alexametrics
33.3 C
Kudus
Friday, August 12, 2022

Penambahan Sekolah di Pati yang Mengikuti PTM Dimulai Pekan Depan

PATI – Penambahan sekolah yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai pekan depan. Tiap kecamatan menambah dua SD dan SMP. Sehingga ada 42 SD dan 21 SMP yang mengikuti uji coba itu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memutuskan menambah sekolah yang menggelar uji coba PTM pada pekan depan. Kecamatan Pati sendiri ada tambahan dua SD. SD Pati Kidul 1 dan SD Kanisius.

”Kedua SD tersebut pada awal PTM masuk dua hari selama sepekan. Sehari dua jam pelajaran. Pekan ini, melakukan PTM boleh memilih hari. Senin-Kamis atau Selasa-Jumat. Yang penting empat hari,” kata Kepala Korwil Pendidikan Kecamatan Pati, Sutrisno.


Edaran terbaru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdisbud) Pati, kecamatan kota diminta menambah dua SD inti. Yakni, SD Pati Wetan 02 dan Pati Lor 02. ”Sementara itu dulu. Pekan depan jalan. Pati kota ada empat SD, kecamatan lain tiga. Soalnya, menjadi percontohan ini,” imbuhnya.

Untuk SMP ada tambahan dua sekolah. Yakni, SMPN 1 Pati dan Sekolah Islam Al Azhar Pati. Sebelumnya SMP 3 dan 5 saja yang mengikuti. ”Untuk SMP pekan ini sudah dimulai. Karena mereka sudah siap. Sudah matang,” paparnya.

Baca Juga :  Implementasi PTM Terbatas pada Aspek Spiritual, Sikap, dan Psikomotorik

Lewat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdisbud) Pati, Puskesmas mempunyai tugas menswab anak dan guru. Hasilnya tidak ada kasus covid-19.

”Jumat (10/16) ada rapat dengan tim gugus covid-19. Nanti mengajukan sekolah yang siap melakukan PTM. Nanti akan dievaluasi. Bisa mengikuti PTM apa tidak. Rencananya akan ditambah enam siswa. Jadi tiap kelas ada 20 siswa,” katanya saat diwawancarai kemarin (16/9)

Dia menuturkan, pelaksanaanya harus melakukan Prokes ketat. Kali ini, wali murid antar-jemput siswa. Soalnya, pengalaman PTM lalu ada kasus. ”Prokes di sekolah bagus. Tapi banyak kasus. Soalnya, siswa ini ngopi. Tertular dari luar sekolah. Makanya kali ini diantar jemput,” ucapnya.

Namun, saat ini pihaknya tengah mengupayakan PTM untuk Paud dan TK. Rencananya akan dibahas dan disimulasikan seperti SD.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD 02 Wetan Sumiyati mengatakan, Sabtu ini sekolahnya sudah siap. Ketersediaan protokol kesehatannya. Kemarin (16/9) tengah disiapkan. Beberapa guru tampak menyiapkan jalur siswa.

”Ini kami tengah mengupayakan Prokesnya. Mulai jalur masuk dan keluar siswa. Kemudian tempat cuci tangan hingga ruang kelas. Sabtu sudah clear semua ini,” katanya. (adr)

PATI – Penambahan sekolah yang mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai pekan depan. Tiap kecamatan menambah dua SD dan SMP. Sehingga ada 42 SD dan 21 SMP yang mengikuti uji coba itu.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memutuskan menambah sekolah yang menggelar uji coba PTM pada pekan depan. Kecamatan Pati sendiri ada tambahan dua SD. SD Pati Kidul 1 dan SD Kanisius.

”Kedua SD tersebut pada awal PTM masuk dua hari selama sepekan. Sehari dua jam pelajaran. Pekan ini, melakukan PTM boleh memilih hari. Senin-Kamis atau Selasa-Jumat. Yang penting empat hari,” kata Kepala Korwil Pendidikan Kecamatan Pati, Sutrisno.

Edaran terbaru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdisbud) Pati, kecamatan kota diminta menambah dua SD inti. Yakni, SD Pati Wetan 02 dan Pati Lor 02. ”Sementara itu dulu. Pekan depan jalan. Pati kota ada empat SD, kecamatan lain tiga. Soalnya, menjadi percontohan ini,” imbuhnya.

Untuk SMP ada tambahan dua sekolah. Yakni, SMPN 1 Pati dan Sekolah Islam Al Azhar Pati. Sebelumnya SMP 3 dan 5 saja yang mengikuti. ”Untuk SMP pekan ini sudah dimulai. Karena mereka sudah siap. Sudah matang,” paparnya.

Baca Juga :  Terpapar Suspek Cacar Monyet, Kondisi Satu Warga Pati Kini Mulai Membaik

Lewat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdisbud) Pati, Puskesmas mempunyai tugas menswab anak dan guru. Hasilnya tidak ada kasus covid-19.

”Jumat (10/16) ada rapat dengan tim gugus covid-19. Nanti mengajukan sekolah yang siap melakukan PTM. Nanti akan dievaluasi. Bisa mengikuti PTM apa tidak. Rencananya akan ditambah enam siswa. Jadi tiap kelas ada 20 siswa,” katanya saat diwawancarai kemarin (16/9)

Dia menuturkan, pelaksanaanya harus melakukan Prokes ketat. Kali ini, wali murid antar-jemput siswa. Soalnya, pengalaman PTM lalu ada kasus. ”Prokes di sekolah bagus. Tapi banyak kasus. Soalnya, siswa ini ngopi. Tertular dari luar sekolah. Makanya kali ini diantar jemput,” ucapnya.

Namun, saat ini pihaknya tengah mengupayakan PTM untuk Paud dan TK. Rencananya akan dibahas dan disimulasikan seperti SD.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD 02 Wetan Sumiyati mengatakan, Sabtu ini sekolahnya sudah siap. Ketersediaan protokol kesehatannya. Kemarin (16/9) tengah disiapkan. Beberapa guru tampak menyiapkan jalur siswa.

”Ini kami tengah mengupayakan Prokesnya. Mulai jalur masuk dan keluar siswa. Kemudian tempat cuci tangan hingga ruang kelas. Sabtu sudah clear semua ini,” katanya. (adr)


Most Read

Artikel Terbaru

/