alexametrics
29 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

PTM Terbatas dengan Group Project

PELAKSANAAN PTM Terbatas sudah berlangsung di sejumlah sekolah di Indonesia sejak awal tahun pelajaran baru 2021/2022. Di wilayah Kabupaten Grobogan, simulasi PTM dan PTM terbatas dapat diselenggarakan oleh beberapa sekolah yang telah mendapatkan rekomendasi dari Bupati Grobogan. Sebagaimana terdapat dalam Lampiran Surat Rekomendasi Bupati Grobogan Nomor 360/3499/2021, terdapat 327 Sekolah Dasar mendapatkan izin untuk menyelenggarakan simulasi PTM dan PTM secara terbatas. SD Negeri 1 Tahunan Kecamatan Gabus termasuk salah satu sekolah yang tercantum dalam rekomendasi tersebut.

Berdasarkan SKB 4 Menteri, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka sekolah wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan semua insan pendidikan. Sekolah dapat melaksanakan PTM terbatas setelah memenuhi daftar periksa yang dipersyaratkan, mulai dari pembagian kelas, waktu belajar, dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Simulasi PTM di SD Negeri 1 Tahunan dimulai tanggal 13 September 2021. Pembelajaran dilaksanakan dengan sistem shift. Shift pertama dilaksanakan pukul 07.30 s.d. 8.30 WIB dan shift kedua pukul 9.00 s.d. 10.00 WIB. Hari Senin, Rabu, dan Jumat PTM untuk kelas III dan IV, hari Selasa, Kamis, dan Sabtu PTM untuk kelas V dan VI. Pembelajaran kelas I dan II dilaksanakan secara daring karena guru pada kelas tersebut belum mendapatkan vaksin.


Untuk memaksimalkan PTM terbatas guru perlu memilih strategi atau metode yang tepat agar tujuan tercapai dan bermakna bagi siswa. Group Project sebagai salah satu metode kooperatif yang dapat diterapkan untuk pembelajaran normal maupun pembelajaran tatap muka terbatas.

Menurut Miftahul Huda (2012) bahwa dalam Group Project, setiap anggota kelompok mendapatkan tugas mengerjakan masing-masing bagian dari tugas tersebut. Jika tugas ternyata tidak bisa dibagi-bagi, setiap anggota setidaknya memiliki peran yang berbeda, misalnya penulis, presentator, dan pencari bahan. Tidak boleh ada satu atau beberapa anggota kelompok yang sendirian memikul beban tugas atau proyek tersebut sepenuhya, sedangkan anggota lain hanya hitchhiking (ikut-ikutan).

Baca Juga :  Belum Ada Instruksi Daring, PTM di Kudus Tetap Berlanjut

Dalam Group Project setiap kelompok disarankan memiliki satu pemimpin yang memiliki kemampuan leadership yang memadai, bukan karena performa akademiknya. Pemimpin harus bertanggung jawab memastikan semua anggotanya berpartisipasi dan benar-benar disiplin dalam menerjakan tugas mereka masing-masing.

Metode Group Project ini dipilih dan dirancang untuk pembelajaran di kelas V pada tema 3 subtema 3 pembelajaran 1. Setelah siswa membaca informasi tentang pentingnya menjaga asupan makanan sehat, siswa diberikan tugas proyek membuat diagram sistem pencernaan berikut nama dan fungsi tiap-tiap organ di dalamnya.

Langkah-langkah pelaksanaan tugas proyek membuat diagram sistem pencernaan adalah sebagai berikut. Masing-masing kelompok memilih ketua kelompok, guru membagikan diagram kosong kepada masing-masing kelompok. Setelah itu, siswa berdiskusi untuk mendaftar organ-organ yang termasuk di dalam sistem pencernaan manusia. Ketua kelompok mendelegasikan tugas kepada tiap-tiap anggota untuk menggambar organ-organ tersebut, memberi warna dan mengguntingnya dengan rapi. Langkah selanjutnya yaitu mengurutkan dan menempel organ-organ pada diagram tubuh manusia. Siswa menulis fungsi tiap-tiap organ dengan rapi pada kertas kerja, lalu menempelnya di dekat organ yang bersangkutan. Selama pelaksanaan proyek, guru memperhatikan dan memantau proses pengerjaan dan sistem kerja sama dalam kelompok.

Oleh karena durasi waktu pembelajaran di sekolah terbatas, maka penyelesaian proyek dilanjutkan di rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Setelah proyek selesai, siswa mempresentasikan hasilnya saat PTM terbatas di sekolah.

Metode Group Project dapat menumbuhkan kerja sama yang baik di antara siswa serta menghasilkan karya nyata yang bermakna bagi siswa. (*)

PELAKSANAAN PTM Terbatas sudah berlangsung di sejumlah sekolah di Indonesia sejak awal tahun pelajaran baru 2021/2022. Di wilayah Kabupaten Grobogan, simulasi PTM dan PTM terbatas dapat diselenggarakan oleh beberapa sekolah yang telah mendapatkan rekomendasi dari Bupati Grobogan. Sebagaimana terdapat dalam Lampiran Surat Rekomendasi Bupati Grobogan Nomor 360/3499/2021, terdapat 327 Sekolah Dasar mendapatkan izin untuk menyelenggarakan simulasi PTM dan PTM secara terbatas. SD Negeri 1 Tahunan Kecamatan Gabus termasuk salah satu sekolah yang tercantum dalam rekomendasi tersebut.

Berdasarkan SKB 4 Menteri, dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka sekolah wajib mengedepankan prinsip kehati-hatian dan mengutamakan kesehatan serta keselamatan semua insan pendidikan. Sekolah dapat melaksanakan PTM terbatas setelah memenuhi daftar periksa yang dipersyaratkan, mulai dari pembagian kelas, waktu belajar, dan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Simulasi PTM di SD Negeri 1 Tahunan dimulai tanggal 13 September 2021. Pembelajaran dilaksanakan dengan sistem shift. Shift pertama dilaksanakan pukul 07.30 s.d. 8.30 WIB dan shift kedua pukul 9.00 s.d. 10.00 WIB. Hari Senin, Rabu, dan Jumat PTM untuk kelas III dan IV, hari Selasa, Kamis, dan Sabtu PTM untuk kelas V dan VI. Pembelajaran kelas I dan II dilaksanakan secara daring karena guru pada kelas tersebut belum mendapatkan vaksin.

Untuk memaksimalkan PTM terbatas guru perlu memilih strategi atau metode yang tepat agar tujuan tercapai dan bermakna bagi siswa. Group Project sebagai salah satu metode kooperatif yang dapat diterapkan untuk pembelajaran normal maupun pembelajaran tatap muka terbatas.

Menurut Miftahul Huda (2012) bahwa dalam Group Project, setiap anggota kelompok mendapatkan tugas mengerjakan masing-masing bagian dari tugas tersebut. Jika tugas ternyata tidak bisa dibagi-bagi, setiap anggota setidaknya memiliki peran yang berbeda, misalnya penulis, presentator, dan pencari bahan. Tidak boleh ada satu atau beberapa anggota kelompok yang sendirian memikul beban tugas atau proyek tersebut sepenuhya, sedangkan anggota lain hanya hitchhiking (ikut-ikutan).

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Pelaksanaan PTM di Grobogan Aman dan Sesuai Prokes

Dalam Group Project setiap kelompok disarankan memiliki satu pemimpin yang memiliki kemampuan leadership yang memadai, bukan karena performa akademiknya. Pemimpin harus bertanggung jawab memastikan semua anggotanya berpartisipasi dan benar-benar disiplin dalam menerjakan tugas mereka masing-masing.

Metode Group Project ini dipilih dan dirancang untuk pembelajaran di kelas V pada tema 3 subtema 3 pembelajaran 1. Setelah siswa membaca informasi tentang pentingnya menjaga asupan makanan sehat, siswa diberikan tugas proyek membuat diagram sistem pencernaan berikut nama dan fungsi tiap-tiap organ di dalamnya.

Langkah-langkah pelaksanaan tugas proyek membuat diagram sistem pencernaan adalah sebagai berikut. Masing-masing kelompok memilih ketua kelompok, guru membagikan diagram kosong kepada masing-masing kelompok. Setelah itu, siswa berdiskusi untuk mendaftar organ-organ yang termasuk di dalam sistem pencernaan manusia. Ketua kelompok mendelegasikan tugas kepada tiap-tiap anggota untuk menggambar organ-organ tersebut, memberi warna dan mengguntingnya dengan rapi. Langkah selanjutnya yaitu mengurutkan dan menempel organ-organ pada diagram tubuh manusia. Siswa menulis fungsi tiap-tiap organ dengan rapi pada kertas kerja, lalu menempelnya di dekat organ yang bersangkutan. Selama pelaksanaan proyek, guru memperhatikan dan memantau proses pengerjaan dan sistem kerja sama dalam kelompok.

Oleh karena durasi waktu pembelajaran di sekolah terbatas, maka penyelesaian proyek dilanjutkan di rumah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Setelah proyek selesai, siswa mempresentasikan hasilnya saat PTM terbatas di sekolah.

Metode Group Project dapat menumbuhkan kerja sama yang baik di antara siswa serta menghasilkan karya nyata yang bermakna bagi siswa. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/