alexametrics
31.8 C
Kudus
Thursday, May 12, 2022

Pentingnya Motivasi Belajar untuk Siswa

SEBAGAI guru profesional, harus tahu bagaimana cara memotivasi peserta didiknya.Membentuk seberapa besar minat belajar siswa,salah satunya memberi motivasi kepada peserta didik.Motivasi dari guru akan mempengaruhi penerapan siswa dalam menangkap informasi yang diberikan kepada mereka.Siswa yang termotivasi dengan baik akan menghasilkan tingkat keberhasilan yang lebih baik.Banyak manfaat jika pendidik memanfaatkan waktu belajar yang tepat dalam memotivasi siswa.Diantaranya adalah dapat meningkatkan prestasi belajar.Biasanya guru yang sering memotivasi peserta didik  cenderung  disukai dan membuat peserta didik betah belajar.

Bagaimana pendidik memberi motivasi  kepada peserta didik supaya berprestasi dengan mata pelajaran yang bapak / ibu guru pegang?Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk memberi motivasi pada peserta didik untuk belajar. Sebagaimana amanat UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional dalam Bab II, pasal 3.Dinyatakan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia serta berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang bertanggung jawab”.

Namun kenyataannya, motivasi siswa dalam belajar masih kurang optimal. Kurangnya percaya diri, banyak siswa yang malas atau cenderung malu untuk mengikuti pelajaran. Ada beberapa siswa seperti phobia terhadap pelajaran tertentu, sehingga berakibat hasil belajar siswa dibawah KKM.


Ada dua cara memberi motivasi,yaitu motivasi dari dalam diri sendiri (intrinsik) dan  motivasi dari luar (entrinsik). Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup dalam situasi belajar yang bersumber  dari kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa sendiri. Motivasi ini sering disebut “motivasi murni”, atau motivasi yang sebenarnya dan  timbul dalam diri peserta didik.Contohnya keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu, memperoleh informasi dan pemahaman, mengembangkan sikap untuk berhasil, menikmati kehidupan, secara sadar memberikan sumbangan kepada kelompok keinginan untuk diterima oleh orang lain, dan sebagainya. Keinginan belajar ini memang diminati dan dibarengi dengan perasaan senang.Dorongan tersebut mengalir dari dalam diri seseorang akan kebutuhan belajar.Ia percaya tanpa belajar yang keras hasilnya tidak maksimal.

Baca Juga :  SMPN 1 Sumber Cegah Anak Putus Sekolah dengan Gerakan Orang Tua Asuh

Motivasi entrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar. Contohnya angka, kredit, ijazah, tingkatan, hadiah, medali, pertentangan, dan persaingan yang bersifat negative (sarkasme, ejekan maupun hukuman). Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan disekolah, sebab pembelajaran disekolah tidak semuanya menarik minat atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Manakala peserta didik belajar sungguh sungguh untuk mengharapkan naik kelas, mendapat hadiah, ini merupakan motivasi yang tumbuh sesuai kebutuhannya yang tidak secara mutlak berkaitan kegiatan belajar. Motivasi dari dalam diri sendiri (intrinsik) biasanya siswa sadar dan terdorong akan pentingnya belajar.Seorang pendidik yang profesional akan menganggap motivasi belajar adalah suatu kesatuan dalam kegiatan belajar mengajarnya.

Dengan memberikan motivasi yang baik dan sesuai, peserta didik dapat menyadari akan manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai dengan belajar tersebut. Keberadaan motivasi juga diharapkan mampu menggugah semangat belajar, terutama bagi para siswa yang malas belajar sebagai akibat pengaruh negatif dari luar diri siswa.Selanjutnya, keberadaan motivasi dapat membentuk kebiasaan siswa senang (fun) belajar dan hasil akhir prestasi belajarnya pun dapat meningkat.Mari motivasi para siswa kita agar mereka senantiasa senang belajar. (*)

SEBAGAI guru profesional, harus tahu bagaimana cara memotivasi peserta didiknya.Membentuk seberapa besar minat belajar siswa,salah satunya memberi motivasi kepada peserta didik.Motivasi dari guru akan mempengaruhi penerapan siswa dalam menangkap informasi yang diberikan kepada mereka.Siswa yang termotivasi dengan baik akan menghasilkan tingkat keberhasilan yang lebih baik.Banyak manfaat jika pendidik memanfaatkan waktu belajar yang tepat dalam memotivasi siswa.Diantaranya adalah dapat meningkatkan prestasi belajar.Biasanya guru yang sering memotivasi peserta didik  cenderung  disukai dan membuat peserta didik betah belajar.

Bagaimana pendidik memberi motivasi  kepada peserta didik supaya berprestasi dengan mata pelajaran yang bapak / ibu guru pegang?Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk memberi motivasi pada peserta didik untuk belajar. Sebagaimana amanat UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan nasional dalam Bab II, pasal 3.Dinyatakan bahwa “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia serta berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang bertanggung jawab”.

Namun kenyataannya, motivasi siswa dalam belajar masih kurang optimal. Kurangnya percaya diri, banyak siswa yang malas atau cenderung malu untuk mengikuti pelajaran. Ada beberapa siswa seperti phobia terhadap pelajaran tertentu, sehingga berakibat hasil belajar siswa dibawah KKM.

Ada dua cara memberi motivasi,yaitu motivasi dari dalam diri sendiri (intrinsik) dan  motivasi dari luar (entrinsik). Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup dalam situasi belajar yang bersumber  dari kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa sendiri. Motivasi ini sering disebut “motivasi murni”, atau motivasi yang sebenarnya dan  timbul dalam diri peserta didik.Contohnya keinginan untuk mendapatkan keterampilan tertentu, memperoleh informasi dan pemahaman, mengembangkan sikap untuk berhasil, menikmati kehidupan, secara sadar memberikan sumbangan kepada kelompok keinginan untuk diterima oleh orang lain, dan sebagainya. Keinginan belajar ini memang diminati dan dibarengi dengan perasaan senang.Dorongan tersebut mengalir dari dalam diri seseorang akan kebutuhan belajar.Ia percaya tanpa belajar yang keras hasilnya tidak maksimal.

Baca Juga :  Pendekatan Guru Kelas dalam Menanamkan Sikap Disiplin Siswa

Motivasi entrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar. Contohnya angka, kredit, ijazah, tingkatan, hadiah, medali, pertentangan, dan persaingan yang bersifat negative (sarkasme, ejekan maupun hukuman). Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan disekolah, sebab pembelajaran disekolah tidak semuanya menarik minat atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Manakala peserta didik belajar sungguh sungguh untuk mengharapkan naik kelas, mendapat hadiah, ini merupakan motivasi yang tumbuh sesuai kebutuhannya yang tidak secara mutlak berkaitan kegiatan belajar. Motivasi dari dalam diri sendiri (intrinsik) biasanya siswa sadar dan terdorong akan pentingnya belajar.Seorang pendidik yang profesional akan menganggap motivasi belajar adalah suatu kesatuan dalam kegiatan belajar mengajarnya.

Dengan memberikan motivasi yang baik dan sesuai, peserta didik dapat menyadari akan manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai dengan belajar tersebut. Keberadaan motivasi juga diharapkan mampu menggugah semangat belajar, terutama bagi para siswa yang malas belajar sebagai akibat pengaruh negatif dari luar diri siswa.Selanjutnya, keberadaan motivasi dapat membentuk kebiasaan siswa senang (fun) belajar dan hasil akhir prestasi belajarnya pun dapat meningkat.Mari motivasi para siswa kita agar mereka senantiasa senang belajar. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/