alexametrics
30 C
Kudus
Wednesday, June 22, 2022

Masih Sepi Peminat, SMP di Kudus Siagakan Petugas Konsultasi PPDB

KUDUS – PPDB SMP di Kudus masih sepi peminat. Meski begitu, semua SMP negeri di Kota Kretek diinstruksikan menyiapkan perangkat komputer atau laptop dan petugas untuk melayani konsultasi siswa yang kesulitan mendaftar secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Moh Zubaedi mengatakan, dia kemarin memantau kesiapan petugas konsultasi PPDB di SMP 2 Kaliwungu. Suasananya sepi. Pukul 10.00 datang satu calon peserta didik (CPD). Itu pun karena ada masalah pendaftaran. Tahun lahir salah. Seharunya 2011 ditulis 2012.

”Tiap sekolah ada proktor yang nantinya membantu pergantian data. Rata-rata CPD yang daftar PPDB dibantu dari SD atau MI sekolah asal. Kami memantau dua hari PPDB SMP memang belum terlihat ramai. Biasanya berjubel itu H-3 sebelum penutupan,” terangnya.


Zubaedi berpesan, SD atau MI yang membantu dipastikan teliti, sehingga benar memasukkan data CPD. Termasuk menarik garis koordinat dari rumah ke sekolah. ”Sebenarnya hampir sama dengan PPDB SMA. Ada verifikasi berkas. Tujuannya, untuk membenahi data-data yang keliru di awal,” terangnya.

Permasalahan lain yang dihadapi siswa saat mendaftar ke SMP secara daring, yakni soal perubahan kartu keluarga (KK) yang belum genap satu tahun. Sebab, aturan PPDB, perubahan KK minimal satu tahun.

Baca Juga :  Membangun Nilai-Nilai Sumpah Pemuda pada Generasi Z

”Perubahan KK kurang dari satu tahun memang belum bisa mendaftar PPDB untuk jalur zonasi. Solusinya, melampirkan fotokopi KK lama. Kalau tidak memiliki (KK lama, Red), bisa meminta surat keterangan dari Disdukcapil,” ujarnya.

Dia menerangkan, saat PPDB masih berlangsung, siswa bisa mengubah jalur pendaftaran. Dari semula jalur zonasi menjadi jalur prestasi atau lainnya. Sepanjang masih dalam masa pendaftaran. Batas akhirnya Sabtu (25/6) pukul 12.00.

Dari pengamatan wartawan Jawa Pos Radar Kudus, suasana sepi dirasakan hampir di seluruh SMP negeri di Kudus pada hari kedua PPDB kemarin. Seperti di SMP 4 Kudus, SMP 1 Kudus, dan SMP 2 Kaliwungu.

Kepala SMP 2 Kaliwungu Ahmad Shofya Edi mengatakan, permasalahan yang ditemukan selama pembukaan PPDB terkait berkas yang diunggah merupakan dokumen fotokopi. Hal itu membuat pendaftaran ditolak.

”Syukur hal itu bisa diselesaikan. Sebelumnya sudah kami sosialisasikan, agar pihak sekolah asal juga ikut membantu pendaftaran siswanya. Kami menyiapkan 10 operator untuk melayani PPDB,” ujarnya.

Hingga kini, sudah ada 149 calon siswa melalui jalur zonasi, 27 calon siswa jalur prestasi, dan jalur afirmasi ada 25 pendaftar. Untuk jalur perpindahan orang tua masih kosong. Kuota pendaftarannya 248 calon siswa yang dibagi menjadi delapan rombongan belajar. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

KUDUS – PPDB SMP di Kudus masih sepi peminat. Meski begitu, semua SMP negeri di Kota Kretek diinstruksikan menyiapkan perangkat komputer atau laptop dan petugas untuk melayani konsultasi siswa yang kesulitan mendaftar secara daring.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Harjuna Widada melalui Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Moh Zubaedi mengatakan, dia kemarin memantau kesiapan petugas konsultasi PPDB di SMP 2 Kaliwungu. Suasananya sepi. Pukul 10.00 datang satu calon peserta didik (CPD). Itu pun karena ada masalah pendaftaran. Tahun lahir salah. Seharunya 2011 ditulis 2012.

”Tiap sekolah ada proktor yang nantinya membantu pergantian data. Rata-rata CPD yang daftar PPDB dibantu dari SD atau MI sekolah asal. Kami memantau dua hari PPDB SMP memang belum terlihat ramai. Biasanya berjubel itu H-3 sebelum penutupan,” terangnya.

Zubaedi berpesan, SD atau MI yang membantu dipastikan teliti, sehingga benar memasukkan data CPD. Termasuk menarik garis koordinat dari rumah ke sekolah. ”Sebenarnya hampir sama dengan PPDB SMA. Ada verifikasi berkas. Tujuannya, untuk membenahi data-data yang keliru di awal,” terangnya.

Permasalahan lain yang dihadapi siswa saat mendaftar ke SMP secara daring, yakni soal perubahan kartu keluarga (KK) yang belum genap satu tahun. Sebab, aturan PPDB, perubahan KK minimal satu tahun.

Baca Juga :  Kubah Makam Habib Ja’far Al Kaff Diresmikan, Ini Harapan Bupati Kudus

”Perubahan KK kurang dari satu tahun memang belum bisa mendaftar PPDB untuk jalur zonasi. Solusinya, melampirkan fotokopi KK lama. Kalau tidak memiliki (KK lama, Red), bisa meminta surat keterangan dari Disdukcapil,” ujarnya.

Dia menerangkan, saat PPDB masih berlangsung, siswa bisa mengubah jalur pendaftaran. Dari semula jalur zonasi menjadi jalur prestasi atau lainnya. Sepanjang masih dalam masa pendaftaran. Batas akhirnya Sabtu (25/6) pukul 12.00.

Dari pengamatan wartawan Jawa Pos Radar Kudus, suasana sepi dirasakan hampir di seluruh SMP negeri di Kudus pada hari kedua PPDB kemarin. Seperti di SMP 4 Kudus, SMP 1 Kudus, dan SMP 2 Kaliwungu.

Kepala SMP 2 Kaliwungu Ahmad Shofya Edi mengatakan, permasalahan yang ditemukan selama pembukaan PPDB terkait berkas yang diunggah merupakan dokumen fotokopi. Hal itu membuat pendaftaran ditolak.

”Syukur hal itu bisa diselesaikan. Sebelumnya sudah kami sosialisasikan, agar pihak sekolah asal juga ikut membantu pendaftaran siswanya. Kami menyiapkan 10 operator untuk melayani PPDB,” ujarnya.

Hingga kini, sudah ada 149 calon siswa melalui jalur zonasi, 27 calon siswa jalur prestasi, dan jalur afirmasi ada 25 pendaftar. Untuk jalur perpindahan orang tua masih kosong. Kuota pendaftarannya 248 calon siswa yang dibagi menjadi delapan rombongan belajar. (san/lin)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/