks dengan Pendekatan Saintifik

HAMPIR dua tahun anak – anak pembelajaran melalui daring. Banyak kendala yang dihadapi para siswa antara lain tidak paham materi yang disampaikan,kuota yang dimiiki siswa,sinyal bagi yang rumahnya pelosok. Tetapi hampir 4 bulan ini di SMAN 1 Wirosari mendapat ijin untuk melaksanakan PTM terbatas.

Dari para siswa dan wali murid sangat antusias dengan adannya PTM teratas ini,karena dengan diadakan PTM terbatas siswa yang sudah bosan berada dirumah dengan pembelajaran PJJ. Untuk pembelajaran matematika siswa lebih menyukai jika bertemu langsung dengan guru yang bersangkutan.

Karena matematika sarana untuk melatih siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, sarana untuk mengembangkan kreativitas dan sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Dalam proses pembelajaran siswa cenderung datang ke kelas hanya untuk datang dan mendengarkan.


Komunikasi antara siswa dan guru atau antar siswa jarang terjadi. Siswa enggan bertanya kepada guru maupun temannya ketika mengalami kesulitan dalam belajar. Pembelajaran matematika yang dilakukan di sekolah belum sepenuhnya dapat meningkatkan hasil belajar. Pembelajaran matematika pada  umumnya  masih  konvensional dengan karakteristik berpusat pada guru.

Jika hal ini terjadi, maka guru sebagai pendidik berkewajiban untuk meluruskan tujuan belajar dengan mengarahkan siswa untuk berpikir kreatif, analitis, sistematis, dan logis. Untuk menemukan alternatif pemecahan masalah ini, melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah sehingga akan menumbuhkan kembali motivasi belajar yang sesungguhnya pada siswa. Dalam materi matriks siswa akan menjelaskan dan menentukan penyelesaian matriks, mendeskripsikan tentang bentuk matriks. Mendeskripsikan tentang materi matrks dengan menggunakan pendekatan saintifik.

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar yang dicapai di Kelas XI MIPA, SMA N 1 Wirosari pada materi matriks di gunakan model pembelajaran Pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik( mengamati,menanya, mengmpulkan informasi,mengolah informasi, dan mengkomunikasikan hasil mengolah informasi) peserta didik mampu mengembangkan rasa ingin tahu dan tanggung jawab, memahami materi tentang matriks.

Pendekatan saintifik berasal dari kata pendekatan dan saintifik. Pendekatan memiliki arti ide atau gagasan yang digunakan untuk mencapai tujuan, saintifik berarti sesuatu yang dapat diulangi secara terbuka oleh pelaku dalam skala ruang dan waktu (oleh siapa saja,dimana saja,dan kapan saja). Dengan demikian pendekatan saintifik adalah ide untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut kurikulum 2013, tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk kompetensi, yang meliputi kompetensi inti(KI) dan kompetensi dasar.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Kembali Melonjak, Asosiasi Guru Desak PTM Cukup 50 Persen

Dalam materi matriks kompetensi intinya ada 4 yaitu; KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”; KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah; KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Sedangkan kompetensi dasar yang harus dicapai adalah : Menjelaskan matriks dan kesamaan matriks dengan menggunakan masalah kontekstual dan melakukan operasi pada matriks yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar, dan perkalian, serta transpose; Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan matriks dan operasinya; Menganalisissifat-sifatdeterminandan invers matriksberordo 2×2 dan 3×3; Menyelesaikanmasalah yang berkaitandengandeterminandan invers matriksberordo 2×2 dan 3×3

Dengan adanya pendekatan saintifk tersebut diharapkan  pembelajaran materi matriks pada siswa dapat lebih ditingkatkan dengan mengamati, menanya,mengumpulkan dan mengkomunikasikan informasi tentang materi matriks dengan lebih menyenangkan, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. (*)

HAMPIR dua tahun anak – anak pembelajaran melalui daring. Banyak kendala yang dihadapi para siswa antara lain tidak paham materi yang disampaikan,kuota yang dimiiki siswa,sinyal bagi yang rumahnya pelosok. Tetapi hampir 4 bulan ini di SMAN 1 Wirosari mendapat ijin untuk melaksanakan PTM terbatas.

Dari para siswa dan wali murid sangat antusias dengan adannya PTM teratas ini,karena dengan diadakan PTM terbatas siswa yang sudah bosan berada dirumah dengan pembelajaran PJJ. Untuk pembelajaran matematika siswa lebih menyukai jika bertemu langsung dengan guru yang bersangkutan.

Karena matematika sarana untuk melatih siswa untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, sarana mengenal pola-pola hubungan dan generalisasi pengalaman, sarana untuk mengembangkan kreativitas dan sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya. Dalam proses pembelajaran siswa cenderung datang ke kelas hanya untuk datang dan mendengarkan.

Komunikasi antara siswa dan guru atau antar siswa jarang terjadi. Siswa enggan bertanya kepada guru maupun temannya ketika mengalami kesulitan dalam belajar. Pembelajaran matematika yang dilakukan di sekolah belum sepenuhnya dapat meningkatkan hasil belajar. Pembelajaran matematika pada  umumnya  masih  konvensional dengan karakteristik berpusat pada guru.

Jika hal ini terjadi, maka guru sebagai pendidik berkewajiban untuk meluruskan tujuan belajar dengan mengarahkan siswa untuk berpikir kreatif, analitis, sistematis, dan logis. Untuk menemukan alternatif pemecahan masalah ini, melalui eksplorasi data secara empiris dalam rangka menumbuhkan sikap ilmiah sehingga akan menumbuhkan kembali motivasi belajar yang sesungguhnya pada siswa. Dalam materi matriks siswa akan menjelaskan dan menentukan penyelesaian matriks, mendeskripsikan tentang bentuk matriks. Mendeskripsikan tentang materi matrks dengan menggunakan pendekatan saintifik.

Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar yang dicapai di Kelas XI MIPA, SMA N 1 Wirosari pada materi matriks di gunakan model pembelajaran Pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik( mengamati,menanya, mengmpulkan informasi,mengolah informasi, dan mengkomunikasikan hasil mengolah informasi) peserta didik mampu mengembangkan rasa ingin tahu dan tanggung jawab, memahami materi tentang matriks.

Pendekatan saintifik berasal dari kata pendekatan dan saintifik. Pendekatan memiliki arti ide atau gagasan yang digunakan untuk mencapai tujuan, saintifik berarti sesuatu yang dapat diulangi secara terbuka oleh pelaku dalam skala ruang dan waktu (oleh siapa saja,dimana saja,dan kapan saja). Dengan demikian pendekatan saintifik adalah ide untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut kurikulum 2013, tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk kompetensi, yang meliputi kompetensi inti(KI) dan kompetensi dasar.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Meningkat, PTM di Jepara Digelar Dua Sif

Dalam materi matriks kompetensi intinya ada 4 yaitu; KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”; KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah; KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

Sedangkan kompetensi dasar yang harus dicapai adalah : Menjelaskan matriks dan kesamaan matriks dengan menggunakan masalah kontekstual dan melakukan operasi pada matriks yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian skalar, dan perkalian, serta transpose; Menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan matriks dan operasinya; Menganalisissifat-sifatdeterminandan invers matriksberordo 2×2 dan 3×3; Menyelesaikanmasalah yang berkaitandengandeterminandan invers matriksberordo 2×2 dan 3×3

Dengan adanya pendekatan saintifk tersebut diharapkan  pembelajaran materi matriks pada siswa dapat lebih ditingkatkan dengan mengamati, menanya,mengumpulkan dan mengkomunikasikan informasi tentang materi matriks dengan lebih menyenangkan, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/