alexametrics
25.5 C
Kudus
Friday, May 27, 2022

Strategi Branding sebagai Jembatan menuju Sekolah Bermutu

DALAM dunia pendidikan, salah satu yang perlu diperhatikan sekolah adalah menciptakan school branding. Yaitu usaha yang digunakan sekolah untuk menjadikan sekolah dikenal, diingat, dan memiliki penilaian tersendiri pada masyarakat umum.

Pencitraan sekolah atau school branding merupakan salah satu cara untuk membedakan sekolah satu dengan yang lain. Branding ini lebih mudah diketahui melalui citra visual, sehingga adanya sekolah tersebut, mudah direkam dalam memori khalayak.

Istilah branding saat ini diadopsi dalam dunia persekolahan, sehingga muncul school branding atau pencitraan sekolah. Bertujuan menciptakan image sekolah di masyarakat. Untuk pencitraan sekolah seperti halnya nama-nama merek produk. Sekolah perlu menciptakan karakteristik-karakteristik visual yang mudah diingat dan dapat dibedakan dari sekolah lain.


Selain karakteristik visual, karena sekolah itu berkaitan dengan produk hasil pembelajaran yang berbeda dengan barang produksi, adalah mutu hasil pembelajaran. Mutu hasil pembelajaran adalah siswa dan lulusannya yang memiliki nilai (value).

Brand image yang baik dalam jangka panjang dapat membawa dampak yang positif bagi sekolah, karena dengan sendirinya dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat. Untuk itu, penting sekali bagi sekolah untuk mempertahankan dan meningkatkan citra identitas sekolah yang sudah terbentuk. Dengan selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja sekolah yang bersangkutan.

Selain citra identitas, ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan dalam memilih sekolah, yaitu biaya pendidikan. Terlebih di saat pandemi seperti sekarang ini, kendala ekonomi dan biaya pendidikan menjadi sebuah keniscayaan. Ada kecenderungan untuk membandingkan antara biaya pendidikan dengan kualitas layanan yang diterima. Jadi, penting untuk diperhatikan sekolah jika menginginkan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Untuk membentuk atau meningkatkan brand image sekolah, fungsi hubungan masyarakat (humas) dirasa sangat penting untuk dijadikan media dalam membangun kembali citra positif. Selain itu, fungsi humas juga menjadi media pemasaran jasa pendidikan, media sosialisasi sekolah kepada masyarakat, serta menambah pengetahuan publik tentang sekolah.

Baca Juga :  Membangun Budaya Literasi Siswa di Masa Pandemi

Kegiatan kehumasan saat ini bisa dilakukan semua warga sekolah dengan ikut menjalin komunikasi, menjaga kontak, dan memberikan informasi keberadaan serta keunggulan sekolahnya. Bisa melalui ragam media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, dan media sosial lain. Alhasil, di satu sisi ada ancaman yang kita kenal dengan disruptif era dan pandemi Covid-19, tapi di sisi lain, kita lihat sebagai peluang untuk mengembangkan layanan, asalkan pengelola sekolah mampu mengasah kreativitas dan kecepatan berinovasi.

Saat ini, perilaku masyarakat berubah begitu cepat, sehingga sekolah harus menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut lebih cepat lagi. Sekolah tidak bisa lagi hanya menggunakan cara-cara lama untuk berkomunikasi, sekolah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Artinya, jika sekolah tidak berubah, akan ditinggalkan ”konsumen” dan beralih ke sekolah lain yang dipercaya memiliki keunggulan bersaing dan branding.

Di era disrupsi dan pendemi ini, jika ada brand (sekolah) yang mampu mempertahankan posisinya di pasar dan tetap menjadi brand terbaik, maka bisa dikatakan ia telah berhasil menyesuaikan diri dan mengadopsi cara-cara baru dalam melakukan strategi pemasaran dan membangun engagement dengan konsumen.

Dari sekian unsur-unsur branding yang perlu diciptakan untuk memberikan brand sekolah, memerlukan kreativitas dan inovasi. Sekolah perlu berinovasi bagaimana membuat logo yang keren dan menarik, seragam khas yang elegen, dan ciri-ciri khas sekolah lain. Bisa memanfaatkan teknologi, seperti website sekolah atau media sosial sekolah yang dapat dijadikan publikasi berbagai kegiatan, prestasi, dan testimoni tentang sekolah.

Dalam berkreativitas dan berinovasi, kita dapat melakukan dengan cara berkreativitas sendiri atau dengan model ATM (ambil, tiru, modifikasi). (*)

DALAM dunia pendidikan, salah satu yang perlu diperhatikan sekolah adalah menciptakan school branding. Yaitu usaha yang digunakan sekolah untuk menjadikan sekolah dikenal, diingat, dan memiliki penilaian tersendiri pada masyarakat umum.

Pencitraan sekolah atau school branding merupakan salah satu cara untuk membedakan sekolah satu dengan yang lain. Branding ini lebih mudah diketahui melalui citra visual, sehingga adanya sekolah tersebut, mudah direkam dalam memori khalayak.

Istilah branding saat ini diadopsi dalam dunia persekolahan, sehingga muncul school branding atau pencitraan sekolah. Bertujuan menciptakan image sekolah di masyarakat. Untuk pencitraan sekolah seperti halnya nama-nama merek produk. Sekolah perlu menciptakan karakteristik-karakteristik visual yang mudah diingat dan dapat dibedakan dari sekolah lain.

Selain karakteristik visual, karena sekolah itu berkaitan dengan produk hasil pembelajaran yang berbeda dengan barang produksi, adalah mutu hasil pembelajaran. Mutu hasil pembelajaran adalah siswa dan lulusannya yang memiliki nilai (value).

Brand image yang baik dalam jangka panjang dapat membawa dampak yang positif bagi sekolah, karena dengan sendirinya dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat. Untuk itu, penting sekali bagi sekolah untuk mempertahankan dan meningkatkan citra identitas sekolah yang sudah terbentuk. Dengan selalu melakukan evaluasi terhadap kinerja sekolah yang bersangkutan.

Selain citra identitas, ada juga faktor lain yang dapat mempengaruhi keputusan dalam memilih sekolah, yaitu biaya pendidikan. Terlebih di saat pandemi seperti sekarang ini, kendala ekonomi dan biaya pendidikan menjadi sebuah keniscayaan. Ada kecenderungan untuk membandingkan antara biaya pendidikan dengan kualitas layanan yang diterima. Jadi, penting untuk diperhatikan sekolah jika menginginkan kepercayaan masyarakat tetap terjaga.

Untuk membentuk atau meningkatkan brand image sekolah, fungsi hubungan masyarakat (humas) dirasa sangat penting untuk dijadikan media dalam membangun kembali citra positif. Selain itu, fungsi humas juga menjadi media pemasaran jasa pendidikan, media sosialisasi sekolah kepada masyarakat, serta menambah pengetahuan publik tentang sekolah.

Baca Juga :  Menciptakan Situasi yang Kondusif di Lingkungan Sekolah

Kegiatan kehumasan saat ini bisa dilakukan semua warga sekolah dengan ikut menjalin komunikasi, menjaga kontak, dan memberikan informasi keberadaan serta keunggulan sekolahnya. Bisa melalui ragam media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, dan media sosial lain. Alhasil, di satu sisi ada ancaman yang kita kenal dengan disruptif era dan pandemi Covid-19, tapi di sisi lain, kita lihat sebagai peluang untuk mengembangkan layanan, asalkan pengelola sekolah mampu mengasah kreativitas dan kecepatan berinovasi.

Saat ini, perilaku masyarakat berubah begitu cepat, sehingga sekolah harus menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut lebih cepat lagi. Sekolah tidak bisa lagi hanya menggunakan cara-cara lama untuk berkomunikasi, sekolah dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif. Artinya, jika sekolah tidak berubah, akan ditinggalkan ”konsumen” dan beralih ke sekolah lain yang dipercaya memiliki keunggulan bersaing dan branding.

Di era disrupsi dan pendemi ini, jika ada brand (sekolah) yang mampu mempertahankan posisinya di pasar dan tetap menjadi brand terbaik, maka bisa dikatakan ia telah berhasil menyesuaikan diri dan mengadopsi cara-cara baru dalam melakukan strategi pemasaran dan membangun engagement dengan konsumen.

Dari sekian unsur-unsur branding yang perlu diciptakan untuk memberikan brand sekolah, memerlukan kreativitas dan inovasi. Sekolah perlu berinovasi bagaimana membuat logo yang keren dan menarik, seragam khas yang elegen, dan ciri-ciri khas sekolah lain. Bisa memanfaatkan teknologi, seperti website sekolah atau media sosial sekolah yang dapat dijadikan publikasi berbagai kegiatan, prestasi, dan testimoni tentang sekolah.

Dalam berkreativitas dan berinovasi, kita dapat melakukan dengan cara berkreativitas sendiri atau dengan model ATM (ambil, tiru, modifikasi). (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/