alexametrics
22.8 C
Kudus
Wednesday, June 29, 2022

Penggunaan Tanaman Penghancur Batu Ginjal

PERKEMBANGAN obat tradisional maupun penelitian tanaman-tanaman yang bermanfaat untuk kepentingan kesehatan, baik untuk tujuan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif hingga kini masih diminati. Salah satunya, tanaman yang banyak digunakan sebagai penghancur batu ginjal.

Hasil penelitian menunjukkan masih banyak penderita batu ginjal yang ada di Indonesia terutama wilayah Jawa Tengah-DIY. Kasus batu ginjal di RS dr. Kariadi ditemukan 32,8 persen (2003) menjadi 39,1 persen (2005) dibanding seluruh kasus urologi. Pada 2013 prevalensi nehrolisis sebesar 0,8 persen (Novita, 2016).

Fakta menunjukkan setiap seribu orang, lebih dari lima orang menderita batu ginjal. Pria lebih banyak terkena batu ginjal dibanding wanita dengan perbandingan 3:1 dan jenis batu yang banyak ditemukan adalah kalsium oksalat. (Manish et al., 2011).


Batu ginjal adalah deposit kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal. Terbentuk dari mineral dan garam asam lantaran tubuh kekurangan cairan. Sehingga air seni menjadi pekat dan keruh. Lama kelamaan akan membentuk kristal, menempel satu sama lain dan mengeras membentuk batu yang akan menempel di ginjal serta menyumbat saluran kemih.

Hal ini membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan ini. Tanaman penghancur batu ginjal yang sudah banyak diteliti antara lain tempuyung, kumis kucing, daun mangga, jeruk nipis, mengkudu, daun sukun, rambut jagung dan masih banyak tanaman lainnya yang berkhasiat sama dan sudah diteliti. Semua  penelitian antikalkuli  ini mempunyai kesamaan kandungan kimia yang berperan penting dalam meluruhkan batu ginjal. Jika dikembangkan sebagai obat tradisional maka akan lebih efektif menggunakan campuran dari beberapa tanaman tradisional, tetapi hal ini juga perlu penelitian secara klinis mengingat adanya kandungan zat kimia yang mempunyai potensi saling meniadakan atau bahkan meningkatkan efek yang diinginkan.

Gejala yang dirasakan penderita batu ginjal seperti perut sampai menembus pinggang belakang sakit dan pegal, sering buang air kecil dalam jumlah yang sedikit, kadang disertai urin berwarna merah. Gejala pertama dari batu ginjal adalah rasa sakit yang parah, muncul secara tiba-tiba ketika batu bergerak dalam saluran kemih dan menghalangi aliran urin, nyeri, kram tajam di punggung dan samping tubuh. Rasa sakit dapat berpindah ke perut bagian bawah, kadang mengalami rasa mual hingga muntah. Pada saat batu ginjal bergerak dan tubuh mencoba untuk mendorongnya keluar, darah dapat muncul dalam urin sehingga urin berwarna merah muda. Begitu batu ginjal bergerak menuruni ureter menjadi lebih dekat dengan kandung kemih, akan mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil. Jika mengalami demam dan rasa menggigil selain gejala-gejala tersebut kemungkinan terjadi infeksi. Pasien harus mengkonsumsi banyak air mineral, setidaknya 3 liter per hari, mengurangi asupan garam, sering makan buah dan sayuran, kurangi yang mengandung oksalat tinggi dan hindari protein hewani.

Baca Juga :  Tantangan Pendidikan

Batu berukuran kecil yang tidak menyebabkan infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. Jika batu telah terbuang maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik (Bashir & Gillani, 2011). Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 cm. Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit, diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa, tetapi batu lainnya tidak bisa diatasi dengan cara ini. Batu struvit potensial berbahaya karena dapat tumbuh besar dan mengisi pelvis ginjal dan kalises, sehingga batu ini harus dibuang dengan proses pembedahan. Batu struvit terutama terbentuk pada wanita yang diakibatkan oleh infeksi saluran kemih oleh bakteri yang menghasilkan urease, biasanya dari spesies Proteus, karena itu diberikan antibiotik (Price & Wilson, 1985).

Obat-obatan yang telah beredar di pasaran dan diindikasikan mengobati batu ginjal seperti jamu Calcusol (Perusahaan Jamu Tradisional) yang berisi ekstrak daun tempuyung, Batugin (Kimia Farma) yang berisi ekstrak daun tempuyung dan daun keji beling, Kalkurenal (Darya Varia) yang berisi ekstrak akar dan kulit berberis, ekstrak akar rubia dan ekstrak saksifraga; Nephrolit (Bintang Toedjoe) yang berisi ekstrak tempuyung, keji beling, kumis kucing, dan meniran; Renalof (Tobbest Busindo) dengan ekstrak Agropyron repens serta Renax (Interbat) yang berisi ekstrak kering dari Sericocalyx Folium, Orthosiphon Herba, Sonchus Folium, Plantago Folium.

PERKEMBANGAN obat tradisional maupun penelitian tanaman-tanaman yang bermanfaat untuk kepentingan kesehatan, baik untuk tujuan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif hingga kini masih diminati. Salah satunya, tanaman yang banyak digunakan sebagai penghancur batu ginjal.

Hasil penelitian menunjukkan masih banyak penderita batu ginjal yang ada di Indonesia terutama wilayah Jawa Tengah-DIY. Kasus batu ginjal di RS dr. Kariadi ditemukan 32,8 persen (2003) menjadi 39,1 persen (2005) dibanding seluruh kasus urologi. Pada 2013 prevalensi nehrolisis sebesar 0,8 persen (Novita, 2016).

Fakta menunjukkan setiap seribu orang, lebih dari lima orang menderita batu ginjal. Pria lebih banyak terkena batu ginjal dibanding wanita dengan perbandingan 3:1 dan jenis batu yang banyak ditemukan adalah kalsium oksalat. (Manish et al., 2011).

Batu ginjal adalah deposit kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal. Terbentuk dari mineral dan garam asam lantaran tubuh kekurangan cairan. Sehingga air seni menjadi pekat dan keruh. Lama kelamaan akan membentuk kristal, menempel satu sama lain dan mengeras membentuk batu yang akan menempel di ginjal serta menyumbat saluran kemih.

Hal ini membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak untuk mengatasi permasalahan ini. Tanaman penghancur batu ginjal yang sudah banyak diteliti antara lain tempuyung, kumis kucing, daun mangga, jeruk nipis, mengkudu, daun sukun, rambut jagung dan masih banyak tanaman lainnya yang berkhasiat sama dan sudah diteliti. Semua  penelitian antikalkuli  ini mempunyai kesamaan kandungan kimia yang berperan penting dalam meluruhkan batu ginjal. Jika dikembangkan sebagai obat tradisional maka akan lebih efektif menggunakan campuran dari beberapa tanaman tradisional, tetapi hal ini juga perlu penelitian secara klinis mengingat adanya kandungan zat kimia yang mempunyai potensi saling meniadakan atau bahkan meningkatkan efek yang diinginkan.

Gejala yang dirasakan penderita batu ginjal seperti perut sampai menembus pinggang belakang sakit dan pegal, sering buang air kecil dalam jumlah yang sedikit, kadang disertai urin berwarna merah. Gejala pertama dari batu ginjal adalah rasa sakit yang parah, muncul secara tiba-tiba ketika batu bergerak dalam saluran kemih dan menghalangi aliran urin, nyeri, kram tajam di punggung dan samping tubuh. Rasa sakit dapat berpindah ke perut bagian bawah, kadang mengalami rasa mual hingga muntah. Pada saat batu ginjal bergerak dan tubuh mencoba untuk mendorongnya keluar, darah dapat muncul dalam urin sehingga urin berwarna merah muda. Begitu batu ginjal bergerak menuruni ureter menjadi lebih dekat dengan kandung kemih, akan mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil. Jika mengalami demam dan rasa menggigil selain gejala-gejala tersebut kemungkinan terjadi infeksi. Pasien harus mengkonsumsi banyak air mineral, setidaknya 3 liter per hari, mengurangi asupan garam, sering makan buah dan sayuran, kurangi yang mengandung oksalat tinggi dan hindari protein hewani.

Baca Juga :  MTsN 1 Pati Bukukan 1.058 Prestasi selama Setahun

Batu berukuran kecil yang tidak menyebabkan infeksi, biasanya tidak perlu diobati. Minum banyak cairan akan meningkatkan pembentukan air kemih dan membantu membuang beberapa batu. Jika batu telah terbuang maka tidak perlu lagi dilakukan pengobatan segera. Kolik renalis bisa dikurangi dengan obat pereda nyeri golongan narkotik (Bashir & Gillani, 2011). Batu di dalam pelvis renalis atau bagian ureter paling atas yang berukuran 1 cm. Pecahan batu selanjutnya akan dibuang dalam air kemih. Kadang sebuah batu diangkat melalui suatu sayatan kecil di kulit, diikuti dengan pengobatan ultrasonik. Batu asam urat kadang akan larut secara bertahap pada suasana air kemih yang basa, tetapi batu lainnya tidak bisa diatasi dengan cara ini. Batu struvit potensial berbahaya karena dapat tumbuh besar dan mengisi pelvis ginjal dan kalises, sehingga batu ini harus dibuang dengan proses pembedahan. Batu struvit terutama terbentuk pada wanita yang diakibatkan oleh infeksi saluran kemih oleh bakteri yang menghasilkan urease, biasanya dari spesies Proteus, karena itu diberikan antibiotik (Price & Wilson, 1985).

Obat-obatan yang telah beredar di pasaran dan diindikasikan mengobati batu ginjal seperti jamu Calcusol (Perusahaan Jamu Tradisional) yang berisi ekstrak daun tempuyung, Batugin (Kimia Farma) yang berisi ekstrak daun tempuyung dan daun keji beling, Kalkurenal (Darya Varia) yang berisi ekstrak akar dan kulit berberis, ekstrak akar rubia dan ekstrak saksifraga; Nephrolit (Bintang Toedjoe) yang berisi ekstrak tempuyung, keji beling, kumis kucing, dan meniran; Renalof (Tobbest Busindo) dengan ekstrak Agropyron repens serta Renax (Interbat) yang berisi ekstrak kering dari Sericocalyx Folium, Orthosiphon Herba, Sonchus Folium, Plantago Folium.

Most Read

Artikel Terbaru

/