alexametrics
26.8 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

1.000 Siswa SMA Negeri 1 Lasem Rembang Bangun Herd Immunity

REMBANG – SMA Negeri 1 Lasem terus melakukan persiapan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Kemarin (21/9), ada seribu lebih anak didiknya mulai mendapatkan vaksinasi kekebalan tubuh dari serangan Covid-19.

Kegiatan sebagai bentuk sinergitas antara SMA Negeri 1 Lasem, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dan Kwartir  Cabang Rembang. Antusiasme anak didik sangat tinggi. Sebelum acara dibuka oleh Istri Bupati Rembang Hasiroh Hafidz selaku Ketua Kwartir Cabang Rembang, anak-anak sudah tertib mengantre dengan protokol kesehatan ketat.

Dalam sambutannya Hasiroh berpesan agar siswa dan jajaran guru SMA N 1 Lasem tetap berikhtiar mengantisipasi penularan Covid-19. Menurutnya meski saat ini Rembang masuk level II kewaspadaan terhadap Covid-19 harus terus dijaga. Apalagi di lingkungan sekolah.


“Alhamdulillah Rembang saat ini masuk di level II. Sudah ada banyak kelonggaran kelonggaran dimana-mana. Termasuk di sekolahan. Tetapi memang perlu diingat, Corona tidak serta merta hilang. Jadi kita memang harus berdampingan hidup dengan Corona. Caranya tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ugkap Bu Ing sapaan akrab Hasiroh Hafidz.

Menurutnya, salah satu indikator untuk menentukan level adalah capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) selama dua minggu. Dalam Inmendagri tersebut diatur bahwa Kabupaten/Kota yang berada di level 2 dapat turun menjadi level 1 capaian total untuk vaksinasi dosis 1(satu)  harus sudah 70 % dan diantaranya usia lanjut mencapai 60%. “Agar Rembang dapat menurunkan level, salah satu jalan adalah vaksinasi anak berusia 12-17 tahun,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tak Kunjung Diperbaiki, Jalan Rusak di Rembang Renggut 3 Nyawa

Kepala SMA Negeri 1 Lasem, Santosa menyampaikan terima kasih atas bantuan Kwarcab Rembang, Puskesmas Lasem dan Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Lasem yang sudah membantu pelaksanaan vaksinasi dosis 1 untuk 1.000 siswa. Hal ini dikarenakan, sejak minggu lalu SMA Negeri 1 Lasem sudah melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Sebelum melanjutkan PTM terbatas dua minggu kemudian, semua guru dan siswa harus sudah divaksin jenis apa pun. Vaksinasi yang Kami lakukan merupakan ikhtiar bersama dalam mencegah penularan Covid-19” pungkas pria asli Surakarta.

Ketua Panitia Vaksinasi Siswa SMA Negeri 1 Lasem Erna Sulistyowati menambahkan siswa yang divaksin datang ke sekolah dibuat bertahap. Sebanyak 30 rombongan belajar (rombel) dibagi menjadi 6 bagian. Yakni Kelas X MIPA, X IPS, XI MIPA, XI IPS, XII MIPA dan XII IPS. Data siswa termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebelumnya sudah diverifikasi oleh tim. Pihak vaksinator tinggal mengecek data yang sudah berikan oleh sekolah.

”Data yang valid akan menjadikan data peserta yang ikut vaksin lebih memudahkan dalam segala hal. Dibantu oleh OSIS dan Wali Kelas, pelaksanaan vaksin yang melibatkan 1.000 siswa berjalan tertib, lancar dan  tanpa ada kerumunan, ” imbuhnya. (ali)

REMBANG – SMA Negeri 1 Lasem terus melakukan persiapan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Kemarin (21/9), ada seribu lebih anak didiknya mulai mendapatkan vaksinasi kekebalan tubuh dari serangan Covid-19.

Kegiatan sebagai bentuk sinergitas antara SMA Negeri 1 Lasem, Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang dan Kwartir  Cabang Rembang. Antusiasme anak didik sangat tinggi. Sebelum acara dibuka oleh Istri Bupati Rembang Hasiroh Hafidz selaku Ketua Kwartir Cabang Rembang, anak-anak sudah tertib mengantre dengan protokol kesehatan ketat.

Dalam sambutannya Hasiroh berpesan agar siswa dan jajaran guru SMA N 1 Lasem tetap berikhtiar mengantisipasi penularan Covid-19. Menurutnya meski saat ini Rembang masuk level II kewaspadaan terhadap Covid-19 harus terus dijaga. Apalagi di lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah Rembang saat ini masuk di level II. Sudah ada banyak kelonggaran kelonggaran dimana-mana. Termasuk di sekolahan. Tetapi memang perlu diingat, Corona tidak serta merta hilang. Jadi kita memang harus berdampingan hidup dengan Corona. Caranya tentu dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ugkap Bu Ing sapaan akrab Hasiroh Hafidz.

Menurutnya, salah satu indikator untuk menentukan level adalah capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) selama dua minggu. Dalam Inmendagri tersebut diatur bahwa Kabupaten/Kota yang berada di level 2 dapat turun menjadi level 1 capaian total untuk vaksinasi dosis 1(satu)  harus sudah 70 % dan diantaranya usia lanjut mencapai 60%. “Agar Rembang dapat menurunkan level, salah satu jalan adalah vaksinasi anak berusia 12-17 tahun,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkab Rembang Patenkan 180 Motif Batik Lasem

Kepala SMA Negeri 1 Lasem, Santosa menyampaikan terima kasih atas bantuan Kwarcab Rembang, Puskesmas Lasem dan Ketua Satgas Covid-19 Kecamatan Lasem yang sudah membantu pelaksanaan vaksinasi dosis 1 untuk 1.000 siswa. Hal ini dikarenakan, sejak minggu lalu SMA Negeri 1 Lasem sudah melaksanakan simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

“Sebelum melanjutkan PTM terbatas dua minggu kemudian, semua guru dan siswa harus sudah divaksin jenis apa pun. Vaksinasi yang Kami lakukan merupakan ikhtiar bersama dalam mencegah penularan Covid-19” pungkas pria asli Surakarta.

Ketua Panitia Vaksinasi Siswa SMA Negeri 1 Lasem Erna Sulistyowati menambahkan siswa yang divaksin datang ke sekolah dibuat bertahap. Sebanyak 30 rombongan belajar (rombel) dibagi menjadi 6 bagian. Yakni Kelas X MIPA, X IPS, XI MIPA, XI IPS, XII MIPA dan XII IPS. Data siswa termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebelumnya sudah diverifikasi oleh tim. Pihak vaksinator tinggal mengecek data yang sudah berikan oleh sekolah.

”Data yang valid akan menjadikan data peserta yang ikut vaksin lebih memudahkan dalam segala hal. Dibantu oleh OSIS dan Wali Kelas, pelaksanaan vaksin yang melibatkan 1.000 siswa berjalan tertib, lancar dan  tanpa ada kerumunan, ” imbuhnya. (ali)


Most Read

Artikel Terbaru

/