alexametrics
25.9 C
Kudus
Wednesday, May 25, 2022

Dampak Pembelajaran Daring di SDN Karangharjo Selama Pandemi

DI Indonesia sedang dihebohkan dengan adanya virus Covid-19. Virus ini menyebar di Indonesia pada awal tahun 2020 dan pertama kali ditemukan atau pertama kali muncul di kota Wuhan, Cina pada akhir Desember tahun lalu (2019). Hal ini menyebabkan beberapa negara bahkan mungkin di semua negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebarannya. Di Indonesia sendiri memberlakukan sistem PSBB. Munculnya covid ini menjadi kendala bagi semua di bidang. Tak terkecuali dunia pendidikan. Dampak itu, dirasakan oleh berbagai pihak. Terutama para guru, kepala sekolah, peserta didik dan juga orang tua.

Dengan dilakukan penutupan sekolah sementara. Maka pemerintah mengambil langkah pembelajaran secara online. Dengan peraturan ini guru dituntut mampu melakukan pembelajaran secara daring. Maka guru harus mampu dan mahir dalam mengoperasikan teknologi informasi.

Proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah dengan tatap muka langsung dengan bapak/ibu guru dan teman-teman tidak dapat dilakukan pada masa pandemi ini. Anak didik diharuskan belajar dari rumah. Untuk itu guru juga diharuskan menyiapkan perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar dari rumah. Kondisi ini membuat guru harus mengubah strategi belajar mengajarnya dengan metode pengajaran yang tepat.


Demikian pula, pembelajaran yang dilaksanakan di SD Negeri Karangharjo ini juga menggunakan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh dengan melalui bimbingan dari orang tua di rumah. Pembelajaran daring ini juga lebih memanfaatkan jaringan internet dalam proses pembelajaran.

Dengan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh ini, siswa memiliki keleluasaan waktu belajar dan proses pembelajaran bisa dilakukan dimana saja. Siswa dapat berinteraksi dengan guru dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan beberapa aplikasi pembelajaran seperti grup Whatsapp, Classroom, via Zoom.

Namun yang pasti harus dilakukan adalah pemberian tugas melalui pemantauan pendampingan oleh guru melalui grup Whatsapp, sehingga anak betul-betul belajar. Kemudian guru-guru juga bekerja dari rumah dengan berkoordinasi dengan orang tua, bisa melalui video call maupun foto kegiatan belajar anak dirumah untuk memastikan adanya interaksi antara guru dengan orangtua, bisa melalui video call maupun foto kegiatan belajar anak di rumah untuk memastikan adanya interaksi antara guru dengan orang tua.

Baca Juga :  Perlukah Gamifikasi dalam Pembelajaran?

Pembelajaran daring yang diselenggarakan di SD Negeri Karangharjo dalam upaya menekan mata rantai penyebaran Covid-19. Selain itu penelitian jenis kepustakaan ini lebih efektif digunakan dalam penelitian ini. Karena dapat mengumpulkan informasi dan data lebih mudah dengan bantuan berbagai macam material seperti dokumen, berita, jurnal, buku dan sebagainya.

Dampak Covid-19 terhadap proses pembelajaran bagi guru dan peserta didik. Semenjak munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia, bahkan sudah sampai di berbagai wilayah (termasuk lingkungan SD Negeri Karangharjo) banyak dampak dirasakan ketika proses pembelajaran daring dilakukan. Salah satunya adalah pembuatan RPP yang bersistem daring, guru dituntut untuk mampu melakukan pembelajaran daring. Guru untuk melakukan pembelajaran daring sangat kurang maksimal.

Selain itu, dampak yang dirasakan oleh guru di SD Negeri Karangharjo adanya keterbatasan fisik yang sulit mengkomunikasikan materi pada siswa. Karena kondisi psikologis dan kognitif siswa yang berbeda-beda. Hal ini meskipun sudah dengan penggunaan via zoom agar guru dan murid dapat berinteraksi secara tatap muka.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut. Bahwa dampak dari pandemi Covid-19 ini terhadap implementasi pembelajaran daring di sekolah dasar dapat dilakukan tetapi kurang maksimal.

Covid-19 begitu besar dampaknya terhadap dunia pendidikan. Dan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui teknik pengumpulan data yang berupa wawancara yang telah dilakukan pada guru di SD Negeri karangharjo, bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan guru berubah yang biasanya pembelajaran dilaksanakan secara langsung menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring).

DI Indonesia sedang dihebohkan dengan adanya virus Covid-19. Virus ini menyebar di Indonesia pada awal tahun 2020 dan pertama kali ditemukan atau pertama kali muncul di kota Wuhan, Cina pada akhir Desember tahun lalu (2019). Hal ini menyebabkan beberapa negara bahkan mungkin di semua negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdown dalam rangka mencegah penyebarannya. Di Indonesia sendiri memberlakukan sistem PSBB. Munculnya covid ini menjadi kendala bagi semua di bidang. Tak terkecuali dunia pendidikan. Dampak itu, dirasakan oleh berbagai pihak. Terutama para guru, kepala sekolah, peserta didik dan juga orang tua.

Dengan dilakukan penutupan sekolah sementara. Maka pemerintah mengambil langkah pembelajaran secara online. Dengan peraturan ini guru dituntut mampu melakukan pembelajaran secara daring. Maka guru harus mampu dan mahir dalam mengoperasikan teknologi informasi.

Proses pembelajaran yang biasanya dilaksanakan di sekolah dengan tatap muka langsung dengan bapak/ibu guru dan teman-teman tidak dapat dilakukan pada masa pandemi ini. Anak didik diharuskan belajar dari rumah. Untuk itu guru juga diharuskan menyiapkan perangkat pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar dari rumah. Kondisi ini membuat guru harus mengubah strategi belajar mengajarnya dengan metode pengajaran yang tepat.

Demikian pula, pembelajaran yang dilaksanakan di SD Negeri Karangharjo ini juga menggunakan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh dengan melalui bimbingan dari orang tua di rumah. Pembelajaran daring ini juga lebih memanfaatkan jaringan internet dalam proses pembelajaran.

Dengan pembelajaran daring atau pembelajaran jarak jauh ini, siswa memiliki keleluasaan waktu belajar dan proses pembelajaran bisa dilakukan dimana saja. Siswa dapat berinteraksi dengan guru dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan beberapa aplikasi pembelajaran seperti grup Whatsapp, Classroom, via Zoom.

Namun yang pasti harus dilakukan adalah pemberian tugas melalui pemantauan pendampingan oleh guru melalui grup Whatsapp, sehingga anak betul-betul belajar. Kemudian guru-guru juga bekerja dari rumah dengan berkoordinasi dengan orang tua, bisa melalui video call maupun foto kegiatan belajar anak dirumah untuk memastikan adanya interaksi antara guru dengan orangtua, bisa melalui video call maupun foto kegiatan belajar anak di rumah untuk memastikan adanya interaksi antara guru dengan orang tua.

Baca Juga :  Menanamkan Nilai-Nilai Pancasila pada Siswa

Pembelajaran daring yang diselenggarakan di SD Negeri Karangharjo dalam upaya menekan mata rantai penyebaran Covid-19. Selain itu penelitian jenis kepustakaan ini lebih efektif digunakan dalam penelitian ini. Karena dapat mengumpulkan informasi dan data lebih mudah dengan bantuan berbagai macam material seperti dokumen, berita, jurnal, buku dan sebagainya.

Dampak Covid-19 terhadap proses pembelajaran bagi guru dan peserta didik. Semenjak munculnya pandemi Covid-19 di Indonesia, bahkan sudah sampai di berbagai wilayah (termasuk lingkungan SD Negeri Karangharjo) banyak dampak dirasakan ketika proses pembelajaran daring dilakukan. Salah satunya adalah pembuatan RPP yang bersistem daring, guru dituntut untuk mampu melakukan pembelajaran daring. Guru untuk melakukan pembelajaran daring sangat kurang maksimal.

Selain itu, dampak yang dirasakan oleh guru di SD Negeri Karangharjo adanya keterbatasan fisik yang sulit mengkomunikasikan materi pada siswa. Karena kondisi psikologis dan kognitif siswa yang berbeda-beda. Hal ini meskipun sudah dengan penggunaan via zoom agar guru dan murid dapat berinteraksi secara tatap muka.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan tersebut. Bahwa dampak dari pandemi Covid-19 ini terhadap implementasi pembelajaran daring di sekolah dasar dapat dilakukan tetapi kurang maksimal.

Covid-19 begitu besar dampaknya terhadap dunia pendidikan. Dan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan melalui teknik pengumpulan data yang berupa wawancara yang telah dilakukan pada guru di SD Negeri karangharjo, bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan guru berubah yang biasanya pembelajaran dilaksanakan secara langsung menjadi pembelajaran dalam jaringan (daring).

Most Read

Artikel Terbaru

/