alexametrics
26.2 C
Kudus
Wednesday, May 18, 2022

Mengapresiasi Siswa SD untuk Critical Thinking terhadap Teknologi

CRITICAL Thingking atau berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis fakta, mencetuskan dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argument dan memecahkan masalah (Chance, 1986).

Kemampuan berpikir kritis (critical thingking) sangat penting dimiliki oleh siswa sekolah dasar untuk menghadapi berbagai tantangan, mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi, mengambil keputusan yang tepat sehingga dapat menolong dirinya dan orang lain dalam menghadapi tantangan kehidupan di era globalisasi ini.

Namun demikian kemampuan berpikir kritis (critical thingking) itu tidak begitu saja dimiliki dan ditingkatkan dengan mudah oleh anak. Untuk memiliki dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, anak perlu didampingi oleh orang tua dan guru dalam menjalani kehidupan dengan fasilitas yang semakin canggih.


Selain itu diberi latihan-latihan dan pembiasaan dengan dihadapkan kepada masalah-masalah nyata yang harus dipecahkan. Sehingga siswa dapat terangsang untuk berpikir  dan kemampuan berpikir kritis siswa dapat meningkat.

Dalam era globalisasi saat ini masalah nyata dalam kehidupan yang dihadapi siswa sekolah dasar salah satunya adalah kemajuan teknologi semakin canggih.  Hampir semua siswa sekolah dasar memiliki gadget yang telah memberikan dampak yang besar. Mulai dari komunikasi, informasi, mengerjakan tugas-tugas sekolah dan game online.

Gadget selalu muncul dengan aplikasi-aplikasi terbaru yang mengikuti perkembangan zaman. Hampir setiap orang menghabiskan waktunya dengan menggunakan gadget. Dan salah satunya di kalangan anak sekolah dasar yang biasanya sudah kecanduan game online. Anak yang sudah kecanduan game online biasanya susah untuk belajar.

Oleh sebab itu peran orang tua dan guru sangat diperlukan untuk mengarahkan anak-anak agar dapat menggunakan gadget dengan tepat dalam hal yang positif. Gadget memiliki dampak positif pada anak sekolah dasar seperti untuk menambah ilmu pengetahuan, mencari materi di internet, mempermudah komunikasi jarak jauh, dan juga memperluas pertemanan.

Baca Juga :  Teknologi sebagai Media Penunjang Keberhasilan Belajar

Selain dampak positif gadget juga memiliki dampak negatif antara lain kecanduan game online, anak jarang ditemukan mengobrol, bercanda dengan teman sebaya mereka lebih sering berdiam diri dan lebih asik dengan gadget mereka sendiri. Selain itu dampak negatif juga bisa menyebabkan resiko radiasi karena sering main gadget dan terlalu dekat dengan mata.

Orang tua sangat berperan penting dalam pengawasan anak saat di rumah, selalu mendampingi anak pada saat bermain gadget  dan membatasi waktu anak dalam bermain game online, agar anak tahu waktu untuk bermain game dan belajar. Orang tua selalu mengajarkan anak untuk penggunaan gadget yang benar dan sesuai kebutuhannya saja, misalnya untuk mencari materi di internet.

Peran guru dalam perkembangan teknologi tidak hanya sebagai pengajar saja tetapi sekaligus menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar bagi siswa. Guru menjadi contoh dalam penggunaan teknologi informasi di sekolah, sehingga guru harus bisa mencontohkan yang teladan dapat menunjukkan sikap-sikap yang akan menginspirasi siswa untuk melakukan hal yang sama, yang lebih baik. Sehingga dapat mengurangi penyalahgunaan teknologi bagi siswa sekolah dasar.

Adanya dampak posiif dan negatif maka perlu melatih anak sekolah dasar untuk berpikir kritis terhadap teknologi. Ketika tidak memiliki pola pikir kritis anak akan menjadi orang yang mudah terombang-ambing di tengah banjirnya informasi, kemudian menjadi orang yang mudah terprovokasi, di adu domba dan bahkan kena tipu.

Ketrampilan berpikir kritis akan menjadi perisai dalam melindungi diri dari informasi yang menyesatkan dan pegangan anak dalam mengambil keputusan. (*)

CRITICAL Thingking atau berpikir kritis adalah kemampuan menganalisis fakta, mencetuskan dan menata gagasan, mempertahankan pendapat, membuat perbandingan, menarik kesimpulan, mengevaluasi argument dan memecahkan masalah (Chance, 1986).

Kemampuan berpikir kritis (critical thingking) sangat penting dimiliki oleh siswa sekolah dasar untuk menghadapi berbagai tantangan, mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi, mengambil keputusan yang tepat sehingga dapat menolong dirinya dan orang lain dalam menghadapi tantangan kehidupan di era globalisasi ini.

Namun demikian kemampuan berpikir kritis (critical thingking) itu tidak begitu saja dimiliki dan ditingkatkan dengan mudah oleh anak. Untuk memiliki dan dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis, anak perlu didampingi oleh orang tua dan guru dalam menjalani kehidupan dengan fasilitas yang semakin canggih.

Selain itu diberi latihan-latihan dan pembiasaan dengan dihadapkan kepada masalah-masalah nyata yang harus dipecahkan. Sehingga siswa dapat terangsang untuk berpikir  dan kemampuan berpikir kritis siswa dapat meningkat.

Dalam era globalisasi saat ini masalah nyata dalam kehidupan yang dihadapi siswa sekolah dasar salah satunya adalah kemajuan teknologi semakin canggih.  Hampir semua siswa sekolah dasar memiliki gadget yang telah memberikan dampak yang besar. Mulai dari komunikasi, informasi, mengerjakan tugas-tugas sekolah dan game online.

Gadget selalu muncul dengan aplikasi-aplikasi terbaru yang mengikuti perkembangan zaman. Hampir setiap orang menghabiskan waktunya dengan menggunakan gadget. Dan salah satunya di kalangan anak sekolah dasar yang biasanya sudah kecanduan game online. Anak yang sudah kecanduan game online biasanya susah untuk belajar.

Oleh sebab itu peran orang tua dan guru sangat diperlukan untuk mengarahkan anak-anak agar dapat menggunakan gadget dengan tepat dalam hal yang positif. Gadget memiliki dampak positif pada anak sekolah dasar seperti untuk menambah ilmu pengetahuan, mencari materi di internet, mempermudah komunikasi jarak jauh, dan juga memperluas pertemanan.

Baca Juga :  Ikuti Riset di Berbagai Negara

Selain dampak positif gadget juga memiliki dampak negatif antara lain kecanduan game online, anak jarang ditemukan mengobrol, bercanda dengan teman sebaya mereka lebih sering berdiam diri dan lebih asik dengan gadget mereka sendiri. Selain itu dampak negatif juga bisa menyebabkan resiko radiasi karena sering main gadget dan terlalu dekat dengan mata.

Orang tua sangat berperan penting dalam pengawasan anak saat di rumah, selalu mendampingi anak pada saat bermain gadget  dan membatasi waktu anak dalam bermain game online, agar anak tahu waktu untuk bermain game dan belajar. Orang tua selalu mengajarkan anak untuk penggunaan gadget yang benar dan sesuai kebutuhannya saja, misalnya untuk mencari materi di internet.

Peran guru dalam perkembangan teknologi tidak hanya sebagai pengajar saja tetapi sekaligus menjadi fasilitator, kolaborator, mentor, pelatih, pengarah dan teman belajar bagi siswa. Guru menjadi contoh dalam penggunaan teknologi informasi di sekolah, sehingga guru harus bisa mencontohkan yang teladan dapat menunjukkan sikap-sikap yang akan menginspirasi siswa untuk melakukan hal yang sama, yang lebih baik. Sehingga dapat mengurangi penyalahgunaan teknologi bagi siswa sekolah dasar.

Adanya dampak posiif dan negatif maka perlu melatih anak sekolah dasar untuk berpikir kritis terhadap teknologi. Ketika tidak memiliki pola pikir kritis anak akan menjadi orang yang mudah terombang-ambing di tengah banjirnya informasi, kemudian menjadi orang yang mudah terprovokasi, di adu domba dan bahkan kena tipu.

Ketrampilan berpikir kritis akan menjadi perisai dalam melindungi diri dari informasi yang menyesatkan dan pegangan anak dalam mengambil keputusan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/