alexametrics
24.3 C
Kudus
Monday, June 27, 2022

Verifikasi Akun PPDB, Calon Siswa di SMA-SMK Kudus Rela Antre Delapan Jam

KUDUS – Calon peserta didik (CPD) untuk mendapatkan token pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK rela antre sampai delapan jam. Verifikasi berkas dan akun dimulai pukul 07.00 kemarin. Namun saking banyaknya antrean siswa yang mendaftar, maka semakin lama proses verifikasinya.
Salah satunya, SMA 1 Kudus. Nomor antrean verifikasi sampai 450-an lebih. Pihak sekolah sudah menyediakan enam petugas verifikasi berkas dan 10 komputer untuk verifikasi akun.

Di sekolah itu siswa yang datang dari pukul 07.00 sudah mendapatkan nomor 300-an keatas. Kemudian sekitar pukul 10.00 pihak sekolah sudah menutup pengurusan akun. Karena di dalam ruang pendaftaran sudah penuh.

Ketua PPDB SMA 1 Kudus Imam Santosa menjelaskan terpaksa menutup pelayanan CPD pukul 10.00. Karena ingin memaksimalkan pelayanannya yang di dalam ruangan.

Antrean panjang terjadi karena verifikasi berkas satu CPD butuh sampai 10 menit. Apalagi yang verifikasi akun bisa sampai 15 hingga 20 menit. Jika ditemukan kendala maka akan lebih lama.


Sistem verifikasi akun akan menutup otomatis sampai pukul 15.00. Sehingga yang baru datang pukul 10.00 disarankan datang lagi esuk hari.

”Daripada sudah antre tapi belum bisa terlayani secara maksimal. Verifikasi akun sampai 28 Juni 2022, masih ada delapan hari,” jelasnya.

Menurutnya, kalau verifikasi berkas dan akun sebenarnya bisa dari sekolah yang dekat dari rumah. Tidak harus di sekolah yang dituju. Tapi, praktiknya CPD merasa mantap kalau diverifikasi di sekolah yang akan ditujuan.

Ia juga menjelaskan, PPDB kali ini berbeda dari sebelumnya. Untuk mendapatkan token harus diverifikasi sebelum masuk pendaftaran pemilihan sekolah. Itu sebagai antisipasi kesalahan-kesalahan pada saat pedaftaran.Terbukti, banyak CPD yang salah menempatkan titik koordinat rumah sehingga harus dibatalkan dan mengisi pengajuan akun lagi.

Baca Juga :  Kurikulum Baru Memungkinkan Siswa lebih Merdeka

Selain itu biasa terjadi nilai mata pelajaran di rapor dengan nilai di surat keterangan lulus berbeda. Sehingga harus mengurus ulang ke sekolah.

Salah satu CPD yang antre delapan jam Dina Kartika Sari. Dia mengaku datang pukul 07.00 dan baru masuk ke ruang verfikasi akun sekitar pukul 14.30. Dirinya baru selesai pukul 15.00.

”Lama menunggu diantrean verifikasi berkas. Jedanya lama dan saya mendapatkan nomor antrean 423. Alhammdulillah, saya tidak ada yang keliru dari mulai berkas sampai mendapatkan token. Dan saya daftar pengajuan akun Sabtu (18/6) lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, pengajuan kemarin diwarnai protes orang tua yang mendaftarkan anaknya.

Salah satu orang tua siswa, Yuni mengatakan sudah verifikasi berkas Jumat (17/6). Berhubung waktu untuk verifikasi akun sudah ditutup, dia belum bisa memverifikasi saat itu juga.

Kemudian pihak panitia PPDB SMA 1 Kudus meminta Yuni datang kembali kemarin. Tidak perlu ambil nomor antrean lagi.

”Tapi, kenyataannya anak saya disuruh antre meski dengan nomor sebelumnya. Tidak langsung disuruh menuju ke ruang verifikasi. Jadi, sama dengan orang-orang yang baru mengajukan hari ini (Kemarin, Red). Mau tidak mau ikut antre lagi,” paparnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti
KUDUS – Calon peserta didik (CPD) untuk mendapatkan token pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMA/SMK rela antre sampai delapan jam. Verifikasi berkas dan akun dimulai pukul 07.00 kemarin. Namun saking banyaknya antrean siswa yang mendaftar, maka semakin lama proses verifikasinya.
Salah satunya, SMA 1 Kudus. Nomor antrean verifikasi sampai 450-an lebih. Pihak sekolah sudah menyediakan enam petugas verifikasi berkas dan 10 komputer untuk verifikasi akun.

Di sekolah itu siswa yang datang dari pukul 07.00 sudah mendapatkan nomor 300-an keatas. Kemudian sekitar pukul 10.00 pihak sekolah sudah menutup pengurusan akun. Karena di dalam ruang pendaftaran sudah penuh.

Ketua PPDB SMA 1 Kudus Imam Santosa menjelaskan terpaksa menutup pelayanan CPD pukul 10.00. Karena ingin memaksimalkan pelayanannya yang di dalam ruangan.

Antrean panjang terjadi karena verifikasi berkas satu CPD butuh sampai 10 menit. Apalagi yang verifikasi akun bisa sampai 15 hingga 20 menit. Jika ditemukan kendala maka akan lebih lama.

Sistem verifikasi akun akan menutup otomatis sampai pukul 15.00. Sehingga yang baru datang pukul 10.00 disarankan datang lagi esuk hari.

”Daripada sudah antre tapi belum bisa terlayani secara maksimal. Verifikasi akun sampai 28 Juni 2022, masih ada delapan hari,” jelasnya.

Menurutnya, kalau verifikasi berkas dan akun sebenarnya bisa dari sekolah yang dekat dari rumah. Tidak harus di sekolah yang dituju. Tapi, praktiknya CPD merasa mantap kalau diverifikasi di sekolah yang akan ditujuan.

Ia juga menjelaskan, PPDB kali ini berbeda dari sebelumnya. Untuk mendapatkan token harus diverifikasi sebelum masuk pendaftaran pemilihan sekolah. Itu sebagai antisipasi kesalahan-kesalahan pada saat pedaftaran.Terbukti, banyak CPD yang salah menempatkan titik koordinat rumah sehingga harus dibatalkan dan mengisi pengajuan akun lagi.

Baca Juga :  Kecewa Dilarang Nyopir, Pemuda di Kudus Akhiri Hidup Gantung Diri

Selain itu biasa terjadi nilai mata pelajaran di rapor dengan nilai di surat keterangan lulus berbeda. Sehingga harus mengurus ulang ke sekolah.

Salah satu CPD yang antre delapan jam Dina Kartika Sari. Dia mengaku datang pukul 07.00 dan baru masuk ke ruang verfikasi akun sekitar pukul 14.30. Dirinya baru selesai pukul 15.00.

”Lama menunggu diantrean verifikasi berkas. Jedanya lama dan saya mendapatkan nomor antrean 423. Alhammdulillah, saya tidak ada yang keliru dari mulai berkas sampai mendapatkan token. Dan saya daftar pengajuan akun Sabtu (18/6) lalu,” ungkapnya.

Sementara itu, pengajuan kemarin diwarnai protes orang tua yang mendaftarkan anaknya.

Salah satu orang tua siswa, Yuni mengatakan sudah verifikasi berkas Jumat (17/6). Berhubung waktu untuk verifikasi akun sudah ditutup, dia belum bisa memverifikasi saat itu juga.

Kemudian pihak panitia PPDB SMA 1 Kudus meminta Yuni datang kembali kemarin. Tidak perlu ambil nomor antrean lagi.

”Tapi, kenyataannya anak saya disuruh antre meski dengan nomor sebelumnya. Tidak langsung disuruh menuju ke ruang verifikasi. Jadi, sama dengan orang-orang yang baru mengajukan hari ini (Kemarin, Red). Mau tidak mau ikut antre lagi,” paparnya. (san/zen)






Reporter: Indah Susanti

Most Read

Artikel Terbaru

/