alexametrics
22.5 C
Kudus
Wednesday, June 29, 2022

Inovasi Pembelajaran PAI pada Masa Pandemi Covid-19

PEMBELAJARAN PAI di sekolah menghadapi problematika sehingga memerlukan pembenahan secara teknis dan menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran PAI di sekolah, ketika dunia dihadapkan dengan pandemic Covid-19 yang melanda. Wabah Covid-19 memberikan dampak terhadap pembelajaran PAI di sekolah. Keadaan seperti ini memaksa guru PAI harus melakukan proses pembelajaran secara inovasi yang dapat memengaruhi proses KBM serta tingkat perkembangan peserta didik dalam merespons materi yang disampaikan. Dengan\ inovasi, kreativitas, dan usaha yang terus-menerus, dapat menemukan cara-cara baru dan dapat menjadikan sesuatu yang lebih baik. “Problem Solving” pembaharuan pendidikan adalah upaya yang lebih diminati dan berkembang. Pemberian tugas atau latihan yang tepat, hakikatnya upaya seorang guru memberikan “peluang” bagi siswa untuk terjadi proses belajar dengan maksimal.

Inovasi adalah sebuah pembaharuan yang bisa berupa ide, objek, produk, karya, dan lainlain. Dengan mengembangkan atau menggabungkan hal yang sudah ada hingga terlihat baru. Sedangkan proses pembelajaran adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh guru dan peserta didik atau individu maupun kelompok dalam belajar. Jadi, inovasi pembelajaran adalah sebuah kegiatan belajar yang dilakukan oleh guru dan peserta didik atau individu dan kelompok dengan cara baru atau inovatif dalam proses belajar (Aditia, 2020). Secara sederhana, inovasi diartikan sebagai pembaruan atau pembahasan dengan ditandai adanya hal-hal yang baru. Upaya untuk mewujudkan hal-hal yang baru tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain dalam upaya pemecahan masalah yang dihadapi seseorang atau kelompok orang (Iriainsyah, 2020).

Hakikat inovasi pembelajaran adalah ide dan gagasan baru tentang berbagai faktor yang dapat mendorong terjadinya pembelajaran yang lebih baik dan tepat guna. Secara harfiah, inovasi pembelajaran dapat disebut pembaharuan pembelajaran. Inovasi pembelajaran bagian dari inovasi pendidikan, yaitu usaha-usaha dengan melakukan perubahan untuk mencapai suatu yang lebih baik dalam bidang Pendidikan (Febriandi, 2020).


Adapun modal daring yang bisa diterapkan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) oleh guru kepada peserta didiknya, di antaranya:
Pertama, video conference. Guru bisa menggunakan aplikasi video conference baik menggunakan smartphone atau laptop seperti: Zoom,Webex,Jitsi Meet,Google Meet, Teams.

Baca Juga :  PTM Terbatas dengan Group Project

Kedua, WhatsApp. Aplikasi ini banyak digunakan karena hampir semua pengguna smartphone memiliki aplikasi ini. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk berbagi text, gambar, dan audio atau video sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran online.
Ketiga, YoutubeAplikasi milik Google ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk berbagi video pembelajaran kepada peserta didiknya. Yang paling efektif adalah videonya dilengkapi gambar atau animasi dengan materi pembelajaran yang sesuai dan soal-soal tentang materi tersebut.
Keempat Facebook. Media sosial ini banyak digunakan oleh peserta didik. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh guru untuk membuat pembelajaran daring dengan fitur siaran langsung atau mengunggah video pembelajaran di Facebook untuk ditonton oleh peserta didiknya.
Kelima, Google Classroom. Media pembelajaran yang lain yang bisa dimanfaatkan oleh peserta didik untuk pembuatan soal online yakni aplikasi Google Classroom. Aplikasi ini memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan gurunya, membaca materi pembelajaran, dan bahkan mengerjakan soal online.

Keenam, blog. Blog dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran secara daring istilah yang sedang tren adalah learning management system (LMS). Artinya, blog bisa dimanfaatkan untuk memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik baik berupa teks, gambar, atau video, dan dilengkapi dengan soal online. Baik menggunakan Google Form, Quizizz, Kahoot, atau lainnya.

Ketujuh, Edmodo. Situs ini bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran. Bapak dan ibu guru bisa membuat materi pembelajaran dan dilengkapi dengan soal-soal penilaian. Itulah beberapa pelaksanaan pembelajaran secara online yang bisa bapak dan ibu guru manfaatkan selama masa AKB. Oleh karena itu, bapak dan ibu guru harus mempersiapkan pembelajaran dengan mode daring, termasuk bapak ibu guru yang mengampu pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. (*)

PEMBELAJARAN PAI di sekolah menghadapi problematika sehingga memerlukan pembenahan secara teknis dan menuntut adanya inovasi dalam proses pembelajaran PAI di sekolah, ketika dunia dihadapkan dengan pandemic Covid-19 yang melanda. Wabah Covid-19 memberikan dampak terhadap pembelajaran PAI di sekolah. Keadaan seperti ini memaksa guru PAI harus melakukan proses pembelajaran secara inovasi yang dapat memengaruhi proses KBM serta tingkat perkembangan peserta didik dalam merespons materi yang disampaikan. Dengan\ inovasi, kreativitas, dan usaha yang terus-menerus, dapat menemukan cara-cara baru dan dapat menjadikan sesuatu yang lebih baik. “Problem Solving” pembaharuan pendidikan adalah upaya yang lebih diminati dan berkembang. Pemberian tugas atau latihan yang tepat, hakikatnya upaya seorang guru memberikan “peluang” bagi siswa untuk terjadi proses belajar dengan maksimal.

Inovasi adalah sebuah pembaharuan yang bisa berupa ide, objek, produk, karya, dan lainlain. Dengan mengembangkan atau menggabungkan hal yang sudah ada hingga terlihat baru. Sedangkan proses pembelajaran adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh guru dan peserta didik atau individu maupun kelompok dalam belajar. Jadi, inovasi pembelajaran adalah sebuah kegiatan belajar yang dilakukan oleh guru dan peserta didik atau individu dan kelompok dengan cara baru atau inovatif dalam proses belajar (Aditia, 2020). Secara sederhana, inovasi diartikan sebagai pembaruan atau pembahasan dengan ditandai adanya hal-hal yang baru. Upaya untuk mewujudkan hal-hal yang baru tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain dalam upaya pemecahan masalah yang dihadapi seseorang atau kelompok orang (Iriainsyah, 2020).

Hakikat inovasi pembelajaran adalah ide dan gagasan baru tentang berbagai faktor yang dapat mendorong terjadinya pembelajaran yang lebih baik dan tepat guna. Secara harfiah, inovasi pembelajaran dapat disebut pembaharuan pembelajaran. Inovasi pembelajaran bagian dari inovasi pendidikan, yaitu usaha-usaha dengan melakukan perubahan untuk mencapai suatu yang lebih baik dalam bidang Pendidikan (Febriandi, 2020).

Adapun modal daring yang bisa diterapkan pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) oleh guru kepada peserta didiknya, di antaranya:
Pertama, video conference. Guru bisa menggunakan aplikasi video conference baik menggunakan smartphone atau laptop seperti: Zoom,Webex,Jitsi Meet,Google Meet, Teams.

Baca Juga :  Kebijakan PTM Full pada Masa Pandemi

Kedua, WhatsApp. Aplikasi ini banyak digunakan karena hampir semua pengguna smartphone memiliki aplikasi ini. Aplikasi ini memungkinkan penggunanya untuk berbagi text, gambar, dan audio atau video sehingga dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran online.
Ketiga, YoutubeAplikasi milik Google ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk berbagi video pembelajaran kepada peserta didiknya. Yang paling efektif adalah videonya dilengkapi gambar atau animasi dengan materi pembelajaran yang sesuai dan soal-soal tentang materi tersebut.
Keempat Facebook. Media sosial ini banyak digunakan oleh peserta didik. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh guru untuk membuat pembelajaran daring dengan fitur siaran langsung atau mengunggah video pembelajaran di Facebook untuk ditonton oleh peserta didiknya.
Kelima, Google Classroom. Media pembelajaran yang lain yang bisa dimanfaatkan oleh peserta didik untuk pembuatan soal online yakni aplikasi Google Classroom. Aplikasi ini memungkinkan peserta didik berinteraksi dengan gurunya, membaca materi pembelajaran, dan bahkan mengerjakan soal online.

Keenam, blog. Blog dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran secara daring istilah yang sedang tren adalah learning management system (LMS). Artinya, blog bisa dimanfaatkan untuk memberikan materi pembelajaran kepada peserta didik baik berupa teks, gambar, atau video, dan dilengkapi dengan soal online. Baik menggunakan Google Form, Quizizz, Kahoot, atau lainnya.

Ketujuh, Edmodo. Situs ini bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran. Bapak dan ibu guru bisa membuat materi pembelajaran dan dilengkapi dengan soal-soal penilaian. Itulah beberapa pelaksanaan pembelajaran secara online yang bisa bapak dan ibu guru manfaatkan selama masa AKB. Oleh karena itu, bapak dan ibu guru harus mempersiapkan pembelajaran dengan mode daring, termasuk bapak ibu guru yang mengampu pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/