alexametrics
28.3 C
Kudus
Wednesday, June 29, 2022

Pias-Pias Kata pada Anak Tuna Grahita dalam Menulis Permulaan

MASYARAKAT yang gemar menulis memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya, sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang. Untuk itu, menulis merupakan salah satu standar keterampilan bahasa dan sastra Indonesia yang harus dicapai pada semua jenjang. Termasuk di jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) pada kelas anak tuna grahita.

Standar isi satuan pendidikan dasar dan menengah untuk kelas I SD/SLB menjelaskan bahwa berbahasa dan bersastra meliputi empat aspek. Yaitu, aspek mendengarkan, aspek berbicara, aspek membaca, dan aspek menulis.

Menulis merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Disebut reseptif karena dengan menulis seorang akan memperoleh informasi, ilmu dan pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui tulisan akan memungkinkan seseorang mampu mempertinggi daya pikirnya, mempertajam pandangannya, dan memperluas wawasannya.


Keterampilan menulis yang diperoleh pada menulis permulaan akan sangat berpengaruh terhadap keterampilan menulis lanjut. Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya, maka keterampilan menulis permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru. Menulis permulaan pada anak tuna grahita, khususnya pada kelas IC SLB Negeri Cendono merupakan pondasi bagi pengajaran selanjutnya. Sebagai pondasi haruslah kuat dan kokoh.

Oleh karena itu, harus dilayani dan dilaksanakan secara berdaya guna dan sungguh-sungguh. Kesabaran dan ketelitian sangat diperlukan dalam melatih dan membimbing serta mengarahkan peserta didik demi tercapainya tujuan yang diharapkan.

Pembelajaran menulis yang dapat memberikan pengalaman pada peserta didik. Yaitu dengan melibatkan langsung peserta didik pada proses pembelajaran, seperti permainan bahasa dan pemakaian media yang dapat melibatkan peserta didik. Untuk itu, guru perlu menyediakan pembelajaran yang menarik yang dapat menimbulkan daya tarik bagi peserta didik untuk giat secara aktif dan kreatif, sehingga hasil belajar peserta didik akan meningkat.

Baca Juga :  Balada PJJ dan PTM Terbatas

Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang melibatkan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Iskandar Wassid dan Dadang Sunendar (2008: 6) mendefinisikan media pengajaran sebagai setiap alat, baik hardware maupun software yang dipergunakan sebagai media komunikasi dan yang tujuannya untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.

Bedasarkan hal tersebut, untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam menulis permulaan dapat digunakan media pias-pias kata. Media belajar ini, dapat memberikan pengalaman konkret, meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan mempertinggi daya serap, serta peserta didik dapat memusatkan perhatian dalam belajar.

Media pias-pias kata ini, menggunakan kertas berwarna untuk menarik perhatian peserta didik yang di atasnya ditulis kata-kata. Manfaat dari penggunaan media ini, pertama, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami peserta didik dan memungkinkan peserta didik menguasai tujuan pembelajaran lebih baik.

Kedua, metode pembelajaran akan lebih bervariasi. Tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga peserta didik tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.

Ketiga, peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Sebab, tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti pengamatan, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain. Dengan manfaat penggunaan media pias-pias kata yang begitu luar biasa tersebut, hasil belajar dan kemampuan menulis peserta didik kelas IC SLB Negeri Cendono menjadi lebih meningkat. (*)

MASYARAKAT yang gemar menulis memperoleh pengetahuan dan wawasan baru yang akan semakin meningkatkan kecerdasannya, sehingga mereka lebih mampu menjawab tantangan hidup pada masa-masa mendatang. Untuk itu, menulis merupakan salah satu standar keterampilan bahasa dan sastra Indonesia yang harus dicapai pada semua jenjang. Termasuk di jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB) pada kelas anak tuna grahita.

Standar isi satuan pendidikan dasar dan menengah untuk kelas I SD/SLB menjelaskan bahwa berbahasa dan bersastra meliputi empat aspek. Yaitu, aspek mendengarkan, aspek berbicara, aspek membaca, dan aspek menulis.

Menulis merupakan salah satu jenis kemampuan berbahasa tulis yang bersifat reseptif. Disebut reseptif karena dengan menulis seorang akan memperoleh informasi, ilmu dan pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman baru. Semua yang diperoleh melalui tulisan akan memungkinkan seseorang mampu mempertinggi daya pikirnya, mempertajam pandangannya, dan memperluas wawasannya.

Keterampilan menulis yang diperoleh pada menulis permulaan akan sangat berpengaruh terhadap keterampilan menulis lanjut. Sebagai kemampuan yang mendasari kemampuan berikutnya, maka keterampilan menulis permulaan benar-benar memerlukan perhatian guru. Menulis permulaan pada anak tuna grahita, khususnya pada kelas IC SLB Negeri Cendono merupakan pondasi bagi pengajaran selanjutnya. Sebagai pondasi haruslah kuat dan kokoh.

Oleh karena itu, harus dilayani dan dilaksanakan secara berdaya guna dan sungguh-sungguh. Kesabaran dan ketelitian sangat diperlukan dalam melatih dan membimbing serta mengarahkan peserta didik demi tercapainya tujuan yang diharapkan.

Pembelajaran menulis yang dapat memberikan pengalaman pada peserta didik. Yaitu dengan melibatkan langsung peserta didik pada proses pembelajaran, seperti permainan bahasa dan pemakaian media yang dapat melibatkan peserta didik. Untuk itu, guru perlu menyediakan pembelajaran yang menarik yang dapat menimbulkan daya tarik bagi peserta didik untuk giat secara aktif dan kreatif, sehingga hasil belajar peserta didik akan meningkat.

Baca Juga :  Pendidikan di Indonesia Perlahan Meningkat

Pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran yang melibatkan media pembelajaran yang menarik bagi peserta didik. Iskandar Wassid dan Dadang Sunendar (2008: 6) mendefinisikan media pengajaran sebagai setiap alat, baik hardware maupun software yang dipergunakan sebagai media komunikasi dan yang tujuannya untuk meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar.

Bedasarkan hal tersebut, untuk meningkatkan motivasi peserta didik dalam menulis permulaan dapat digunakan media pias-pias kata. Media belajar ini, dapat memberikan pengalaman konkret, meningkatkan motivasi belajar peserta didik dan mempertinggi daya serap, serta peserta didik dapat memusatkan perhatian dalam belajar.

Media pias-pias kata ini, menggunakan kertas berwarna untuk menarik perhatian peserta didik yang di atasnya ditulis kata-kata. Manfaat dari penggunaan media ini, pertama, bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga dapat lebih dipahami peserta didik dan memungkinkan peserta didik menguasai tujuan pembelajaran lebih baik.

Kedua, metode pembelajaran akan lebih bervariasi. Tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh guru, sehingga peserta didik tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga. Apalagi bila guru mengajar untuk setiap jam pelajaran.

Ketiga, peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan belajar. Sebab, tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti pengamatan, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain. Dengan manfaat penggunaan media pias-pias kata yang begitu luar biasa tersebut, hasil belajar dan kemampuan menulis peserta didik kelas IC SLB Negeri Cendono menjadi lebih meningkat. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/