alexametrics
24.1 C
Kudus
Tuesday, July 5, 2022

Kegiatan Ekonomi Kreatif Membangun Kreativitas Siswa

ILMU pengetahuan sosial (IPS) kelas VII semester genap terdapat cakupan pembelajaran kewirausahaan. Dalam materi ini, siswa dimotivasi untuk mampu mengeluarkan ide dan gagasan yang mampu berpikir dan bertindak kreatif. Bisa dijadikan dasar dan kiat untuk menciptakan nilai tambah suatu barang (nilai jual) yang dilaksanakan dengan keberanian menghadapi segala risiko. Gagasan yang kreatif dalam tindakan ekonomi diharapkan siswa dapat  mencapai kemandirian dan juga kesejahteraan.

Salah satu bentuk pembelajaran di SMP 2 Kudus dengan melatih siswa untuk mampu memproduksi dan memasarkan hasil produksinya di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa bekerja secara kolaboratif dalam kelompok-kelompok kecil. Dengan membentuk kelompok juga melatih social emosional skill siswa dalam domain berpikir terbuka yang diharapkan terbentuk sikap toleransi, keingintahuan, dan kreativitas.

Sedangkan kreativitas merupakan salah satu faktor yang membuat seseorang untuk dapat menjadi wirausahawan yang sukses. Ciri-ciri manusia kreatif, meliputi otonom dan bebas, mempunyai rasa ingin tahu dan suka mencoba, sering mengajukan pertanyaan yang baik, banyak gagasan dan usul-usul terhadap suatu masalah, dapat mengungkapkan pendapat dari orang lain, dapat mengajukan suatu gagasan pendapat yang berbeda dengan orang lain, mempunyai pikiran ke depan, memiliki kebiasaan belajar sendiri, serta belajar dari pengalaman orang lain.


Seseorang yang memiliki mental wiraswasta adalah orang yang berkemauan keras dalam mencapai tujuan dan kebutuhan hidupnya. Selain memiliki kemauan yang keras, orang yang bersikap mental wiraswasta memiliki keyakinan kuat atas kekuatan terdapat di dalam dirinya. Orang yang bersikap mental wirausaha mempunyai sifat jujur yang tinggi dan juga bertanggung jawab (Kewirausahaan Pelajaran IPS SMP/MTS KelasVII.aanwijzing.com).

Dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran IPS pada materi kewirausahaan di SMP 2 Kudus dengan menerapkan kreativitas ternyata sangat efektif. Ini ditunjukkan dari keberanian siswa menawarkan produknya kepada sesama teman serta pada Bapak dan Ibu Guru dengan gigih dan percaya diri. Dalam pelaksanaannya, mereka berkelompok dan terlihat juga kerja sama dan toleransi sesama anggota kelompoknya.

Baca Juga :  Semangat Sumpah Pemuda, Pembelajaran Jarak Jauh

Setelah melakukan kegiatan pembelajaran materi kewirausahaan, siswa dapat mengetahui permasalahan di pasar dan menganalisis keadaan yang sebenarnya tentang barang dan jasa yang diperjualbelikan. Harga-harga barang yang ada di pasar, barang dagangan yang paling diminati oleh pembeli, omzet penjualan per hari, dan barang yang paling laku, sehingga siswa bisa menerapkan kegiatan ekonomi yang sangat kompleks, seperti di pasar. Baik yang menyangkut masalah pembelian dan penjualan barang, distribusi barang ke pasar, serta barang yang diperdagangkan.

Mereka sangat antusias, karena mereka belajar mengalami secara langsung berhubungan dengan kenyataan sebenarnya. Banyak siswa yang mempunyai harapan menjadi wirausaha sukses. Kesuksesan dalam berwirausaha tidak luput dari kegagalan. Belajar dari kegagalan itulah kesuksesan berwirausaha bisa diraih. Juga diikuti sifat pantang menyerah, mampu mengelola keuangan dengan baik, dan bisa melihat peluang pasar.

Termasuk melakukan efektivitas dan efisiensi serta kerja sama dengan pihak lain yang saling menguntungkan. Seorang wirausahawan dapat memadukan pikiran kreatif dan imajinatif dengan kemampuan proses yang logis dan sistematis. Hal inilah yang merupakan kunci keberhasilan wirausaha.

Materi pembelajaran kewirausahaan mengajarkan peserta didik berperilaku wirausaha dengan jiwa kepemimpinan yang sangat terkait, Dengan cara mengelola usaha untuk membekali peserta didik, agar dapat bekerja secara mandiri dan senantiasa berusaha melakukan inovasi untuk memperbaiki keadaan. Juga menumbuhkan bakat kreatif wirausaha serta membentuk jiwa entrepreneur dalam menghadapi tantangan pada era globalisasi. (*)

ILMU pengetahuan sosial (IPS) kelas VII semester genap terdapat cakupan pembelajaran kewirausahaan. Dalam materi ini, siswa dimotivasi untuk mampu mengeluarkan ide dan gagasan yang mampu berpikir dan bertindak kreatif. Bisa dijadikan dasar dan kiat untuk menciptakan nilai tambah suatu barang (nilai jual) yang dilaksanakan dengan keberanian menghadapi segala risiko. Gagasan yang kreatif dalam tindakan ekonomi diharapkan siswa dapat  mencapai kemandirian dan juga kesejahteraan.

Salah satu bentuk pembelajaran di SMP 2 Kudus dengan melatih siswa untuk mampu memproduksi dan memasarkan hasil produksinya di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini, siswa bekerja secara kolaboratif dalam kelompok-kelompok kecil. Dengan membentuk kelompok juga melatih social emosional skill siswa dalam domain berpikir terbuka yang diharapkan terbentuk sikap toleransi, keingintahuan, dan kreativitas.

Sedangkan kreativitas merupakan salah satu faktor yang membuat seseorang untuk dapat menjadi wirausahawan yang sukses. Ciri-ciri manusia kreatif, meliputi otonom dan bebas, mempunyai rasa ingin tahu dan suka mencoba, sering mengajukan pertanyaan yang baik, banyak gagasan dan usul-usul terhadap suatu masalah, dapat mengungkapkan pendapat dari orang lain, dapat mengajukan suatu gagasan pendapat yang berbeda dengan orang lain, mempunyai pikiran ke depan, memiliki kebiasaan belajar sendiri, serta belajar dari pengalaman orang lain.

Seseorang yang memiliki mental wiraswasta adalah orang yang berkemauan keras dalam mencapai tujuan dan kebutuhan hidupnya. Selain memiliki kemauan yang keras, orang yang bersikap mental wiraswasta memiliki keyakinan kuat atas kekuatan terdapat di dalam dirinya. Orang yang bersikap mental wirausaha mempunyai sifat jujur yang tinggi dan juga bertanggung jawab (Kewirausahaan Pelajaran IPS SMP/MTS KelasVII.aanwijzing.com).

Dalam kegiatan pembelajaran mata pelajaran IPS pada materi kewirausahaan di SMP 2 Kudus dengan menerapkan kreativitas ternyata sangat efektif. Ini ditunjukkan dari keberanian siswa menawarkan produknya kepada sesama teman serta pada Bapak dan Ibu Guru dengan gigih dan percaya diri. Dalam pelaksanaannya, mereka berkelompok dan terlihat juga kerja sama dan toleransi sesama anggota kelompoknya.

Baca Juga :  MTsN 1 Pati Peroleh Bronze Medal di Ajang Riset Internasional

Setelah melakukan kegiatan pembelajaran materi kewirausahaan, siswa dapat mengetahui permasalahan di pasar dan menganalisis keadaan yang sebenarnya tentang barang dan jasa yang diperjualbelikan. Harga-harga barang yang ada di pasar, barang dagangan yang paling diminati oleh pembeli, omzet penjualan per hari, dan barang yang paling laku, sehingga siswa bisa menerapkan kegiatan ekonomi yang sangat kompleks, seperti di pasar. Baik yang menyangkut masalah pembelian dan penjualan barang, distribusi barang ke pasar, serta barang yang diperdagangkan.

Mereka sangat antusias, karena mereka belajar mengalami secara langsung berhubungan dengan kenyataan sebenarnya. Banyak siswa yang mempunyai harapan menjadi wirausaha sukses. Kesuksesan dalam berwirausaha tidak luput dari kegagalan. Belajar dari kegagalan itulah kesuksesan berwirausaha bisa diraih. Juga diikuti sifat pantang menyerah, mampu mengelola keuangan dengan baik, dan bisa melihat peluang pasar.

Termasuk melakukan efektivitas dan efisiensi serta kerja sama dengan pihak lain yang saling menguntungkan. Seorang wirausahawan dapat memadukan pikiran kreatif dan imajinatif dengan kemampuan proses yang logis dan sistematis. Hal inilah yang merupakan kunci keberhasilan wirausaha.

Materi pembelajaran kewirausahaan mengajarkan peserta didik berperilaku wirausaha dengan jiwa kepemimpinan yang sangat terkait, Dengan cara mengelola usaha untuk membekali peserta didik, agar dapat bekerja secara mandiri dan senantiasa berusaha melakukan inovasi untuk memperbaiki keadaan. Juga menumbuhkan bakat kreatif wirausaha serta membentuk jiwa entrepreneur dalam menghadapi tantangan pada era globalisasi. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/