alexametrics
22.6 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Tumbuhkan Sikap Percaya Diri Siswa dalam Pembelajaran

PERCAYA diri menjadi salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai modal untuk mencapai kesuksesan. Menurut Hakim (2004), percaya diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimiliki seseorang. Dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai tujuan dalam hidupnya. Sikap percaya diri biasanya menjadikan siswa lebih mandiri, disiplin, mampu mengontrol diri sendiri, serta bersedia menerima dan melaksanakan tanggung jawabnya tanpa merasa ragu atau takut berbuat kesalahan.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk menumbuhkan percaya diri pada siswa saat pembelajaran tatap muka (PTM) di kelas maupun saat pembelajaran jarah jauh (PJJ). Beberapa di antaranya, berikan feedback (umpan balik) positif kepada siswa. Umpan balik positif adalah umpan balik yang diberikan guru ketika siswa berhasil melakukan tugas dengan baik. Bentuknya bermacam-macam dan seringkali sangat sederhana, tetapi amat penting untuk meningkatkan percaya diri siswa. Misalnya, memberikan pujian atau acungan jempol dengan senyuman yang tulus.

Tentukan tujuan pembelajaran yang realisitis untuk dikuasai siswa. Pada saat merencanakan pembelajaran, guru harus benar-benar mempertimbangkan tujuan pembelajaran yang akan dicapainya. Tujuan pembelajaran jangan terlalu mudah, sehingga membuat siswa bosan dan tidak merasa tertantang. Sebaliknya, tujuan jangan terlalu sulit, sehingga membuat siswa patah semangat dan kehilangan kepercayaan diri.


Berikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi sesuai kemampuan yang dimiliki. Siswa sebagai pribadi yang unik dan tidak ada yang sama. Guru perlu mengenal mereka secara mendalam termasuk kemampuannya. Guru dapat mempertimbangkan siswa yang cocok untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tertentu. Memberikan kesempatan tampil di kelas kepada seluruh siswa akan menumbuhkan sikap percaya diri dan tidak akan membuat beberapa siswa menjadi tersisih.

Baca Juga :  Wujudkan Sekolah Literasi, SMPN 1 Purwodadi Diganjar Radar Kudus Award

Ciptakan suasana pembelajaran yang aman dan nyaman. Kelas yang aman dan nyaman akan membuat semua siswa di kelas berani tampil dengan percaya diri. Jangan biarkan siswa menertawakan teman yang melakukan kesalahan. Apalagi ada nada ejekan. Tanamkan kepada semua siswa bahwa penampilan temannya adalah usaha yang telah dilakukan secara maksimal sesuai kemampuannya.

Yakinkan bahwa kesalahan adalah kunci belajar yang baik. Ketika siswa membuat kesalahan, berikan keyakinan bahwa hal itu wajar. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Ajak siswa merefleksi bagian kurang sempurna yang harus diperbaiki. Ketika guru menunjukkan bahwa itu manusiawi, siswa tidak akan pernah merasa takut untuk berpartisipasi.

Tunjukkan antusiasme dalam mengajar. Guru yang menunjukkan antusiasme saat mengajar secara langsung akan mengalirkan energi positif kepada siswa-siswanya untuk percaya diri.

Koreksi kesalahan siswa pada bagian krusial. Jika di kelas ada siswa yang melakukan kesalahan, jangan hakimi dengan koreksi panjang. Tetap berikan pujian seperlunya karena telah berani tampil, lalu koreksi kesalahan pada bagian-bagian terpenting saja. Berikan ia kesempatan lebih banyak, sehingga perbaikan dapat dilakukan sedikit demi sedikit secara bertahap.

Ciptakan unit-unit kecil pembelajaran. Sebuah kegiatan pembelajaran harus dibagi dalam unit-unit kecil yang tidak membutuhkan waktu lama. Informasi dan keterampilan-keterampilan  akan mudah ditangkap dan dicerna dengan baik jika diberikan dalam potongan-potongan kecil. Hal ini akan meakan mempermudah memprosesnya, sehingga siswa merasa bahwa pembelajaran itu tidak sulit. Akhirnya percaya diri siswa tumbuh dengan baik.

Semoga sikap percaya diri siswa tetap tumbuh dengan baik, meski pandemi Covid-19 telah memisahkan jarak nyata dalam pembelajaran. (*)

PERCAYA diri menjadi salah satu aspek kepribadian yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebagai modal untuk mencapai kesuksesan. Menurut Hakim (2004), percaya diri adalah suatu keyakinan seseorang terhadap segala aspek kelebihan yang dimiliki seseorang. Dan keyakinan tersebut membuatnya merasa mampu untuk bisa mencapai tujuan dalam hidupnya. Sikap percaya diri biasanya menjadikan siswa lebih mandiri, disiplin, mampu mengontrol diri sendiri, serta bersedia menerima dan melaksanakan tanggung jawabnya tanpa merasa ragu atau takut berbuat kesalahan.

Ada banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk menumbuhkan percaya diri pada siswa saat pembelajaran tatap muka (PTM) di kelas maupun saat pembelajaran jarah jauh (PJJ). Beberapa di antaranya, berikan feedback (umpan balik) positif kepada siswa. Umpan balik positif adalah umpan balik yang diberikan guru ketika siswa berhasil melakukan tugas dengan baik. Bentuknya bermacam-macam dan seringkali sangat sederhana, tetapi amat penting untuk meningkatkan percaya diri siswa. Misalnya, memberikan pujian atau acungan jempol dengan senyuman yang tulus.

Tentukan tujuan pembelajaran yang realisitis untuk dikuasai siswa. Pada saat merencanakan pembelajaran, guru harus benar-benar mempertimbangkan tujuan pembelajaran yang akan dicapainya. Tujuan pembelajaran jangan terlalu mudah, sehingga membuat siswa bosan dan tidak merasa tertantang. Sebaliknya, tujuan jangan terlalu sulit, sehingga membuat siswa patah semangat dan kehilangan kepercayaan diri.

Berikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi sesuai kemampuan yang dimiliki. Siswa sebagai pribadi yang unik dan tidak ada yang sama. Guru perlu mengenal mereka secara mendalam termasuk kemampuannya. Guru dapat mempertimbangkan siswa yang cocok untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tertentu. Memberikan kesempatan tampil di kelas kepada seluruh siswa akan menumbuhkan sikap percaya diri dan tidak akan membuat beberapa siswa menjadi tersisih.

Baca Juga :  Peran Guru sebagai Motivator Belajar siswa

Ciptakan suasana pembelajaran yang aman dan nyaman. Kelas yang aman dan nyaman akan membuat semua siswa di kelas berani tampil dengan percaya diri. Jangan biarkan siswa menertawakan teman yang melakukan kesalahan. Apalagi ada nada ejekan. Tanamkan kepada semua siswa bahwa penampilan temannya adalah usaha yang telah dilakukan secara maksimal sesuai kemampuannya.

Yakinkan bahwa kesalahan adalah kunci belajar yang baik. Ketika siswa membuat kesalahan, berikan keyakinan bahwa hal itu wajar. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Ajak siswa merefleksi bagian kurang sempurna yang harus diperbaiki. Ketika guru menunjukkan bahwa itu manusiawi, siswa tidak akan pernah merasa takut untuk berpartisipasi.

Tunjukkan antusiasme dalam mengajar. Guru yang menunjukkan antusiasme saat mengajar secara langsung akan mengalirkan energi positif kepada siswa-siswanya untuk percaya diri.

Koreksi kesalahan siswa pada bagian krusial. Jika di kelas ada siswa yang melakukan kesalahan, jangan hakimi dengan koreksi panjang. Tetap berikan pujian seperlunya karena telah berani tampil, lalu koreksi kesalahan pada bagian-bagian terpenting saja. Berikan ia kesempatan lebih banyak, sehingga perbaikan dapat dilakukan sedikit demi sedikit secara bertahap.

Ciptakan unit-unit kecil pembelajaran. Sebuah kegiatan pembelajaran harus dibagi dalam unit-unit kecil yang tidak membutuhkan waktu lama. Informasi dan keterampilan-keterampilan  akan mudah ditangkap dan dicerna dengan baik jika diberikan dalam potongan-potongan kecil. Hal ini akan meakan mempermudah memprosesnya, sehingga siswa merasa bahwa pembelajaran itu tidak sulit. Akhirnya percaya diri siswa tumbuh dengan baik.

Semoga sikap percaya diri siswa tetap tumbuh dengan baik, meski pandemi Covid-19 telah memisahkan jarak nyata dalam pembelajaran. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/