alexametrics
28.6 C
Kudus
Tuesday, August 2, 2022

Selingan Belajar Ambyar dengan Bombik Roket

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) telah dibuka pemerintah bagi peserta didik, khususnya sekolah dasar/sederajat. Rasa berat bagi peserta didik untuk menempuh belajar di sekolah. Sebab, terlalu lama melaksanakan pembelajaran daring dan luring dalam kondisi pandemi. Motivasi moril gencar diberikan guru agar peserta didiknya bangkit dan semangat memulai pembelajaran dan tetap ketat menjalankan prokes.

Guna menggugah ingatan peserta didik di kelas sebelumnya, perlahan-lahan dipancing dengan berbagai pertanyaan. Tentunya yang berkaitan dengan pelajaran. Namun, banyak yang terdiam. Plongak-plongok istilah Jawanya. Mengapa demikian?

Jika ditengok ke belakang pada masa pandemi, peserta didik banyak menggunakan gadget sebagai penunjang belajar. Setelah selesai mengerjakan tugas dari guru, mereka melanjutkan dengan main gadget. Hingga untuk mengulang materi dengan membaca-membaca materi guna menambah pemahaman lagi kemungkinan sangat tipis.


Perlu ada solusi dalam menyikapi permasalahan tersebut. Setiap guru memiliki strategi yang berbeda dan upaya ini dirasa jitu dalam menggugah semangat belajar serta mengurangi tingkat stres peserta didik dalam belajar. Pada awal semester guru sudah mengenalkan Bombik Roket kepada peserta didik. Di antara mereka ada yang secara spontan menyambut dengan gembira. Ada pula yang biasa-biasa saja. Sebab, mereka baru melihat dan mengenal. Terlebih belum tahu cara memainkannya.

Saat belajar mata pelajaran tertentu yang menguras konsentrasi peserta didik, seperti setelah mengerjakan soal matematika. Baik dilalui dengan mengerjakan soal secara mandiri, maupun diskusi, serta diskusi-diskusi materi mata pelajaran lain.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan Karakter Religius di Masa Pandemi Covid-19

Jadi, ada saat-saat tertentu di perlukan Bombik Roket. Seketika kejenuhan peserta didik ambyar. Permainan rubic roket jadi penyemangat kreativitas kembali pada pembelajaran berikutnya. Setelah mengenal Bombik Roket sekaligus cara memainkan, mereka ketagihan. Meski demikian tetap ada penempatan porsi yang tepat dan tetap menitikberatkan kefokusan belajar peserta didik.

Rasa penasaran serta antusias yang tinggi menanti kapan waktu bermain Bombik roket tiba menjadi acuan semangat belajar di hari berikutnya dengan materi selanjutnya. Dengan demikian, membuat mereka lebih rajin masuk sekolah dan memiliki semangat serta antusias yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran setiap harinya. Bakat-bakatnya mulai terlihat, tinggal mengarahkan.

Melihat peserta didiknya rajin belajar, membuat guru senang dan bangga karenanya. Harapannya, strategi semacam itu akan mengubah nilai mereka menjadi lebih baik. Orang tua peserta didik juga mendukung sekali kegiatan tersebut. Semangat belajar yang tinggi sedini mungkin ditanamkan, baik diterapkan di rumah maupun di sekolah. Dengan harapan nilai dan keberhasilan belajarnya meningkat.

Banyak kiat-kiat yang perlu ditempuh seorang pendidik guna keberhasilan proses belajar mengajar. Juga keberhasilan peserta didiknya dalam meningkatkan prestasi maupun meningkatkan hasil belajar. Hal ini semata-mata dititikberatkan terhadap peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik untuk mencapai standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) sesuai yang diharapkan. (*)

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) telah dibuka pemerintah bagi peserta didik, khususnya sekolah dasar/sederajat. Rasa berat bagi peserta didik untuk menempuh belajar di sekolah. Sebab, terlalu lama melaksanakan pembelajaran daring dan luring dalam kondisi pandemi. Motivasi moril gencar diberikan guru agar peserta didiknya bangkit dan semangat memulai pembelajaran dan tetap ketat menjalankan prokes.

Guna menggugah ingatan peserta didik di kelas sebelumnya, perlahan-lahan dipancing dengan berbagai pertanyaan. Tentunya yang berkaitan dengan pelajaran. Namun, banyak yang terdiam. Plongak-plongok istilah Jawanya. Mengapa demikian?

Jika ditengok ke belakang pada masa pandemi, peserta didik banyak menggunakan gadget sebagai penunjang belajar. Setelah selesai mengerjakan tugas dari guru, mereka melanjutkan dengan main gadget. Hingga untuk mengulang materi dengan membaca-membaca materi guna menambah pemahaman lagi kemungkinan sangat tipis.

Perlu ada solusi dalam menyikapi permasalahan tersebut. Setiap guru memiliki strategi yang berbeda dan upaya ini dirasa jitu dalam menggugah semangat belajar serta mengurangi tingkat stres peserta didik dalam belajar. Pada awal semester guru sudah mengenalkan Bombik Roket kepada peserta didik. Di antara mereka ada yang secara spontan menyambut dengan gembira. Ada pula yang biasa-biasa saja. Sebab, mereka baru melihat dan mengenal. Terlebih belum tahu cara memainkannya.

Saat belajar mata pelajaran tertentu yang menguras konsentrasi peserta didik, seperti setelah mengerjakan soal matematika. Baik dilalui dengan mengerjakan soal secara mandiri, maupun diskusi, serta diskusi-diskusi materi mata pelajaran lain.

Baca Juga :  Unnes dan MGMP Sejarah Adakan FGD di Kabupaten Kudus

Jadi, ada saat-saat tertentu di perlukan Bombik Roket. Seketika kejenuhan peserta didik ambyar. Permainan rubic roket jadi penyemangat kreativitas kembali pada pembelajaran berikutnya. Setelah mengenal Bombik Roket sekaligus cara memainkan, mereka ketagihan. Meski demikian tetap ada penempatan porsi yang tepat dan tetap menitikberatkan kefokusan belajar peserta didik.

Rasa penasaran serta antusias yang tinggi menanti kapan waktu bermain Bombik roket tiba menjadi acuan semangat belajar di hari berikutnya dengan materi selanjutnya. Dengan demikian, membuat mereka lebih rajin masuk sekolah dan memiliki semangat serta antusias yang tinggi dalam mengikuti pembelajaran setiap harinya. Bakat-bakatnya mulai terlihat, tinggal mengarahkan.

Melihat peserta didiknya rajin belajar, membuat guru senang dan bangga karenanya. Harapannya, strategi semacam itu akan mengubah nilai mereka menjadi lebih baik. Orang tua peserta didik juga mendukung sekali kegiatan tersebut. Semangat belajar yang tinggi sedini mungkin ditanamkan, baik diterapkan di rumah maupun di sekolah. Dengan harapan nilai dan keberhasilan belajarnya meningkat.

Banyak kiat-kiat yang perlu ditempuh seorang pendidik guna keberhasilan proses belajar mengajar. Juga keberhasilan peserta didiknya dalam meningkatkan prestasi maupun meningkatkan hasil belajar. Hal ini semata-mata dititikberatkan terhadap peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik untuk mencapai standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) sesuai yang diharapkan. (*)


Most Read

Artikel Terbaru

/