alexametrics
24.6 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Optimalisasi Pendidikan Agama Islam di Sekolah

KEMAJUAN suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat menaikkan harkat dan martabat manusia Indonesia, termasuk penataan pendidikan agama Islam. Tulisan ini saya buat dengan tujuan untuk mengkaji permasalahan pendidikan Agama Islam di sekolah dan mencoba memberikan solusi dalam mengoptimalisasikan pendidikan agama Islam di Sekolah melalui peningkatan mutu. Adapun yang layaknya diterapkan guna mencapai kualias bidang pendidikan agama islam yang prima hendaknya memperhatikan langkah berikut; adanya kesetaraan sejawat di sekolah, sarana penunjang kegiatan, dukungan pihak terkait, menerapkan pengitegrasian Pendidikan Agama Islam, dan melakukan evaluasi.

Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah umum, dari SD sampai Perguruan Tinggi mempunyai peranan sangat strategis dan signifikan dalam membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman, berilmu dan berkepribadian.

Sekolah umum merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki tanggung jawab dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang jumlah jam pelajarannya ada 4 jam perminggu ditingkat SD salah satunya SDN 3 Mojoagung, jumlah jam tersebut tidak menjamin sepenuhnya untuk dapat mewujudkan tujuan pendidikan Nasional, karena Materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat luas, kompleks dan universal.


Dalam kehidupan keseharian kita banyak sekali menemukan perilaku negatif yang ditunjukkan oleh peserta didik. Menurut Tafsir (1996:21) mengatakan bahwa kemerosotan akhlak banyak terjadi pada semua lapisan masyarakat, akan tetapi dikalangan remaja lebih banyak terlihat. Perilaku tersebut merupakan indicator bahwa belum optimalnya pendidikan agama Islam di sekolah dan sekaligus tantangan bagi lembaga pendidkan khususnya guru pendidikan Agama islam, untuk mencari model pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai ajaran Islam dalam diri peserta didik. Ada tiga alasan penting untuk mengoptimalkan pendidikan Islam di sekolah. Pertama, bahwa peserta didik aset terbesar umat Islam ada di sekolah (Tadrib,Vol-3, No.2, Desember 2017). Kedua, alokasi mata pelajaran PAI yang dilaksanakan di sekolah sangat terbatas yang tidak mungkin dapat menyelesaikan materi pembelajaran Agama Islam secara menyeluruh dan utuh. Oleh karena itu optimalisasi PAI mesti dilakukan secara terpadu. Ketiga, jika pendidikan Agama Islam kurang mendapat perhatian di sekolah, maka dikhawatirkan terjadinya dikotomi antara ilmu dan agama. Kelak mereka akan cerdas dan menguasai sains, akan tetapi tidak dilandasi dengan keimanan yang kuat, kaya intelektualitas tetapi miskin spiritualitas keagamaan. untuk mengatasi persoalan tersebut, perlu dilakukan optimalisasi pendidikan Islam di sekolah.

Baca Juga :  Langgar Prokes, Sekolah di Kudus Ditutup Bupati

Tuntutan yang harus benar-benar diperhitungkan karena pemerintah memberikan dan menaikkan tunjangan bukan hanya gaji kepada guru yang melaksanakan tugas kewajiban, seharusnya pelaksanaan pendidikan agama Islam tidak hanya disampaikan secara formal dalam suatu proses pembelajaran saja, namun dapat pula dilakukan diluar proses pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaraan pendidikan agama Islam bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab guru agama saja melainkan juga guru-guru bidang studi lainnya. Dengan demikian hasil pendidikan agama yang dilakukan secara bersama-sama ini, dapat membentuk pengetahuan, sikap, perilaku, dan pengalaman keagamaan yang baik dan benar. Peserta didik akan mempunyai akhlak mulia, perilaku jujur, disiplin, dan semangat keagamaan sehingga menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas dirinya. Kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik, sebagaimana yang diamanatkan oleh tujuan pendidikan nasional yang dimuat dalam penjelasan Undang-undang nomor 20/2003 tentang system pendidikan Nasional. (*)

KEMAJUAN suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik. Upaya peningkatan mutu pendidikan itu diharapkan dapat menaikkan harkat dan martabat manusia Indonesia, termasuk penataan pendidikan agama Islam. Tulisan ini saya buat dengan tujuan untuk mengkaji permasalahan pendidikan Agama Islam di sekolah dan mencoba memberikan solusi dalam mengoptimalisasikan pendidikan agama Islam di Sekolah melalui peningkatan mutu. Adapun yang layaknya diterapkan guna mencapai kualias bidang pendidikan agama islam yang prima hendaknya memperhatikan langkah berikut; adanya kesetaraan sejawat di sekolah, sarana penunjang kegiatan, dukungan pihak terkait, menerapkan pengitegrasian Pendidikan Agama Islam, dan melakukan evaluasi.

Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah umum, dari SD sampai Perguruan Tinggi mempunyai peranan sangat strategis dan signifikan dalam membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman, berilmu dan berkepribadian.

Sekolah umum merupakan salah satu lembaga pendidikan yang memiliki tanggung jawab dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang jumlah jam pelajarannya ada 4 jam perminggu ditingkat SD salah satunya SDN 3 Mojoagung, jumlah jam tersebut tidak menjamin sepenuhnya untuk dapat mewujudkan tujuan pendidikan Nasional, karena Materi pembelajaran Pendidikan Agama Islam sangat luas, kompleks dan universal.

Dalam kehidupan keseharian kita banyak sekali menemukan perilaku negatif yang ditunjukkan oleh peserta didik. Menurut Tafsir (1996:21) mengatakan bahwa kemerosotan akhlak banyak terjadi pada semua lapisan masyarakat, akan tetapi dikalangan remaja lebih banyak terlihat. Perilaku tersebut merupakan indicator bahwa belum optimalnya pendidikan agama Islam di sekolah dan sekaligus tantangan bagi lembaga pendidkan khususnya guru pendidikan Agama islam, untuk mencari model pembelajaran yang mampu menginternalisasikan nilai-nilai ajaran Islam dalam diri peserta didik. Ada tiga alasan penting untuk mengoptimalkan pendidikan Islam di sekolah. Pertama, bahwa peserta didik aset terbesar umat Islam ada di sekolah (Tadrib,Vol-3, No.2, Desember 2017). Kedua, alokasi mata pelajaran PAI yang dilaksanakan di sekolah sangat terbatas yang tidak mungkin dapat menyelesaikan materi pembelajaran Agama Islam secara menyeluruh dan utuh. Oleh karena itu optimalisasi PAI mesti dilakukan secara terpadu. Ketiga, jika pendidikan Agama Islam kurang mendapat perhatian di sekolah, maka dikhawatirkan terjadinya dikotomi antara ilmu dan agama. Kelak mereka akan cerdas dan menguasai sains, akan tetapi tidak dilandasi dengan keimanan yang kuat, kaya intelektualitas tetapi miskin spiritualitas keagamaan. untuk mengatasi persoalan tersebut, perlu dilakukan optimalisasi pendidikan Islam di sekolah.

Baca Juga :  Langgar Prokes, Sekolah di Kudus Ditutup Bupati

Tuntutan yang harus benar-benar diperhitungkan karena pemerintah memberikan dan menaikkan tunjangan bukan hanya gaji kepada guru yang melaksanakan tugas kewajiban, seharusnya pelaksanaan pendidikan agama Islam tidak hanya disampaikan secara formal dalam suatu proses pembelajaran saja, namun dapat pula dilakukan diluar proses pembelajaran dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaraan pendidikan agama Islam bukan hanya menjadi tugas dan tanggung jawab guru agama saja melainkan juga guru-guru bidang studi lainnya. Dengan demikian hasil pendidikan agama yang dilakukan secara bersama-sama ini, dapat membentuk pengetahuan, sikap, perilaku, dan pengalaman keagamaan yang baik dan benar. Peserta didik akan mempunyai akhlak mulia, perilaku jujur, disiplin, dan semangat keagamaan sehingga menjadi dasar untuk meningkatkan kualitas dirinya. Kemajuan suatu bangsa hanya dapat dicapai melalui penataan pendidikan yang baik, sebagaimana yang diamanatkan oleh tujuan pendidikan nasional yang dimuat dalam penjelasan Undang-undang nomor 20/2003 tentang system pendidikan Nasional. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/