alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Mendidik Karakter Siswa dengan Berpramuka

MASUKNYA pendidikan pramuka dalam struktur kurikulum pada pendidikan dasar patut diapresiasi. Pramuka dianggap sebagai wahana pembentukan karakter siswa, karena dalam Pramuka siswa dilatih kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, mandiri, dan keberanian. Hal ini kiranya sebagai penyeimbang kegiatan pembelajaran dalam kurikulum formal yang lebih berorientasi pada ranah kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (ketrampilan). Kegiatan Pramuka ini akan mampu membangun kecerdasan siswa pada ranah afektif (sikap dan perilaku), sehingga siswa akan mampu mengembangkan karakternya secara positif.

Dalam sejarahnya, Pramuka yang merupakan singkatan dari Praja Muda Karana merupakan organisasi kepanduan yang tidak hanya populer di Indonesia, namun juga di kancah dunia. Boden Powell, sang bapak pandu dunia mengandaikan kegiatan kepanduan ini sebagai sarana pendidikan melalui kegiatan yang menyenangkan.

Hal yang  menyenangkan inilah tentu saja menarik simpati dan minat anak-anak. Sehingga, kegiatan kepanduan ini cepat menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, organisasi kepanduan ini sangat berperan penting dalam sejarah pergerakan nasional, baik pra maupun pasca kemerdekaan. Hingga saat ini, Pramuka menjadi kosakata yang tidak asing lagi dalam dunia pendidikan.


Meskipun sebelumnya Pramuka ini bukan merupakan kegiatan wajib di sekolah, namun faktanya hampir semua satuan pendidikan, mulai SD (Siaga dan Penggalang), SMP (Penggalang), SMA (Penegak), bahkan di tingkat Perguruan Tinggi ada satuan gerakan Pramuka yang disebut Racana. Dan, diakui atau tidak keberadaan kegiatan Pramuka di sekolah terbukti telah mampu memberikan arti tersendiri terhadap proses pembelajaran. Pada titik inilah, kebijakan Pramuka yang dijadikan sebagai kegiatan Eskul wajib di sekolah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan karakter.

Menurut penulis, mengapa pramuka sangat penting  ikut dalam menunjang pendidikan karakter : Pertama, Pramuka dikenal sebagai kegiatan yang menyenangkan. Menyanyi, bermain, tepuk tangan, tali temali, sandi-sandi, penjelajahan adalah beberapa bentuk dari kegiatan Pramuka yang berbasis permainan, menyenangkan. Kegiatan yang biasanya dilakukan di tempat terbuka ini akan memberi “suasana  baru” bagi siswa atas kejenuhan di  ruang kelas yang selama ini “membelenggu”. Sehingga, dalam kegiatan outdoor ini siswa mampu mengekspresikan bakat dan minatnya secara bebas dan gembira. Kedua, Pramuka adalah salah satu media pendidikan yang berbasis pada pengoptimalan otak kanan siswa.

Baca Juga :  Peduli Korban Erupsi Semeru, Pramuka dan BPBD Rembang Kompak Kirim Bantuan

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa proses pembelajaran di kelas lebih dominan pada pengembangan otak kiri  sementara pengembangan otak kanan , seringkali mendapatkan porsi yang sangat sedikit. Pramuka adalah wahana pengembangan emosional otak kanan, di mana siswa dilatih untuk berinteraksi, berkomunikasi, kreatif, dengan teman-teman lainnya. Di sinilah kemampuan sosial siswa dibangun, sehingga mampu mewujudkan salah satu pilar pendidikan,yakni membekali siswa untuk hidup bersama dengan damai dan harmonis.

Selain itu Pramuka juga dapat melatih mental yang kuat artinya  siswa dibekali dengan sikap mental yang tangguh seperti disiplin, berani, loyal, bertanggung jawab dan sifat-sifat lainnya, seperti yang terdapat didalam Dasa Dharma Pramuka. Sikap mental ini barangkali tidak ditemui dalam proses pembelajaran formal. Adalah sebuah kenyataan bahwa ada siswa yang cerdas dan pandai, namun menjadi sosok yang penakut, tertutup, sulit bergaul dan sebagainya. Di sini Pramuka adalah solusi untuk mengatasi persoalan mentalitas siswa tersebut.

Tidak hanya ini saja cara pramuka dalam membentuk karakter siswa, contohnya lagi adalah mengadakan acara perkemahan di alam terbuka. Karena acara berkemah di alam terbuka  juga salah satu cara membentuk pribadi yang berkarakter mandiri pada siswa itu sendiri. Maka penulis menyimpulkan bahwa Pramuka cocok sekali sebagai  upanya  untuk menanamkan karakter  pada siswa sebagai bekal diri bersosialisasi di masyarakat nanti. (*)

MASUKNYA pendidikan pramuka dalam struktur kurikulum pada pendidikan dasar patut diapresiasi. Pramuka dianggap sebagai wahana pembentukan karakter siswa, karena dalam Pramuka siswa dilatih kepemimpinan, kerja sama, solidaritas, mandiri, dan keberanian. Hal ini kiranya sebagai penyeimbang kegiatan pembelajaran dalam kurikulum formal yang lebih berorientasi pada ranah kognitif (pengetahuan) dan psikomotorik (ketrampilan). Kegiatan Pramuka ini akan mampu membangun kecerdasan siswa pada ranah afektif (sikap dan perilaku), sehingga siswa akan mampu mengembangkan karakternya secara positif.

Dalam sejarahnya, Pramuka yang merupakan singkatan dari Praja Muda Karana merupakan organisasi kepanduan yang tidak hanya populer di Indonesia, namun juga di kancah dunia. Boden Powell, sang bapak pandu dunia mengandaikan kegiatan kepanduan ini sebagai sarana pendidikan melalui kegiatan yang menyenangkan.

Hal yang  menyenangkan inilah tentu saja menarik simpati dan minat anak-anak. Sehingga, kegiatan kepanduan ini cepat menyebar ke seluruh dunia. Di Indonesia, organisasi kepanduan ini sangat berperan penting dalam sejarah pergerakan nasional, baik pra maupun pasca kemerdekaan. Hingga saat ini, Pramuka menjadi kosakata yang tidak asing lagi dalam dunia pendidikan.

Meskipun sebelumnya Pramuka ini bukan merupakan kegiatan wajib di sekolah, namun faktanya hampir semua satuan pendidikan, mulai SD (Siaga dan Penggalang), SMP (Penggalang), SMA (Penegak), bahkan di tingkat Perguruan Tinggi ada satuan gerakan Pramuka yang disebut Racana. Dan, diakui atau tidak keberadaan kegiatan Pramuka di sekolah terbukti telah mampu memberikan arti tersendiri terhadap proses pembelajaran. Pada titik inilah, kebijakan Pramuka yang dijadikan sebagai kegiatan Eskul wajib di sekolah menjadi faktor penting dalam mewujudkan pendidikan karakter.

Menurut penulis, mengapa pramuka sangat penting  ikut dalam menunjang pendidikan karakter : Pertama, Pramuka dikenal sebagai kegiatan yang menyenangkan. Menyanyi, bermain, tepuk tangan, tali temali, sandi-sandi, penjelajahan adalah beberapa bentuk dari kegiatan Pramuka yang berbasis permainan, menyenangkan. Kegiatan yang biasanya dilakukan di tempat terbuka ini akan memberi “suasana  baru” bagi siswa atas kejenuhan di  ruang kelas yang selama ini “membelenggu”. Sehingga, dalam kegiatan outdoor ini siswa mampu mengekspresikan bakat dan minatnya secara bebas dan gembira. Kedua, Pramuka adalah salah satu media pendidikan yang berbasis pada pengoptimalan otak kanan siswa.

Baca Juga :  Kwarcab Rembang Sabet Juara III Pramuka Peduli Award

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa proses pembelajaran di kelas lebih dominan pada pengembangan otak kiri  sementara pengembangan otak kanan , seringkali mendapatkan porsi yang sangat sedikit. Pramuka adalah wahana pengembangan emosional otak kanan, di mana siswa dilatih untuk berinteraksi, berkomunikasi, kreatif, dengan teman-teman lainnya. Di sinilah kemampuan sosial siswa dibangun, sehingga mampu mewujudkan salah satu pilar pendidikan,yakni membekali siswa untuk hidup bersama dengan damai dan harmonis.

Selain itu Pramuka juga dapat melatih mental yang kuat artinya  siswa dibekali dengan sikap mental yang tangguh seperti disiplin, berani, loyal, bertanggung jawab dan sifat-sifat lainnya, seperti yang terdapat didalam Dasa Dharma Pramuka. Sikap mental ini barangkali tidak ditemui dalam proses pembelajaran formal. Adalah sebuah kenyataan bahwa ada siswa yang cerdas dan pandai, namun menjadi sosok yang penakut, tertutup, sulit bergaul dan sebagainya. Di sini Pramuka adalah solusi untuk mengatasi persoalan mentalitas siswa tersebut.

Tidak hanya ini saja cara pramuka dalam membentuk karakter siswa, contohnya lagi adalah mengadakan acara perkemahan di alam terbuka. Karena acara berkemah di alam terbuka  juga salah satu cara membentuk pribadi yang berkarakter mandiri pada siswa itu sendiri. Maka penulis menyimpulkan bahwa Pramuka cocok sekali sebagai  upanya  untuk menanamkan karakter  pada siswa sebagai bekal diri bersosialisasi di masyarakat nanti. (*)


Most Read

Artikel Terbaru

/