alexametrics
30 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Peranan Tripusat Pendidikan terhadap Akhlak Siswa

PENDIDIKAN merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia yang harus dipenuhi sepanjang hidup. Tanpa pendidikan mustahil manusia dapat mencapai cita-citanya, karena pendidikan adalah modal dasar untuk masa depan. Pendidikan diyakini sebagai pencetak generasi penerus bangsa.

Definisi pendidikan sangat bervariasi menurut pakar. Sedangkan menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan  nasional, Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran  agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.

Pendidikan moral sangatlah penting terutama dalam pembentukan akhlak yang baik. Seiring kemajuan zaman,belakangan ini, banyak keluhan orang tua tentang perilaku anak yang sukar dikendalikan karena pengaruh dari medsos. Hal ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit anak-anak usia sekolah yang melakukan tindakan yang  menyimpang dari norma agama,terutama terjadi dikalangan remaja yang memiliki kondisi jiwa yang labil, remaja yang krisis akhlak  telah melanda sebagian dikalangan remaja. Oleh karena itu peranan keluarga,sekolah dan masyarakat sangatlah penting.


Adapun tujuan pendidikan akhlak adalah agar setiap manusia berbudi pekerti (berakhlak), bertingkah laku , berperangai atau beradat istiadat yang baik yang sesuai dengan ajaran Islam.

Tripusat pendidikan adalah konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara pendiri Taman Siswa yang diakui sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tripusat pendidikan yang dimaksudkan disini adalah lingkungan pendidikan yang  meliputi “pendidikan keluarga,sekolah,dan masyarakat”.Setiap pribadi  manusia akan selalu  mengalami perkembangan dalam tiga lingkungan pendidikan tersebut. Tiga lingkungan ini disebut dengan Tripusat Pendidikan. Di dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pada pasal 13 ayat 1 disebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal dan informal yang dapat saling melengkapi.Ketiga pusat pendidikan tersebut adalah:

Baca Juga :  Selingan Belajar Ambyar dengan Bombik Roket

Pertama,Pendidikan informal merupakan pendidikan pertama yang akan mendapatkan didikan dan bimbingan. Jiwa dan raga anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Di dalam keluarga merupakan tempat mendidik dan menanamkan nilai-nilai keteladanan, membentuk kepribadian dan  membiasakan berperilaku baik, jika dididik dan dilatih dengan terus menerus, maka ia akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang memiliki akhlakul karimah (akhlak yang baik). Sebaliknya, apabila anak dibiarkan berbuat buruk, nantinya akan terbiasa berbuat buruk juga.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi yang artinya : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”. (H.R. Al-Bukhari).

Perlu disadari bahwa pendidikan keluarga  merupakan usaha sadar dari orang dewasa untuk mempengaruhi perkembangan anak ,baik perkembangan fisik maupun psikis.

Kedua, pendidikan formal merupakan pendidikan di sekolah yang diperoleh secara teratur,sistimatis dan berjenjang. merupakan kegiatan pendidikan untuk memperoleh perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Dengan pengajaran dan pendidikan yang dilakukan pada suatu lembaga pendidikan,akan tercipta dan terbentuk pribadi yang cerdas ,trampil dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang diharapkan.

Ketiga,pendidikan non formal merupakan pendidikan di lingkungan masyarakat yakni tempat bersosialisasi dengan orang lain, sekaligus merupakan tempat untuk mengembangkan kemampuan diri,sehingga dapat mewujudkan berbagai macam kegiatan masyarakat yang positif,yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pribadi, ilmu pengetahuan dan ketrampilan.Dengan kata lain peningkatan wawasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. (*)

PENDIDIKAN merupakan kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia yang harus dipenuhi sepanjang hidup. Tanpa pendidikan mustahil manusia dapat mencapai cita-citanya, karena pendidikan adalah modal dasar untuk masa depan. Pendidikan diyakini sebagai pencetak generasi penerus bangsa.

Definisi pendidikan sangat bervariasi menurut pakar. Sedangkan menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan  nasional, Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran  agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan.

Pendidikan moral sangatlah penting terutama dalam pembentukan akhlak yang baik. Seiring kemajuan zaman,belakangan ini, banyak keluhan orang tua tentang perilaku anak yang sukar dikendalikan karena pengaruh dari medsos. Hal ini dapat kita lihat dalam kehidupan sehari-hari, tidak sedikit anak-anak usia sekolah yang melakukan tindakan yang  menyimpang dari norma agama,terutama terjadi dikalangan remaja yang memiliki kondisi jiwa yang labil, remaja yang krisis akhlak  telah melanda sebagian dikalangan remaja. Oleh karena itu peranan keluarga,sekolah dan masyarakat sangatlah penting.

Adapun tujuan pendidikan akhlak adalah agar setiap manusia berbudi pekerti (berakhlak), bertingkah laku , berperangai atau beradat istiadat yang baik yang sesuai dengan ajaran Islam.

Tripusat pendidikan adalah konsep pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara pendiri Taman Siswa yang diakui sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Tripusat pendidikan yang dimaksudkan disini adalah lingkungan pendidikan yang  meliputi “pendidikan keluarga,sekolah,dan masyarakat”.Setiap pribadi  manusia akan selalu  mengalami perkembangan dalam tiga lingkungan pendidikan tersebut. Tiga lingkungan ini disebut dengan Tripusat Pendidikan. Di dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pada pasal 13 ayat 1 disebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal dan informal yang dapat saling melengkapi.Ketiga pusat pendidikan tersebut adalah:

Baca Juga :  Wow, MTsN 1 Kudus Gondol 3.000 Medali

Pertama,Pendidikan informal merupakan pendidikan pertama yang akan mendapatkan didikan dan bimbingan. Jiwa dan raga anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Di dalam keluarga merupakan tempat mendidik dan menanamkan nilai-nilai keteladanan, membentuk kepribadian dan  membiasakan berperilaku baik, jika dididik dan dilatih dengan terus menerus, maka ia akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang memiliki akhlakul karimah (akhlak yang baik). Sebaliknya, apabila anak dibiarkan berbuat buruk, nantinya akan terbiasa berbuat buruk juga.

Sebagaimana dijelaskan dalam hadits Nabi yang artinya : “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”. (H.R. Al-Bukhari).

Perlu disadari bahwa pendidikan keluarga  merupakan usaha sadar dari orang dewasa untuk mempengaruhi perkembangan anak ,baik perkembangan fisik maupun psikis.

Kedua, pendidikan formal merupakan pendidikan di sekolah yang diperoleh secara teratur,sistimatis dan berjenjang. merupakan kegiatan pendidikan untuk memperoleh perubahan pengetahuan, sikap dan ketrampilan. Dengan pengajaran dan pendidikan yang dilakukan pada suatu lembaga pendidikan,akan tercipta dan terbentuk pribadi yang cerdas ,trampil dan berbudi pekerti luhur sesuai dengan tujuan pendidikan nasional yang diharapkan.

Ketiga,pendidikan non formal merupakan pendidikan di lingkungan masyarakat yakni tempat bersosialisasi dengan orang lain, sekaligus merupakan tempat untuk mengembangkan kemampuan diri,sehingga dapat mewujudkan berbagai macam kegiatan masyarakat yang positif,yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pribadi, ilmu pengetahuan dan ketrampilan.Dengan kata lain peningkatan wawasan kognitif, afektif, dan psikomotorik. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/