alexametrics
29.1 C
Kudus
Monday, May 23, 2022

Strategi Mengatasi Kejenuhan Belajar Selama Pandemi

SELAMA pandemi berbagai aktivitas anak harus dilakukan di rumah. Berbagai kendala muncul, seperti kesulitan belajar dari rumah, menurunnya minat belajar anak, tugas yang terlalu banyak yang memicu kebosanan. Adapun kendala yang dialami orang tua ialah ketidakmampuan dalam memahami materi pelajaran anak, kurang tersedianya waktu untuk mendampingi anak karena disisi lain orang tua juga harus bekerja, kurang sabar dalam mengajari anak, serta kendala dalam penggunaan perangkat, dan layanan internet yang masih terbatas (Sulistyawati 2020). Layanan internet yang bermasalah akan secara langung memengaruhi proses komunikasi anak, orang tua, dan guru di sekolah. Padahal komunikasi yang efektif antara guru dan anak akan mendorong motivasi anak untuk mengikuti semua proses (Nisa dan Sujarwo 2020). Berbagai masalah dalam proses belajar akan menyebabkan kejenuhan belajar yang akan sangat berdampak bagi peserta didik untuk kelangsungan pendidikannya. Kejenuhan dalam belajar dapat menyebabkan seseorang cepat marah, mudah terluka dan mudah frustasi (Hidayat 2016). Pemberian tugas yang terlalu banyak dan suasana belajar yang monoton cenderung mendorong sikap sinis dan apatis terhadap pelajaran dengan diberikan, kurang percaya diri dan rendahnya proses memahami pelajaran yang telah diterima (Arirahmanto dan Sutam 2016).

Upaya yang dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi kejenuhan anak belajar selama pandemi, orang tua harus memiliki kesadaran lebih untuk mengatasi kejenuhan anak selama belajar di rumah. Hal tersebut terlihat dari berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi anak dalam belajar. Upaya yang dilakukan orang tua untuk mengatasi rasa bosan anak yakni mengajak anak untuk bermain di rumah. Setelah bermain, anak akan kembali bersemangat dan siap untuk belajar kembali. Bermain dapat dilakukan di dalam dan di luar rumah dengan beragam cara. Kegiatan bermain di dalam rumah dapat dilakukan bersama anak dan orang tua, sehingga akan membangun kedekatan fisik dan emosional diantara keduanya. Hal ini dianggap efektif oleh orangtua untuk menghilangkan kejenuhan selama berada di rumah karena dapat merilekskan pikiran.

Baca Juga :  Keterampilan Bertanya dalam Pembelajaran

Adapun upaya lain yang dilakukan orang tua yakni dengan memberi dukungan psikologis melalui kata-kata motivasi, semangat, bujukan serta pemberian reward berupa makanan kesukaan anak.


Selain upaya tersebut, strategi lainnya yakni membantu anak mengerjakan tugas yang belum dipahami. Orang tua bisa berkoordinasi dengan guru untuk membahas tugas yang kurang dipahami anak. Untuk mendapatkan hasil yang lebih mendalam, cara efektif yang dilakukan orang tua untuk mencegah anak mengalami kejenuhan dalam belajar ialah mempersiapkan kebutuhan anak sebelum proses belajar dimulai. Kemudian menyiapkan ruang khusus untuk belajar baik di dalam rumah atau di luar rumah seperti di taman. Hal tersebut penting dilakukan untuk memisahkan ruangan yang tenang dan bising dalam pengelolaan ruang belajar. (*)

SELAMA pandemi berbagai aktivitas anak harus dilakukan di rumah. Berbagai kendala muncul, seperti kesulitan belajar dari rumah, menurunnya minat belajar anak, tugas yang terlalu banyak yang memicu kebosanan. Adapun kendala yang dialami orang tua ialah ketidakmampuan dalam memahami materi pelajaran anak, kurang tersedianya waktu untuk mendampingi anak karena disisi lain orang tua juga harus bekerja, kurang sabar dalam mengajari anak, serta kendala dalam penggunaan perangkat, dan layanan internet yang masih terbatas (Sulistyawati 2020). Layanan internet yang bermasalah akan secara langung memengaruhi proses komunikasi anak, orang tua, dan guru di sekolah. Padahal komunikasi yang efektif antara guru dan anak akan mendorong motivasi anak untuk mengikuti semua proses (Nisa dan Sujarwo 2020). Berbagai masalah dalam proses belajar akan menyebabkan kejenuhan belajar yang akan sangat berdampak bagi peserta didik untuk kelangsungan pendidikannya. Kejenuhan dalam belajar dapat menyebabkan seseorang cepat marah, mudah terluka dan mudah frustasi (Hidayat 2016). Pemberian tugas yang terlalu banyak dan suasana belajar yang monoton cenderung mendorong sikap sinis dan apatis terhadap pelajaran dengan diberikan, kurang percaya diri dan rendahnya proses memahami pelajaran yang telah diterima (Arirahmanto dan Sutam 2016).

Upaya yang dilakukan oleh orang tua untuk mengatasi kejenuhan anak belajar selama pandemi, orang tua harus memiliki kesadaran lebih untuk mengatasi kejenuhan anak selama belajar di rumah. Hal tersebut terlihat dari berbagai upaya yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi anak dalam belajar. Upaya yang dilakukan orang tua untuk mengatasi rasa bosan anak yakni mengajak anak untuk bermain di rumah. Setelah bermain, anak akan kembali bersemangat dan siap untuk belajar kembali. Bermain dapat dilakukan di dalam dan di luar rumah dengan beragam cara. Kegiatan bermain di dalam rumah dapat dilakukan bersama anak dan orang tua, sehingga akan membangun kedekatan fisik dan emosional diantara keduanya. Hal ini dianggap efektif oleh orangtua untuk menghilangkan kejenuhan selama berada di rumah karena dapat merilekskan pikiran.

Baca Juga :  PTM Terbatas dengan Group Project

Adapun upaya lain yang dilakukan orang tua yakni dengan memberi dukungan psikologis melalui kata-kata motivasi, semangat, bujukan serta pemberian reward berupa makanan kesukaan anak.

Selain upaya tersebut, strategi lainnya yakni membantu anak mengerjakan tugas yang belum dipahami. Orang tua bisa berkoordinasi dengan guru untuk membahas tugas yang kurang dipahami anak. Untuk mendapatkan hasil yang lebih mendalam, cara efektif yang dilakukan orang tua untuk mencegah anak mengalami kejenuhan dalam belajar ialah mempersiapkan kebutuhan anak sebelum proses belajar dimulai. Kemudian menyiapkan ruang khusus untuk belajar baik di dalam rumah atau di luar rumah seperti di taman. Hal tersebut penting dilakukan untuk memisahkan ruangan yang tenang dan bising dalam pengelolaan ruang belajar. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/