alexametrics
23.2 C
Kudus
Saturday, July 2, 2022

Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa

PENDIDIKAN merupakan hal yang dianggap penting di dunia, karena di dunia membutuhkan orang yang memiliki pendidikan supaya bisa membangun negara yang maju. Tapi tak hanya pendidikan, karakter juga begitu diutamakan. Orang-orang di jaman sekarang ini tidak hanya melihat  betapa tinggi pendidikan atau gelar yang sudah dia raih, tapi juga karakter dari pribadi dari setiap orang.

Sering kali kita temui orang yang menganggap nilai dari hasil belajar merupakan hasil dari pendidikan, padahal itu salah besar. Hakikat pendidikan bukanlah angka, tapi proses. Bagaimana seseorang terbentuk menjadi manusia yang semestinya adalah inti dari pendidikan.

Proses pendidikan di sekolah bisa dibilang masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, tak sedikit guru di setiap sekolah hanya sekedar mengejar materi saja, tanpa mengajarkan bagaimana etika yang baik yang harus dilakukan.


Proses terbentuknya persepsi juga dipengaruhi oleh pengalaman, sosialisasi, cakrawala dan pengetahuan. Pengalaman dan sosialisasi memberikan bentuk dan struktur terhadap objek yang dilihat sedangkan pengetahuan dan cakrawala memberi arti pada objek psikologis. Persepsi adalah proses kognitif aktif yang berupa pengalaman individual tentang lingkungan yang dipengaruhi dari dalam diri individu dan dari luar diri individu. Persepsi dapat dirumuskan sebagai suatu proses penerimaan, pemilihan, pengorganisasian serta pemberian arti terhadap rangsang yang diterima.

Di dalam buku mengenai Kecerdasan Ganda / Multiple Intelligences, Daniel Goleman telah menjelaskan bahwa kecerdasan emosional dan sosial di dalam kehidupan dibutuhkan 80 %, sedangkan kecerdasan intelektual hanya 20 % saja. Di dalam hal ini sehingga pendidikan karakter dibutuhkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab, bukan kehidupan yang malah dipenuhi dengan perilaku biadab. Jadi tepikirlah oleh para ahli  apa yang dikenal dengan pendidikan karakter.

Baca Juga :  Menumbuhkan Pendidikan Karakter di Masa Pandemi

Tak sedikit pilar karakter yang harus ditanamkan kepada anak anak penerus bangsa, yaitu seperti kejujuran. Memang kejujuran merupakan hal yang sangat utama dan harus ditanamkan ke diri sendiri maupun ke anak anak penerus bangsa karena kejujuran merupakan benteng dari semua hal, tak hanya itu saja tapi juga ada pilar karkater mengenai keadilan, seperti yang bisa dilihat begitu banyak ketidakadilan terutama di negara Indonesia ini. Tak hanya itu juga harus ditanamkan juga pilar karakter seperti rasa hormat ke kakak kelasnya, dan kakak kelas juga akan menyayangi adik-adik kelasnya, dan juga dengan teman seangkatan rasa saling menghargai harus ada di dalam diri setiap para murid supaya tercipta dunia pendidikan yang tidak ramai dengan tawuran.

Saat ini sudah banyak sekolah di Indonesia yang telah mengajarakan pendidikan karakter yang juga menjadi mata pelajaran khusus di sekolah yang bersangkutan. Mereka telah diajarkan bagaimana cara yang sifatnya untuk ke orang tua, para guru, dan juga lingkungan ditempat hidupnya.

Semoga dengan menerapkan pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan anak akan berdasar pada karakter-karakter yang bisa membawa mereka menjadi generasi penerus bangsa seperti yang diharapkan. Seperti negara yang bebas akan korupsi, ketidak adilan, dan masalah masalah lainnya.Tak hanya itu tapi juga menjadi bangsa yang berpegang teguh pada karakter yang kuat dan beradab. Mendidik karakter tidak semudah membalikan telapak tangan, maka dari itu ajarkan pada anak bangsa pendidikan karakter sedini mungkin. (*)

PENDIDIKAN merupakan hal yang dianggap penting di dunia, karena di dunia membutuhkan orang yang memiliki pendidikan supaya bisa membangun negara yang maju. Tapi tak hanya pendidikan, karakter juga begitu diutamakan. Orang-orang di jaman sekarang ini tidak hanya melihat  betapa tinggi pendidikan atau gelar yang sudah dia raih, tapi juga karakter dari pribadi dari setiap orang.

Sering kali kita temui orang yang menganggap nilai dari hasil belajar merupakan hasil dari pendidikan, padahal itu salah besar. Hakikat pendidikan bukanlah angka, tapi proses. Bagaimana seseorang terbentuk menjadi manusia yang semestinya adalah inti dari pendidikan.

Proses pendidikan di sekolah bisa dibilang masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, tak sedikit guru di setiap sekolah hanya sekedar mengejar materi saja, tanpa mengajarkan bagaimana etika yang baik yang harus dilakukan.

Proses terbentuknya persepsi juga dipengaruhi oleh pengalaman, sosialisasi, cakrawala dan pengetahuan. Pengalaman dan sosialisasi memberikan bentuk dan struktur terhadap objek yang dilihat sedangkan pengetahuan dan cakrawala memberi arti pada objek psikologis. Persepsi adalah proses kognitif aktif yang berupa pengalaman individual tentang lingkungan yang dipengaruhi dari dalam diri individu dan dari luar diri individu. Persepsi dapat dirumuskan sebagai suatu proses penerimaan, pemilihan, pengorganisasian serta pemberian arti terhadap rangsang yang diterima.

Di dalam buku mengenai Kecerdasan Ganda / Multiple Intelligences, Daniel Goleman telah menjelaskan bahwa kecerdasan emosional dan sosial di dalam kehidupan dibutuhkan 80 %, sedangkan kecerdasan intelektual hanya 20 % saja. Di dalam hal ini sehingga pendidikan karakter dibutuhkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab, bukan kehidupan yang malah dipenuhi dengan perilaku biadab. Jadi tepikirlah oleh para ahli  apa yang dikenal dengan pendidikan karakter.

Baca Juga :  Geladi Bersih ANBK SD di Karimunjawa Terkendala Jaringan Internet

Tak sedikit pilar karakter yang harus ditanamkan kepada anak anak penerus bangsa, yaitu seperti kejujuran. Memang kejujuran merupakan hal yang sangat utama dan harus ditanamkan ke diri sendiri maupun ke anak anak penerus bangsa karena kejujuran merupakan benteng dari semua hal, tak hanya itu saja tapi juga ada pilar karkater mengenai keadilan, seperti yang bisa dilihat begitu banyak ketidakadilan terutama di negara Indonesia ini. Tak hanya itu juga harus ditanamkan juga pilar karakter seperti rasa hormat ke kakak kelasnya, dan kakak kelas juga akan menyayangi adik-adik kelasnya, dan juga dengan teman seangkatan rasa saling menghargai harus ada di dalam diri setiap para murid supaya tercipta dunia pendidikan yang tidak ramai dengan tawuran.

Saat ini sudah banyak sekolah di Indonesia yang telah mengajarakan pendidikan karakter yang juga menjadi mata pelajaran khusus di sekolah yang bersangkutan. Mereka telah diajarkan bagaimana cara yang sifatnya untuk ke orang tua, para guru, dan juga lingkungan ditempat hidupnya.

Semoga dengan menerapkan pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan anak akan berdasar pada karakter-karakter yang bisa membawa mereka menjadi generasi penerus bangsa seperti yang diharapkan. Seperti negara yang bebas akan korupsi, ketidak adilan, dan masalah masalah lainnya.Tak hanya itu tapi juga menjadi bangsa yang berpegang teguh pada karakter yang kuat dan beradab. Mendidik karakter tidak semudah membalikan telapak tangan, maka dari itu ajarkan pada anak bangsa pendidikan karakter sedini mungkin. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/