alexametrics
24 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Aplikasi WhatsApp Mempermudah PJJ Bahasa Jawa

PANDEMI Covid-19 yang telah berlangsung beberapa bulan ini menjadi keprihatinan banyak pihak. Semua aktivitas kehidupan harus menyesuaikan aturan protocol kesehatan demi mecegah penularan covid-19, dan menjaga kesehatan bersama. Kesehatan anak lebih penting dari segala–galanya. Semua orang tua akan berusaha sekuat tenaga melindungi, membesarkan dan mengantarkan anaknya menjadi pribadi yang membanggakan. Anak merupakan sosok manusia yang lemah yang dalam perkembangannya, perlu dikawal dengan sentuhan cinta dan perhatian bukan ancaman atau hujatan. Anak perlu pendekatan dari orang tua di masa sekarang ini.

Pendidikan pada hakekatnya menjadi tanggungjawab keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan pertama dan utama diperoleh di dalam keluarga. Dalam hal ini orang tualah yang sebenarnya sangat bertanggungjawab terhadap pendidikan anak- anaknya. Menukil dari semboyan Ki Hajar Dewantara yang berbunyi Tut Wuri Handayani, memiliki makna bahwa orang tua hendaknya berani mendukung dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan anak, terutama dalam bidang Pendidikan. Dalam peribahasa jawa disebutkan “Anak polah bapa kepradah”. Ketika anak dihadapkan dengan berbagai masalah dan kesulitan diharapkan orang tua timbul kesadaran untuk bersama–sama bergerak lebih peduli pada proses pendidikan anak–anaknya.

Era penanggulangan pandemic covid-19 yang memaksa Kemendikbud mewajibkan sekolah melakukan Pembelajran Jarak Jauh (PJJ) dengan berbagai model. Apa pun modelnya, Pembelajaran Jarak Jauh tidak memperkenankan siswa untuk belajar di sekolah. Model pembelajaran ini dinilai sangat mendadak dan memberi pengaruh besar di dunia pendidikan.  Betapa tidak perubahan total disemua aktivitas, mulai kebijakan, perilaku sekolah sampai model pembelajaran yaitu Pembelajaran Jarak Jauh atau Daring.


Menurut Rismono, pembelajaran daring awalnya memang “menyusahkan “ bagi guru, orang tua atau siswa sendiri. Karena berhubungan dengan keterampilan IT, pengaturan maupun pembiayaan. Pada situasi sekarang ini kegiatan belajar dirumah (BDR) akan berhasil seperti yang diharapkan, jika ada kerjasama antara guru dan orang tua. Orang tua harus berusaha dan mau belajar agar mampu mendampingi anak–anaknya belajar mandiri di era pandemic ini. Orang tua dapat memberikan pendampingan yang intensif selama anak belajar dari rumah. Harus kita akui Bersama, bahwa selama ini ada orang tua yang seolah-olah menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan anak–anakanya kepada sekolah. Padahal sebenarnya pendidikan anak menjadi tanggungjawab orang tua seutuhnya. Untuk memperoleh pendidikan yang baik bukan ditentukan oleh sekolah, karena sekolah hanya menjadi jembatan penghubung upaya mencerdaskan anak. Percuma jika sekolah mengajari tetapi di rumah anak tidak terbimbing. Maka mustahil hasil belajar yang kita inginkan akan tercapai.

Selama kegiatan belajar dari rumah, anak bukan hanya dihadapkan pada beban tugas belajar dari guru saja, namun beban kesempatan bermain dengan teman–temannya yang merupakan karakter mereka juga terkurangi. Peran orang tua yang tak kalah penting adalah mengajarkan kebiasaan yang baik. Misalnya, memberi salam jika bertemu orang, berpamitan jika akan pergi, berdoa sebelum memulai dan mengakhiri kegiatan, mengucapkan maaf, minta tolong, terima kasih, permisi dan masih banyak yang lainnya.

Baca Juga :  Pendidikan Moral Harus Diterapkan dari Usia Dini

Mengajak anak mengobrol untuk meyelesaikan masalah, belajar dan melakukan kegitan bersama di rumah merupakan cara yang efektif untuk menciptakan situasi yang kondusif untuk belajar. Sebaiknya orang tua dengan sabar membimbing dan mendampingi anak saat belajar. Percayalah, semua anak itu terlahir cerdas tidak ada anak yang bodoh. Jika orang tua mau mendampingi anak secara intensif, menciptakan komunikasi dan interaksi yang menyenangkan maka anak akan merasa bahagia sehingga lebih produktif dan efektif dalam mengikuti pembelajaran.

Dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh secara daring di era digital guru dapat memanfaatkan aplikasi Geogle Clasroom, Moodle, Group WhatsApp  dengan keterbatasan sarana dan prasarana berupa handphone, laptop dan jaringan baik bagi guru maupun bagi peserta didik dalam melakukkan pembelajaran daring. Karena aplikasi WhatsApp  lebih mudah penggunaannya bagi guru dan peserta didik. Dengan pembelajaran Bahasa Jawa Jarak Jauh  menggunakan aplikasi Group WhatsApp  dapat menjadi pilihan pada saat melaksanakan pembelajaran, karena dengan menngunakan Group WhatsApp  guru dan peserta didik masih tetap dapat berkomunikasi contohnya dengan membuat list daftar hadir, menjelaskan pembelajaran melalui pesan suara, menulis materi inti yang akan disampaikan kepada peserta didik, mengirim foto gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran bahkan mengirim video pembelajaran.

Sementara pada proses pembelajaran peserta didik juga dapat menayakan materi yang dianggap kurang paham saat pembelajaran berlangsung, sehingga guru juga dapat memantau peserta didik yang aktif dalam pembelajaran dan yang tidak aktif dalam pembelajaran sehingga tetap ada interkasi antara guru dan peserta didik. Selain aplikasi WhatsApp  lebih sederhana dan terjangakau akses internetnya dan lebih mudah penggunaanya dibanding dengan aplikasi yang lain sehingga penulis lebih memilih aplikasi WhatsApp dalam proses pembelajaran. Karena prosesnya pembelajaran daring maka disini peranan orang tua pada saat pembelajaran juga sangat dibutuhkan dalam memantau pembelajaran putra putrinya.

Pada Pembelajaran Jarak Jauh dengan cara daring peserta didik dapat tetap dapat aktif, dalam belajar dan mengirim tugas yang diberikan bapak ibu guru sehingga bapak ibu guru dapat megukur proses dan hasil pembelajaran. Dan pada hasil akhir ternyata terjadi perubahan hasil belajar perubahan nilai yang cukup signifikan. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan aplikasi WhatsApp  dapat meningkatkan nilai dan motivasi belajar peserta didik dimasa pandemi pada Pembelajaran Jarak Jauh Pelajaran Bahasa Jawa. Begitu juga dengan tes prestasi belajarpun meningkat dengan ketuntasan mencapai 80% dan nilai rata-rata 78 dengan KKM 77 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Aplikasi WhatsApp pada pembelajaran Jarak Jauh dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan motivasi belajar pada mata pelajaran Bahasa Jawa, khususnya pada materi Wayang Ramayana. Selain itu kondisi dikelas daring lebih hidup karena peserta didik lebih mudah menggunakan WhatsApp  dibanding dengan aplikasi yang lain dalam proses pembelajaran. (*)

PANDEMI Covid-19 yang telah berlangsung beberapa bulan ini menjadi keprihatinan banyak pihak. Semua aktivitas kehidupan harus menyesuaikan aturan protocol kesehatan demi mecegah penularan covid-19, dan menjaga kesehatan bersama. Kesehatan anak lebih penting dari segala–galanya. Semua orang tua akan berusaha sekuat tenaga melindungi, membesarkan dan mengantarkan anaknya menjadi pribadi yang membanggakan. Anak merupakan sosok manusia yang lemah yang dalam perkembangannya, perlu dikawal dengan sentuhan cinta dan perhatian bukan ancaman atau hujatan. Anak perlu pendekatan dari orang tua di masa sekarang ini.

Pendidikan pada hakekatnya menjadi tanggungjawab keluarga, sekolah dan masyarakat. Pendidikan pertama dan utama diperoleh di dalam keluarga. Dalam hal ini orang tualah yang sebenarnya sangat bertanggungjawab terhadap pendidikan anak- anaknya. Menukil dari semboyan Ki Hajar Dewantara yang berbunyi Tut Wuri Handayani, memiliki makna bahwa orang tua hendaknya berani mendukung dan memfasilitasi apa yang dibutuhkan anak, terutama dalam bidang Pendidikan. Dalam peribahasa jawa disebutkan “Anak polah bapa kepradah”. Ketika anak dihadapkan dengan berbagai masalah dan kesulitan diharapkan orang tua timbul kesadaran untuk bersama–sama bergerak lebih peduli pada proses pendidikan anak–anaknya.

Era penanggulangan pandemic covid-19 yang memaksa Kemendikbud mewajibkan sekolah melakukan Pembelajran Jarak Jauh (PJJ) dengan berbagai model. Apa pun modelnya, Pembelajaran Jarak Jauh tidak memperkenankan siswa untuk belajar di sekolah. Model pembelajaran ini dinilai sangat mendadak dan memberi pengaruh besar di dunia pendidikan.  Betapa tidak perubahan total disemua aktivitas, mulai kebijakan, perilaku sekolah sampai model pembelajaran yaitu Pembelajaran Jarak Jauh atau Daring.

Menurut Rismono, pembelajaran daring awalnya memang “menyusahkan “ bagi guru, orang tua atau siswa sendiri. Karena berhubungan dengan keterampilan IT, pengaturan maupun pembiayaan. Pada situasi sekarang ini kegiatan belajar dirumah (BDR) akan berhasil seperti yang diharapkan, jika ada kerjasama antara guru dan orang tua. Orang tua harus berusaha dan mau belajar agar mampu mendampingi anak–anaknya belajar mandiri di era pandemic ini. Orang tua dapat memberikan pendampingan yang intensif selama anak belajar dari rumah. Harus kita akui Bersama, bahwa selama ini ada orang tua yang seolah-olah menyerahkan sepenuhnya proses pendidikan anak–anakanya kepada sekolah. Padahal sebenarnya pendidikan anak menjadi tanggungjawab orang tua seutuhnya. Untuk memperoleh pendidikan yang baik bukan ditentukan oleh sekolah, karena sekolah hanya menjadi jembatan penghubung upaya mencerdaskan anak. Percuma jika sekolah mengajari tetapi di rumah anak tidak terbimbing. Maka mustahil hasil belajar yang kita inginkan akan tercapai.

Selama kegiatan belajar dari rumah, anak bukan hanya dihadapkan pada beban tugas belajar dari guru saja, namun beban kesempatan bermain dengan teman–temannya yang merupakan karakter mereka juga terkurangi. Peran orang tua yang tak kalah penting adalah mengajarkan kebiasaan yang baik. Misalnya, memberi salam jika bertemu orang, berpamitan jika akan pergi, berdoa sebelum memulai dan mengakhiri kegiatan, mengucapkan maaf, minta tolong, terima kasih, permisi dan masih banyak yang lainnya.

Baca Juga :  Memberdayakan Rumah untuk Daring IPA

Mengajak anak mengobrol untuk meyelesaikan masalah, belajar dan melakukan kegitan bersama di rumah merupakan cara yang efektif untuk menciptakan situasi yang kondusif untuk belajar. Sebaiknya orang tua dengan sabar membimbing dan mendampingi anak saat belajar. Percayalah, semua anak itu terlahir cerdas tidak ada anak yang bodoh. Jika orang tua mau mendampingi anak secara intensif, menciptakan komunikasi dan interaksi yang menyenangkan maka anak akan merasa bahagia sehingga lebih produktif dan efektif dalam mengikuti pembelajaran.

Dalam proses Pembelajaran Jarak Jauh secara daring di era digital guru dapat memanfaatkan aplikasi Geogle Clasroom, Moodle, Group WhatsApp  dengan keterbatasan sarana dan prasarana berupa handphone, laptop dan jaringan baik bagi guru maupun bagi peserta didik dalam melakukkan pembelajaran daring. Karena aplikasi WhatsApp  lebih mudah penggunaannya bagi guru dan peserta didik. Dengan pembelajaran Bahasa Jawa Jarak Jauh  menggunakan aplikasi Group WhatsApp  dapat menjadi pilihan pada saat melaksanakan pembelajaran, karena dengan menngunakan Group WhatsApp  guru dan peserta didik masih tetap dapat berkomunikasi contohnya dengan membuat list daftar hadir, menjelaskan pembelajaran melalui pesan suara, menulis materi inti yang akan disampaikan kepada peserta didik, mengirim foto gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran bahkan mengirim video pembelajaran.

Sementara pada proses pembelajaran peserta didik juga dapat menayakan materi yang dianggap kurang paham saat pembelajaran berlangsung, sehingga guru juga dapat memantau peserta didik yang aktif dalam pembelajaran dan yang tidak aktif dalam pembelajaran sehingga tetap ada interkasi antara guru dan peserta didik. Selain aplikasi WhatsApp  lebih sederhana dan terjangakau akses internetnya dan lebih mudah penggunaanya dibanding dengan aplikasi yang lain sehingga penulis lebih memilih aplikasi WhatsApp dalam proses pembelajaran. Karena prosesnya pembelajaran daring maka disini peranan orang tua pada saat pembelajaran juga sangat dibutuhkan dalam memantau pembelajaran putra putrinya.

Pada Pembelajaran Jarak Jauh dengan cara daring peserta didik dapat tetap dapat aktif, dalam belajar dan mengirim tugas yang diberikan bapak ibu guru sehingga bapak ibu guru dapat megukur proses dan hasil pembelajaran. Dan pada hasil akhir ternyata terjadi perubahan hasil belajar perubahan nilai yang cukup signifikan. Sehingga pembelajaran dengan menggunakan aplikasi WhatsApp  dapat meningkatkan nilai dan motivasi belajar peserta didik dimasa pandemi pada Pembelajaran Jarak Jauh Pelajaran Bahasa Jawa. Begitu juga dengan tes prestasi belajarpun meningkat dengan ketuntasan mencapai 80% dan nilai rata-rata 78 dengan KKM 77 Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Aplikasi WhatsApp pada pembelajaran Jarak Jauh dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan motivasi belajar pada mata pelajaran Bahasa Jawa, khususnya pada materi Wayang Ramayana. Selain itu kondisi dikelas daring lebih hidup karena peserta didik lebih mudah menggunakan WhatsApp  dibanding dengan aplikasi yang lain dalam proses pembelajaran. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/