alexametrics
29.4 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Antusiasme Tinggi, Verifikasi Akun PPDB di SMA/SMK Rembang Dibatasi 200 Berkas Sehari

REMBANG – Para lulusan SMP mulai berburu SMA. Di Rembang, baik siswa maupun wali murid bersabar antre untuk verifikasi akun. Mulai pagi sampai siang tetap dijalani. Tingginya antusiasme calon siswa, dibuat pembatasan. Sehari maksimal verifikasi 200 berkas.

Kesibukan tahapan verifikasi berkas pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di Kota Santri sudah tampak. Baik itu di SMA maupun SMK. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini di SMAN 1, SMAN 2, dan SMKN 1 Rembang misalnya. Dilihat dari jalan, hingga siang kemarin di halaman sekolah masih tampak siswa-siswi berseragam SMP yang mondar-mandir mengurus PPDB.

Bagi SMAN 1 Rembang, animo pendaftar tahun ini memang lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Yulianto menilai, tahun ini membeludak peminatnya. Ia melihat animo tersebut dari grup Telegram. ”Tahun lalu, anggotanya (grup Telegram, Red) sekitar 600-700. Saat ini mengalami kenaikan hampir 40 persen. Total ada sekitar 1.000 anggota,” ungkapnya.


Saat ini, sedang dalam tahapan pengajuan akun dan verifikasi berkas. Sudah dimulai sejak Rabu (15/6) lalu. Sampai dengan 28 Juni nanti.

Baca Juga :  Pertimbangan Keamanan, Festival Thong-Thonglek di Rembang Dikaji Ulang

Di SMAN 1 Rembang, pelaksanaannya ditempatkan di aula sekolah. Di ruangan sekitar 10×10 meter itu, terdapat sembilan petugas yang melayani. Siswa-siswi calon pendaftar duduk antre di kursi yang telah disediakan. Menunggu panggilan sesuai dengan nomor antrean. Ada juga yang menunggu di luar aula. Antusiasme calon pendaftar mulai tampak kemarin. Sehari, bisa sekitar 400 calon siswa. Pihak sekolah pun membatasi kuota. Sebab, terbentur dengan jam pelayanan.

Saat ini, dalam sehari SMAN 1 Rembang membatasi sampai 200 siswa. ”Tingkat kelelahan tim verifikator harus kami pertimbangkan. Karena PPDB sampai 28 Juni nanti. Kami batasi dengan nomor antrean 1-200 setiap harinya,” jelasnya.

Sekolah juga menambah loket. Awalnya lima loket, sekarang menjadi enam. Untuk tim verifikator ada 16 personel.

Meskipun sudah dibatasi, ternyata masih perlu antre berjam-jam menunggu giliran. Seperti cerita dari Anti, salah satu wali murid. Kemarin, ia mendapat nomor antrean 120. Ia sudah datang sejak pukul 07.30. Sampai pukul 12.00 masih antre. ”Tadi (kemarin, Red) saya tinggal. Ini masih nunggu,” ujarnya. (vah/lin)

REMBANG – Para lulusan SMP mulai berburu SMA. Di Rembang, baik siswa maupun wali murid bersabar antre untuk verifikasi akun. Mulai pagi sampai siang tetap dijalani. Tingginya antusiasme calon siswa, dibuat pembatasan. Sehari maksimal verifikasi 200 berkas.

Kesibukan tahapan verifikasi berkas pendaftaran peserta didik baru (PPDB) di Kota Santri sudah tampak. Baik itu di SMA maupun SMK. Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kudus ini di SMAN 1, SMAN 2, dan SMKN 1 Rembang misalnya. Dilihat dari jalan, hingga siang kemarin di halaman sekolah masih tampak siswa-siswi berseragam SMP yang mondar-mandir mengurus PPDB.

Bagi SMAN 1 Rembang, animo pendaftar tahun ini memang lebih banyak jika dibandingkan tahun sebelumnya. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Yulianto menilai, tahun ini membeludak peminatnya. Ia melihat animo tersebut dari grup Telegram. ”Tahun lalu, anggotanya (grup Telegram, Red) sekitar 600-700. Saat ini mengalami kenaikan hampir 40 persen. Total ada sekitar 1.000 anggota,” ungkapnya.

Saat ini, sedang dalam tahapan pengajuan akun dan verifikasi berkas. Sudah dimulai sejak Rabu (15/6) lalu. Sampai dengan 28 Juni nanti.

Baca Juga :  Membaca Permulaan dengan Permainan Kartu Huruf

Di SMAN 1 Rembang, pelaksanaannya ditempatkan di aula sekolah. Di ruangan sekitar 10×10 meter itu, terdapat sembilan petugas yang melayani. Siswa-siswi calon pendaftar duduk antre di kursi yang telah disediakan. Menunggu panggilan sesuai dengan nomor antrean. Ada juga yang menunggu di luar aula. Antusiasme calon pendaftar mulai tampak kemarin. Sehari, bisa sekitar 400 calon siswa. Pihak sekolah pun membatasi kuota. Sebab, terbentur dengan jam pelayanan.

Saat ini, dalam sehari SMAN 1 Rembang membatasi sampai 200 siswa. ”Tingkat kelelahan tim verifikator harus kami pertimbangkan. Karena PPDB sampai 28 Juni nanti. Kami batasi dengan nomor antrean 1-200 setiap harinya,” jelasnya.

Sekolah juga menambah loket. Awalnya lima loket, sekarang menjadi enam. Untuk tim verifikator ada 16 personel.

Meskipun sudah dibatasi, ternyata masih perlu antre berjam-jam menunggu giliran. Seperti cerita dari Anti, salah satu wali murid. Kemarin, ia mendapat nomor antrean 120. Ia sudah datang sejak pukul 07.30. Sampai pukul 12.00 masih antre. ”Tadi (kemarin, Red) saya tinggal. Ini masih nunggu,” ujarnya. (vah/lin)

Most Read

Artikel Terbaru

/