alexametrics
25.9 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Dorongan Orang Tua Memotivasi Semangat Belajar Siswa

PEMBELAJARAN secara online mengacu pada SE Mendikbud No.4 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PJJ selama darurat Covid-19. Dengan adanya himbauan dari pemerintah tentang sekolah dari rumah menuntut  guru lebih aktif dan produktif merubah kegiatan belajar- mengajar menggunakan metode daring, luring ataupun kombinasi keduanya dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia. Mengapa tetap harus belajar meskipun ada di kondisi saat ini? Karena belajar berarti kita berusaha menguasai materi dari ilmu pengetahuan yang mana kita dari tidak tahu menjadi tahu. Menurut Sardiman (dalam Amani, 2018), belajar merupakan penguasaan materi dan pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.

Menurut Suyono dan Hariyanto (2014:9) belajar adalah suatu aktivitas untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Diharapkan setelah melalui proses belajar seorang peserta didik mengalami perbaikan dari segi keterampilan, perilaku, sikap, serta kepribadian. Hal ini juga yang diperlukan untuk menjaga motivasi belajar siswa tetap konsisten. Mendampingi anak dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru  tentu perlu kesabaran  dan kemauan agar tentu saja anak mendapat nilai yang baik. Setidaknya, para orangtua jadi memiliki rasa peduli terhadap guru bahwa selama ini kepedulian utuk membuat anak dari tidak bisa menjadi bisa sungguh penuh perjuangan,bahkan tak jarang kita juga melihat dari media berita yang ada, bagaimana seorang ibu harus berkali-kali membenarkan cara belajar anaknya.

Ekspresi yang diberikan pun bermacam-macam. Belum lagi tugas yang diberikan memerlukan kreativitas maka orangtua juga turun tangan membantu anak misal mencari barang-barang yang dibutuhkan untuk kelengkapan dalam belajar , sebut saja misal membuat bola, yang bisa berasal dari bahan apa saja. Nah, kondisi pandemi ini juga mampu menciptakan komunikasi yang efektif antara orangtua dan anak. Komunikasi yang hangat  saling support sehingga menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Mungkin saja selama ini orang tua sibuk bekerja. Begitupun dengan guru. Tetap memberikan pendidkan kepada siswa didiknya. Guru tetap memberikan pelajaran atau materi secara daring serta tugas-tugas yang harus dipenuhi. Mungkin pernah terbersit dalam hati kita, sebuah kata-kata, dan kita tidak pernah tahu efek yang bisa memberi pengaruh kepada siswa seper ti apa. Namun satu hal yang pasti kita sebagai guru harus terus mengobarkan semangat kepada siswa untuk selalu belajar hal-hal baru. Dengan demikian siswa langsung bisa mempraktikkan pengetahuan yang didapat sehingga mengurangi rasa kejenuhan belajar.

Baca Juga :  Asyik Belajar PAI dengan Index Card Match

Oleh karena itu, metode ini melibatkan kelompok kecil dalam membuat suatu proyek atau percobaan, maka dalam menjalankan metode pembelajaran yang satu ini, tentunya juga harus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Hal ini dibuktikan dengan pengumpulan tugas yang  tepat waktu, dan tidak ada lagi siswa yang tidak mengumpulkan tugas di semester kedua. Tanggapan positif dari orang tua juga mulai terdengar tentang anak-anak yang lebih aktif untuk belajar. Belajar dari rumah bukan menjadi penghalang bagi guru untuk tetap menjalin kedekatan dengan siswa, agar siswa juga tidak kehilangan pribadi guru yang dia idolakan dan bisa diajak saling saring dalam membahas permasalahan yang ada. (*)

PEMBELAJARAN secara online mengacu pada SE Mendikbud No.4 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan PJJ selama darurat Covid-19. Dengan adanya himbauan dari pemerintah tentang sekolah dari rumah menuntut  guru lebih aktif dan produktif merubah kegiatan belajar- mengajar menggunakan metode daring, luring ataupun kombinasi keduanya dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia. Mengapa tetap harus belajar meskipun ada di kondisi saat ini? Karena belajar berarti kita berusaha menguasai materi dari ilmu pengetahuan yang mana kita dari tidak tahu menjadi tahu. Menurut Sardiman (dalam Amani, 2018), belajar merupakan penguasaan materi dan pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya.

Menurut Suyono dan Hariyanto (2014:9) belajar adalah suatu aktivitas untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Diharapkan setelah melalui proses belajar seorang peserta didik mengalami perbaikan dari segi keterampilan, perilaku, sikap, serta kepribadian. Hal ini juga yang diperlukan untuk menjaga motivasi belajar siswa tetap konsisten. Mendampingi anak dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru  tentu perlu kesabaran  dan kemauan agar tentu saja anak mendapat nilai yang baik. Setidaknya, para orangtua jadi memiliki rasa peduli terhadap guru bahwa selama ini kepedulian utuk membuat anak dari tidak bisa menjadi bisa sungguh penuh perjuangan,bahkan tak jarang kita juga melihat dari media berita yang ada, bagaimana seorang ibu harus berkali-kali membenarkan cara belajar anaknya.

Ekspresi yang diberikan pun bermacam-macam. Belum lagi tugas yang diberikan memerlukan kreativitas maka orangtua juga turun tangan membantu anak misal mencari barang-barang yang dibutuhkan untuk kelengkapan dalam belajar , sebut saja misal membuat bola, yang bisa berasal dari bahan apa saja. Nah, kondisi pandemi ini juga mampu menciptakan komunikasi yang efektif antara orangtua dan anak. Komunikasi yang hangat  saling support sehingga menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Mungkin saja selama ini orang tua sibuk bekerja. Begitupun dengan guru. Tetap memberikan pendidkan kepada siswa didiknya. Guru tetap memberikan pelajaran atau materi secara daring serta tugas-tugas yang harus dipenuhi. Mungkin pernah terbersit dalam hati kita, sebuah kata-kata, dan kita tidak pernah tahu efek yang bisa memberi pengaruh kepada siswa seper ti apa. Namun satu hal yang pasti kita sebagai guru harus terus mengobarkan semangat kepada siswa untuk selalu belajar hal-hal baru. Dengan demikian siswa langsung bisa mempraktikkan pengetahuan yang didapat sehingga mengurangi rasa kejenuhan belajar.

Baca Juga :  Pentingnya Motivasi Belajar untuk Siswa

Oleh karena itu, metode ini melibatkan kelompok kecil dalam membuat suatu proyek atau percobaan, maka dalam menjalankan metode pembelajaran yang satu ini, tentunya juga harus memperhatikan protokol kesehatan yang berlaku. Hal ini dibuktikan dengan pengumpulan tugas yang  tepat waktu, dan tidak ada lagi siswa yang tidak mengumpulkan tugas di semester kedua. Tanggapan positif dari orang tua juga mulai terdengar tentang anak-anak yang lebih aktif untuk belajar. Belajar dari rumah bukan menjadi penghalang bagi guru untuk tetap menjalin kedekatan dengan siswa, agar siswa juga tidak kehilangan pribadi guru yang dia idolakan dan bisa diajak saling saring dalam membahas permasalahan yang ada. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/