alexametrics
22.6 C
Kudus
Thursday, June 30, 2022

Belajar Keterampilan Bekal Masa Depan Siswa

PENDIDIKAN keterampilan adalah bimbingan yang diberikan kepada peserta didik, agar memiliki kemampuan dalam membuat atau menciptakan sesuatu untuk melakukan kegiatan yang baik dan cermat terhadap sumber-sumber yang ada dilingkungannya menjadi barang-barang kerajinan yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan.

Belajar keterampilan sejatinya bisa dikatakan sebagai salah satu potensi dan tugas pendidikan yang kuantitas dan kualitasnya dipengaruhi beragam faktor ekternal dan internal. Di mana perihal ini, seorang yang terampil belajar ia akan menjadi pembelajar bagi dirinya sediri. Selain itu, belajar keterampilan yang berbasis pada kesadaran akan mampu meningkatkan kesadaran, bahwa ia bagian dari kehidupan. Keterampilan juga mengacu pada kemampuan yang dimiliki untuk melakukan sesuatu dengan baik.

Serangkaian keterampilan yang mesti dikuasai anak tanpa peduli pada bidang ilmu yang dituju. Diharapkan peserta didik mampu menyelesaikan masalah, kreatif, bisa bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik di dunia belajar. Sehingga beberapa bekal keterampilan dibutuhkan, agar mereka lebih siap melakukan pekerjaan yang diimpikan.


Selain itu, perlu dukungan sikap positif sebagai panduan dalam menjalani kehidupan. Mempertahankan sikap positif pada saat harus melewati pasang surut hidup ini penting untuk dikembangkan pada peserta didik. Sehingga dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, pekerjaan, dan berkeluarga, nantinya mereka akan mengedepankan sikap positif, agar bisa mencari solusi terbaik pada berbagai masalah yang dihadapi.

Banyak anak yang lebih menyukai sesuatu, seperti prakarya dan lebih tertarik pada bidang-bidang seni yang membutuhkan keterampilan. Belajar keterampilan itu, bisa didapatkan dari sekolah dan ditekuni dengan berbagai les seperti les memasak, les menjahit, les alat musik, les melukis, dan lainnya yang dikemudian hari dapat berguna bagi kehidupan anak-anak tersebut dan masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga :  Angin Segar Guru TIK dalam Kurikulum Prototipe

Namun, belajar keterampilan pada saat ini, kadang kurang diperhatikan dan dikembangkan di dunia pendidikan secara maksimal. Hal ini timbul karena pemahan pendidikan bagi orang tua banyak berorientasi peserta didik untuk mencapai nilai-nilai tertinggi pada mata pelajaran tertentu yang diujikan secara nasional.

Padahal, secara konsep dasar dunia Pendidikan, seharusnya peserta didik dibimbing untuk mencapai kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam hal ini menyebabkan banyak para lulusan terutama tingkat menengah ke atas, bahkan perguruan tinggi setelah lulus tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain, bahkan untuk dirinya sediri.

Mereka berlomba-lomba mencari pekerjaan di instansi negeri maupun swasta. Namun, daya tampungnya tidak sebanding dengan banyaknya pencari kerja. Hal inipun menimbulkan banyaknya pengangguran.

Tetapi, jika para peserta didik diberikan kesempatan untuk lebih mendalami bidang keterampilan yang mereka minati, setelah lulus mereka bisa menggunakan keterampilan mereka untuk menjadi lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri, bahkan orang lain.

Untuk itu, belajar keterampilan bagi peserta didik diharapkan dapat menciptakan keseimbangan dalam belajar. Juga untuk mempersiapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan di masa mendatang, sehingga masa depan mereka sedikit banyak dapat dijadikan sebagai bekal hidup dan menanamkan mereka mempunyai nilai jual tinggi, jika mempunya suatu keahlian atau keterampilan. (*)

PENDIDIKAN keterampilan adalah bimbingan yang diberikan kepada peserta didik, agar memiliki kemampuan dalam membuat atau menciptakan sesuatu untuk melakukan kegiatan yang baik dan cermat terhadap sumber-sumber yang ada dilingkungannya menjadi barang-barang kerajinan yang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan.

Belajar keterampilan sejatinya bisa dikatakan sebagai salah satu potensi dan tugas pendidikan yang kuantitas dan kualitasnya dipengaruhi beragam faktor ekternal dan internal. Di mana perihal ini, seorang yang terampil belajar ia akan menjadi pembelajar bagi dirinya sediri. Selain itu, belajar keterampilan yang berbasis pada kesadaran akan mampu meningkatkan kesadaran, bahwa ia bagian dari kehidupan. Keterampilan juga mengacu pada kemampuan yang dimiliki untuk melakukan sesuatu dengan baik.

Serangkaian keterampilan yang mesti dikuasai anak tanpa peduli pada bidang ilmu yang dituju. Diharapkan peserta didik mampu menyelesaikan masalah, kreatif, bisa bekerja sama, dan berkomunikasi dengan baik di dunia belajar. Sehingga beberapa bekal keterampilan dibutuhkan, agar mereka lebih siap melakukan pekerjaan yang diimpikan.

Selain itu, perlu dukungan sikap positif sebagai panduan dalam menjalani kehidupan. Mempertahankan sikap positif pada saat harus melewati pasang surut hidup ini penting untuk dikembangkan pada peserta didik. Sehingga dalam setiap aspek kehidupan bermasyarakat, pekerjaan, dan berkeluarga, nantinya mereka akan mengedepankan sikap positif, agar bisa mencari solusi terbaik pada berbagai masalah yang dihadapi.

Banyak anak yang lebih menyukai sesuatu, seperti prakarya dan lebih tertarik pada bidang-bidang seni yang membutuhkan keterampilan. Belajar keterampilan itu, bisa didapatkan dari sekolah dan ditekuni dengan berbagai les seperti les memasak, les menjahit, les alat musik, les melukis, dan lainnya yang dikemudian hari dapat berguna bagi kehidupan anak-anak tersebut dan masyarakat di sekitarnya.

Baca Juga :  Angin Segar Guru TIK dalam Kurikulum Prototipe

Namun, belajar keterampilan pada saat ini, kadang kurang diperhatikan dan dikembangkan di dunia pendidikan secara maksimal. Hal ini timbul karena pemahan pendidikan bagi orang tua banyak berorientasi peserta didik untuk mencapai nilai-nilai tertinggi pada mata pelajaran tertentu yang diujikan secara nasional.

Padahal, secara konsep dasar dunia Pendidikan, seharusnya peserta didik dibimbing untuk mencapai kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor. Dalam hal ini menyebabkan banyak para lulusan terutama tingkat menengah ke atas, bahkan perguruan tinggi setelah lulus tidak bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain, bahkan untuk dirinya sediri.

Mereka berlomba-lomba mencari pekerjaan di instansi negeri maupun swasta. Namun, daya tampungnya tidak sebanding dengan banyaknya pencari kerja. Hal inipun menimbulkan banyaknya pengangguran.

Tetapi, jika para peserta didik diberikan kesempatan untuk lebih mendalami bidang keterampilan yang mereka minati, setelah lulus mereka bisa menggunakan keterampilan mereka untuk menjadi lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri, bahkan orang lain.

Untuk itu, belajar keterampilan bagi peserta didik diharapkan dapat menciptakan keseimbangan dalam belajar. Juga untuk mempersiapkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan di masa mendatang, sehingga masa depan mereka sedikit banyak dapat dijadikan sebagai bekal hidup dan menanamkan mereka mempunyai nilai jual tinggi, jika mempunya suatu keahlian atau keterampilan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/