alexametrics
24.2 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Mengoptimalkan Peran Otak Kanan dan Kiri

OTAK adalah organ yang sangat vital pada manusia. Otak terbagi menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah otak besar. Otak besar memiliki otak kanan dan otak kiri. Otak kanan bertanggung jawab untuk mengendalikan sisi kiri tubuh dan menjadi sisi otak untuk tugas – tugas artistik dan kreatif. Otak kiri bertanggung jawab untuk mengendalikan sisi kanan tubuh dan merupakan sisi otak yang lebih akademis dan logis.

Otak kanan lebih banyak berperan dalam proses intuitif dan visual. Seseorang yang dominan dengan otak kanan adalah mereka yang memiliki daya imajinasi dan kreatifitas yang tinggi, kemampuan visual yang baik, mengandalkan perasaan, selera yang bagus dibidang seni dan musik, serta memiliki intuisi dan lebih peka terhadap perasaan / emosi  di lingkungan sekitar.

Otak kiri lebih banyak digunakan untuk berfikir dengan logika. Seseorang  yang dominan menggunakan otak kiri akan lebih banyak unggul dalam hal-hal yang bersifat logika, analitis, dan juga unggul dalam bidang bahasa dan numerik.


Otak kanan dan otak kiri sama pentingnya dalam membantu proses belajar, namun di negara kita penggunaan otak kiri memiliki porsi lebih besar daripada penggunaan otak kanan. Akibatnya anak yang dominan otak kanan kurang bisa  mengikutinya. Padahal  banyak orang sukses yang dominan otak kanan, meskipun tidak begitu berhasil ketika berada di bangku sekolah.

Jika ditanya mana yang lebih baik, antara penggunaan otak kanan dan otak kiri.Jawabannya  adalah akan lebih ideal jika anak bisa menggunakan kedua fungsi otaknya secara seimbang. Seorang anak yang sudah bisa menyeimbangkan  kedua fungsi otaknya dengan baik akan dapat  fleksibel dalam bersosialisasi dan berdaya nalar tinggi untuk memecahkan suatu masalah.

Baca Juga :  Apakah Anda Guru Yang Baik?

Oleh sebab itu peran guru sangat besar dalam menyeimbangkan penggunaan otak kanan dan otak kiri agar dapat membantu menciptakan pembelajaran yang efektif. Dengan menggabungkan dan mengemas metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan fungsi kerja otak kanan dan otak kiri, pastinya setiap anak bisa memahami maksud yang disampaikan dengan lebih mudah. Para guru bisa mencari jalan tengah untuk menggabungkan kedua fungsi otak ini, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan fungsi laboratorium bahasa multimedia untuk bisa mendukung aktivitas pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Selain itu guru juga bisa meringkas bahan ajar dan membuatkannya dalam bentuk visual, sehingga daya imajinasi dan pola pikir siswa akan terbentuk bersama seiring dengan intensitas pola pikir yang dilakukan di sekolah. Beberapa kegiatan  sederhana dalam melatih keseimbangan otak kanan dan kiri juga bisa dilakukan untuk memaksimalkan potensi anak. Kegiatan yang dimaksud antara lain: pertamamengajak anak membaca buku. Ajaklah anak untuk membaca buku favoritnya, kemudian mintalah anak untuk menyimpulkan cerita dari buku tersebut atau menjawab pertanyaan seputar cerita di dalam  buku.

 Keduaberhitung dengan alat peraga. Kegiatan ini akan membuat anak lebih tertarik. Guru bisa menggunakan alat peraga yang bisa disentuh, dilihat, atau dicium aromanya oleh anak.

Ketiga, mengajak anak untuk melakukan kegiatan seni. Salah satu kegiatan seni yang dapat dilakukan adalah menggambar atau mewarnai.

Itulah cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan dan menyeimbangkan kemampuan otak kanan dan kiri pada anak  agar dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif. (*)

 

OTAK adalah organ yang sangat vital pada manusia. Otak terbagi menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah otak besar. Otak besar memiliki otak kanan dan otak kiri. Otak kanan bertanggung jawab untuk mengendalikan sisi kiri tubuh dan menjadi sisi otak untuk tugas – tugas artistik dan kreatif. Otak kiri bertanggung jawab untuk mengendalikan sisi kanan tubuh dan merupakan sisi otak yang lebih akademis dan logis.

Otak kanan lebih banyak berperan dalam proses intuitif dan visual. Seseorang yang dominan dengan otak kanan adalah mereka yang memiliki daya imajinasi dan kreatifitas yang tinggi, kemampuan visual yang baik, mengandalkan perasaan, selera yang bagus dibidang seni dan musik, serta memiliki intuisi dan lebih peka terhadap perasaan / emosi  di lingkungan sekitar.

Otak kiri lebih banyak digunakan untuk berfikir dengan logika. Seseorang  yang dominan menggunakan otak kiri akan lebih banyak unggul dalam hal-hal yang bersifat logika, analitis, dan juga unggul dalam bidang bahasa dan numerik.

Otak kanan dan otak kiri sama pentingnya dalam membantu proses belajar, namun di negara kita penggunaan otak kiri memiliki porsi lebih besar daripada penggunaan otak kanan. Akibatnya anak yang dominan otak kanan kurang bisa  mengikutinya. Padahal  banyak orang sukses yang dominan otak kanan, meskipun tidak begitu berhasil ketika berada di bangku sekolah.

Jika ditanya mana yang lebih baik, antara penggunaan otak kanan dan otak kiri.Jawabannya  adalah akan lebih ideal jika anak bisa menggunakan kedua fungsi otaknya secara seimbang. Seorang anak yang sudah bisa menyeimbangkan  kedua fungsi otaknya dengan baik akan dapat  fleksibel dalam bersosialisasi dan berdaya nalar tinggi untuk memecahkan suatu masalah.

Baca Juga :  Penilaian Siswa pada Masa Pandemi

Oleh sebab itu peran guru sangat besar dalam menyeimbangkan penggunaan otak kanan dan otak kiri agar dapat membantu menciptakan pembelajaran yang efektif. Dengan menggabungkan dan mengemas metode pembelajaran yang tepat dan sesuai dengan fungsi kerja otak kanan dan otak kiri, pastinya setiap anak bisa memahami maksud yang disampaikan dengan lebih mudah. Para guru bisa mencari jalan tengah untuk menggabungkan kedua fungsi otak ini, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan fungsi laboratorium bahasa multimedia untuk bisa mendukung aktivitas pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.

Selain itu guru juga bisa meringkas bahan ajar dan membuatkannya dalam bentuk visual, sehingga daya imajinasi dan pola pikir siswa akan terbentuk bersama seiring dengan intensitas pola pikir yang dilakukan di sekolah. Beberapa kegiatan  sederhana dalam melatih keseimbangan otak kanan dan kiri juga bisa dilakukan untuk memaksimalkan potensi anak. Kegiatan yang dimaksud antara lain: pertamamengajak anak membaca buku. Ajaklah anak untuk membaca buku favoritnya, kemudian mintalah anak untuk menyimpulkan cerita dari buku tersebut atau menjawab pertanyaan seputar cerita di dalam  buku.

 Keduaberhitung dengan alat peraga. Kegiatan ini akan membuat anak lebih tertarik. Guru bisa menggunakan alat peraga yang bisa disentuh, dilihat, atau dicium aromanya oleh anak.

Ketiga, mengajak anak untuk melakukan kegiatan seni. Salah satu kegiatan seni yang dapat dilakukan adalah menggambar atau mewarnai.

Itulah cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan dan menyeimbangkan kemampuan otak kanan dan kiri pada anak  agar dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang efektif. (*)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/