alexametrics
30.3 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Pemberian Motivasi Belajar Iqro Tingkatkan Siswa Membaca Alquran

DI zaman yang serba modern untuk merubah tatanan perubahan diantarannya adalah Pembangunan, itu memerlukan tenaga penggerak  sebagai motor yang menggerakkan semua aspek  dari pembangunan tersebut. Tenaga penggerak tersebut ialah manusia yang mempunyai keahlian. Pada zaman yang sekarang  ini banyak nya peserta didik yang moralitas dan ahlaknya  merosot dan Sebagian besar dikarenakan teknologi yang berkembang pesat. Sehingga peserta didik yang di kalangan pinggiran terutama sangat mempunyai rasa ingin  menirunya tinggi dan terkadang tanpa dilihat resikonya. Sehingga pendidik sangat berharap akan motivasi yang diberikan pada peserta didik akan belajar membaca surat yasin pada jam jam tertentu supaya dapat ditingkatkan dan di jalankan dalam pembinaan kepribadian seseorang muslim.

Melalui Pendidikan Agama islam yang diselenggarakan di sekolah dengan baik, diharapkan peserta didik  akan dapat menghindari  sifat sifat tercela. Menurut Uno (2007) motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat,dorongan dan kebutuhan harapan dan cita cita.  Keimanan inilah yang melandasi semua amal seseorang yang mengaku beragama Islam, tanpa landasan keimanan yang benar semua amal akan sia sia sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Ibrahim ayat 18 yang artinya perumpamaan orang yang kafir dihadapan Tuhanya, amal- amal mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari berangin badai, mereka tak bisa mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan.

Sebagaimana Al-quran memiliki keistimewaan termasuk pada surat yasin yang pada umunya masyarakat muslim tidak asing lagi kusus  dari kalangan ahli sunah wal jamaah ini menjadi sarana dakwah dan uhwah Islaminyah dengan adaya kegiatan mambaca surat yasin baik di waktu senang maupun susah, melihat manfaat itu  SMP N 4 Geyer coba melaksanakan cara memotivasi siswa untuk bisa membaca Al-Quran yang pertama menggunaka penerapan metode iqro  yang berarti suatu proses mengenai pengaplikasian atau praktek cara yang digunakan dalam mengajarkan  membaca Al-quran  dengan menggunakan pedoman buku iqro cara cepat  belajar membaca Al-quran.

Baca Juga :  Siswa Positif Covid-19, PTM 1 Sekolah di Grobogan Dihentikan Sementara

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan sumber belajar pada suatu  lingkungan belajar(UU Sisdiknas No. 20/2003,Bab I Pasal ayat 20). Pembelajaran adalah proses untuk membantu proses belajar siswa dan peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Membaca berasal dari kata baca yang merupakan imbuhan, Al-Quran adalah kalamullah yang diturunkan ke dalam kalbu Rasulullah SAW  melalui malaikat Jibril,turun  secara bertahap  dalam bentuk ayat demi ayat,surat demi surat,yang isi Al-quran tersebut dibuka dengan surat Al-Fatihah  dan ditutup dengan surat An-Nas. Mengajarkan Al-quran merupakan kewajiban bagi setiap orang tua kepada anaknya. Seharusnya sejak usia dini anak harus sudah diajarkan membaca Alquran. Namun belakangan ini di tengah masyarakat yang hidup  dengan gaya modern sering melupakan pentingnya pengajaran Al- quran  kepada anak. Salah satu komponen yang bertanggung jawab secara langsung dalam hal ini membina perkembangan kemampuan siswa dalam membaca Al-quran adalah guru Agama Islam. Disinilah guru Agama Islam dituntut untuk memainkan perannya dengan sebaik baiknya agar tercapai tujuan. Seorang guru Agama harus kreatif dan inovatif dalam mensiasati perkembangan zaman yang semakin hari  semakin membuat anak jauh dari Al- qur;an. Adapun  strategi  yang dilakukan oleh guru Agama Islam di SMP N 4 Geyer di antaranya Tadarus Al-quran sebelum pelajaran dimulai,memberikan jam tambahan di luar jam sekolah, dan pemberian tugas yang dapat menarik minat siswa agar mampu membaca Al-quran. (*)

 

DI zaman yang serba modern untuk merubah tatanan perubahan diantarannya adalah Pembangunan, itu memerlukan tenaga penggerak  sebagai motor yang menggerakkan semua aspek  dari pembangunan tersebut. Tenaga penggerak tersebut ialah manusia yang mempunyai keahlian. Pada zaman yang sekarang  ini banyak nya peserta didik yang moralitas dan ahlaknya  merosot dan Sebagian besar dikarenakan teknologi yang berkembang pesat. Sehingga peserta didik yang di kalangan pinggiran terutama sangat mempunyai rasa ingin  menirunya tinggi dan terkadang tanpa dilihat resikonya. Sehingga pendidik sangat berharap akan motivasi yang diberikan pada peserta didik akan belajar membaca surat yasin pada jam jam tertentu supaya dapat ditingkatkan dan di jalankan dalam pembinaan kepribadian seseorang muslim.

Melalui Pendidikan Agama islam yang diselenggarakan di sekolah dengan baik, diharapkan peserta didik  akan dapat menghindari  sifat sifat tercela. Menurut Uno (2007) motivasi dapat diartikan sebagai dorongan internal dan eksternal dalam diri seseorang yang diindikasikan dengan adanya hasrat dan minat,dorongan dan kebutuhan harapan dan cita cita.  Keimanan inilah yang melandasi semua amal seseorang yang mengaku beragama Islam, tanpa landasan keimanan yang benar semua amal akan sia sia sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al-Quran surat Ibrahim ayat 18 yang artinya perumpamaan orang yang kafir dihadapan Tuhanya, amal- amal mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari berangin badai, mereka tak bisa mengambil manfaat sedikitpun dari apa yang telah mereka usahakan.

Sebagaimana Al-quran memiliki keistimewaan termasuk pada surat yasin yang pada umunya masyarakat muslim tidak asing lagi kusus  dari kalangan ahli sunah wal jamaah ini menjadi sarana dakwah dan uhwah Islaminyah dengan adaya kegiatan mambaca surat yasin baik di waktu senang maupun susah, melihat manfaat itu  SMP N 4 Geyer coba melaksanakan cara memotivasi siswa untuk bisa membaca Al-Quran yang pertama menggunaka penerapan metode iqro  yang berarti suatu proses mengenai pengaplikasian atau praktek cara yang digunakan dalam mengajarkan  membaca Al-quran  dengan menggunakan pedoman buku iqro cara cepat  belajar membaca Al-quran.

Baca Juga :  Hari Pertama PTM di MTs Al-Muttaqin Rengging Jepara Diikuti 96 Siswa

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan sumber belajar pada suatu  lingkungan belajar(UU Sisdiknas No. 20/2003,Bab I Pasal ayat 20). Pembelajaran adalah proses untuk membantu proses belajar siswa dan peserta didik agar dapat belajar dengan baik. Membaca berasal dari kata baca yang merupakan imbuhan, Al-Quran adalah kalamullah yang diturunkan ke dalam kalbu Rasulullah SAW  melalui malaikat Jibril,turun  secara bertahap  dalam bentuk ayat demi ayat,surat demi surat,yang isi Al-quran tersebut dibuka dengan surat Al-Fatihah  dan ditutup dengan surat An-Nas. Mengajarkan Al-quran merupakan kewajiban bagi setiap orang tua kepada anaknya. Seharusnya sejak usia dini anak harus sudah diajarkan membaca Alquran. Namun belakangan ini di tengah masyarakat yang hidup  dengan gaya modern sering melupakan pentingnya pengajaran Al- quran  kepada anak. Salah satu komponen yang bertanggung jawab secara langsung dalam hal ini membina perkembangan kemampuan siswa dalam membaca Al-quran adalah guru Agama Islam. Disinilah guru Agama Islam dituntut untuk memainkan perannya dengan sebaik baiknya agar tercapai tujuan. Seorang guru Agama harus kreatif dan inovatif dalam mensiasati perkembangan zaman yang semakin hari  semakin membuat anak jauh dari Al- qur;an. Adapun  strategi  yang dilakukan oleh guru Agama Islam di SMP N 4 Geyer di antaranya Tadarus Al-quran sebelum pelajaran dimulai,memberikan jam tambahan di luar jam sekolah, dan pemberian tugas yang dapat menarik minat siswa agar mampu membaca Al-quran. (*)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/