alexametrics
26.4 C
Kudus
Friday, May 13, 2022

Senangnya Belajar dengan Smart TV di Sekolah

TELEVISI merupakan media elektronik yang mampu menayangkan gambar bergerak atau video. Perangkat televisi saat ini sangat mudah ditemukan dan sudah menjadi perangkat rumah tangga yang wajib dimiliki setiap rumah. Televisi mampu menyampaikan informasi dan pesan melalui siaran langsung maupun siaran yang telah terprogram. Acara atau program TV yang paling digemari saat ini, yang bertemakan hiburan.

Selain acara yang bertema hiburan, televisi juga mampu menyiarkan acara-acara yang mendidik seperti pengetahuan atau sains. Dengan kemampuan ini, televisi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran. Siaran televisi bahkan juga dapat diprogram untuk membahas dan menayangkan siaran tentang materi pembelajaran tertentu.

Dalam rangka memajukan dunia pendidikan di Indonesia sekaligus mendukung program pemerintah merevitalisasi pendidikan, salah satunya dengan mendorong penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran melalui Smart TV (Televisi Pintar).


Keberadaan perangkat televisi pintar (Smart TV) telah menjamur di pasaran. Masyarakat kini dapat dengan mudah mendapatkan Smart TV melalui sejumlah marketplace. Smart TV menawarkan keunggulan berupa kemudahan akses layanan siaran TV berkat fiturnya yang terbilang lebih canggih.

Pada dasarnya, Smart TV adalah perangkat TV yang bisa mengalirkan konten lewat internet. Jadi, TV apapun yang menawarkan konten online, tidak peduli merek dan sistem operasinya, bisa disebut Smart TV.

Dalam masa PPKM yang diterapkan pemerintah sekarang, di mana para siswa dan siswi mulai masuk pembelajaran tatap muka di sekolah, penggunaan Smart TV dapat membantu para guru dalam memberikan penjelasan materi mapel kepada peserta didik.

Dengan adanya Smart TV peserta didik diharapkan lebih mudah paham dan suasana pembelajaran lebih santai tidak tegang. Dalam kurun waktu sekitar 2 tahun pembelajaran di masa pandemi Covid-19, anak-anak merasakan kejenuhan dalam belajar secara online di rumah (daring).

Baca Juga :  Penglepasan Delapan Santri MA TBS Kudus ke Al-Azhar Mesir

Para siswa yang telah lama daring di rumah, ketika mulai masuk pembelajaran di sekolah diharapkan tidak merasakan kejenuhan dalam menerima materi dengan suasana yang nyaman dan santai setelah lamanya vakum belajar di sekolah. Smart TV dapat menjadi solusi bagi sekolah-sekolah dalam proses pembelajaran yang lebih fleksibel dan menyenangkan.

Peserta didik dinilai lebih mudah dalam menyerap ilmu pengetahuan melalui model pembelajaran Smart TV. Meski tidak semua mata pelajaran (mapel), tapi sebagian besar materi disajikan tanpa harus menguras energi guru.

Dalam dunia pendidikan, guru itu fasilitator. Artinya, proses pendidikan itu berada di peserta didik, sehingga guru sebagai fasilitator mencari dan menyediakan perangkat pembelajaran yang menarik sesuai keinginan peserta didik.

Dalam Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) disebutkan, pusat pembelajaran itu berada pada peserta didik, bukan pada guru. Jadi, aktivitas pembelajaran itu ada pada peserta didik. Model pembelajaran menggunakan media Smart TV membuat peserta didik lebih aktif, berani tampil, dan mudah meniru.

Kendati demikian dalam menerapkan model pembelajaran itu dengan harapan peserta didik lebih cepat menyerap ilmu pengetahuan. Terutama mata pelajaran bahasa Inggris dan pendidikan agama Islam (PAI). Jugad bahasa lain dan tidak menutup kemungkinan semua mata pelajaran bisa diterapkan menggunakan Smart TV tersebut.

Dalam penerapan Smart TV di sekolah harus memiliki guru yang andal di bidang Teknik Informatika (IT). Model pembelajaran akan mempercepat proses transfer ilmu sesuai dengan kurikulum yang ada. Sehingga nantinya penerapan pembelajaran Smart TV dapat disukai pelajar dan tak membosankan. (*)

TELEVISI merupakan media elektronik yang mampu menayangkan gambar bergerak atau video. Perangkat televisi saat ini sangat mudah ditemukan dan sudah menjadi perangkat rumah tangga yang wajib dimiliki setiap rumah. Televisi mampu menyampaikan informasi dan pesan melalui siaran langsung maupun siaran yang telah terprogram. Acara atau program TV yang paling digemari saat ini, yang bertemakan hiburan.

Selain acara yang bertema hiburan, televisi juga mampu menyiarkan acara-acara yang mendidik seperti pengetahuan atau sains. Dengan kemampuan ini, televisi dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sumber atau media pembelajaran. Siaran televisi bahkan juga dapat diprogram untuk membahas dan menayangkan siaran tentang materi pembelajaran tertentu.

Dalam rangka memajukan dunia pendidikan di Indonesia sekaligus mendukung program pemerintah merevitalisasi pendidikan, salah satunya dengan mendorong penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran melalui Smart TV (Televisi Pintar).

Keberadaan perangkat televisi pintar (Smart TV) telah menjamur di pasaran. Masyarakat kini dapat dengan mudah mendapatkan Smart TV melalui sejumlah marketplace. Smart TV menawarkan keunggulan berupa kemudahan akses layanan siaran TV berkat fiturnya yang terbilang lebih canggih.

Pada dasarnya, Smart TV adalah perangkat TV yang bisa mengalirkan konten lewat internet. Jadi, TV apapun yang menawarkan konten online, tidak peduli merek dan sistem operasinya, bisa disebut Smart TV.

Dalam masa PPKM yang diterapkan pemerintah sekarang, di mana para siswa dan siswi mulai masuk pembelajaran tatap muka di sekolah, penggunaan Smart TV dapat membantu para guru dalam memberikan penjelasan materi mapel kepada peserta didik.

Dengan adanya Smart TV peserta didik diharapkan lebih mudah paham dan suasana pembelajaran lebih santai tidak tegang. Dalam kurun waktu sekitar 2 tahun pembelajaran di masa pandemi Covid-19, anak-anak merasakan kejenuhan dalam belajar secara online di rumah (daring).

Baca Juga :  Aplikasi WhatsApp Mempermudah PJJ Bahasa Jawa

Para siswa yang telah lama daring di rumah, ketika mulai masuk pembelajaran di sekolah diharapkan tidak merasakan kejenuhan dalam menerima materi dengan suasana yang nyaman dan santai setelah lamanya vakum belajar di sekolah. Smart TV dapat menjadi solusi bagi sekolah-sekolah dalam proses pembelajaran yang lebih fleksibel dan menyenangkan.

Peserta didik dinilai lebih mudah dalam menyerap ilmu pengetahuan melalui model pembelajaran Smart TV. Meski tidak semua mata pelajaran (mapel), tapi sebagian besar materi disajikan tanpa harus menguras energi guru.

Dalam dunia pendidikan, guru itu fasilitator. Artinya, proses pendidikan itu berada di peserta didik, sehingga guru sebagai fasilitator mencari dan menyediakan perangkat pembelajaran yang menarik sesuai keinginan peserta didik.

Dalam Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) disebutkan, pusat pembelajaran itu berada pada peserta didik, bukan pada guru. Jadi, aktivitas pembelajaran itu ada pada peserta didik. Model pembelajaran menggunakan media Smart TV membuat peserta didik lebih aktif, berani tampil, dan mudah meniru.

Kendati demikian dalam menerapkan model pembelajaran itu dengan harapan peserta didik lebih cepat menyerap ilmu pengetahuan. Terutama mata pelajaran bahasa Inggris dan pendidikan agama Islam (PAI). Jugad bahasa lain dan tidak menutup kemungkinan semua mata pelajaran bisa diterapkan menggunakan Smart TV tersebut.

Dalam penerapan Smart TV di sekolah harus memiliki guru yang andal di bidang Teknik Informatika (IT). Model pembelajaran akan mempercepat proses transfer ilmu sesuai dengan kurikulum yang ada. Sehingga nantinya penerapan pembelajaran Smart TV dapat disukai pelajar dan tak membosankan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/