alexametrics
25.9 C
Kudus
Thursday, May 26, 2022

Belajar Menulis Teks Berita di Era Pandemi

PROSES belajar mengajar secara daring di masa pandemi menuntut kemampuan pendidik untuk lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Pendidik harus menggunakan metode yang kreatif dan inovatif, agar peserta didik tidak mengalami kebosanan. Pendidik harus me-nyetting pembelajaran agar menarik. Namun tetap mengacu pada ketercapaian kompetensi dasar.

Banyak persoalan yang dihadapi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi. Salah satunya, kurang tercapainya tujuan pembelajaran menulis teks berita pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Hasil karya peserta didik masih terkesan amburadul, baik itu susunan kata dan kalimatnya maupun isi yang disampaikan.

Banyak peserta didik yang mengeluh karena tidak mampu mencapai kompetensi dengan baik. Untuk itu, pendidik perlu mencarikan solusinya. Salah satu di antaranya, pendidik bisa menerapkan metode penyingkapan (discovery learning). Discovery learing adalah metode pembelajaran yang menekankan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan pengalaman belajar secara aktif, yang akan membimbing peserta didik menemukan dan menemukan gagasannya terkait topik yang dipelajari (Arends, 2015,hal.402).


Pembelajaran dengan metode ini, dilakukan dengan lima tahapan. Meliputi, pemberian rangsangan, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, dan pembuktian. Dalam pelaksanaannya, pendidik melakukan lima langkah ini secara daring dengan memanfaatkan aplikasi Google Form.

Baca Juga :  Pentingnya Penguasaan Teknologi Terintegrasi

Awal pembelajaran pendidik menampilkan teks berita atau video. Pendidik kemudian menstimulasi peserta didik untuk bertanya jawab dan selanjutnya untuk mengidentifikasi isi berita dengan cara menjawab pertanyaan berdasarkan 5W+1H ( apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana) dalam teks berita tersebut.

Sebagai tugas, pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan berbagai data/informasi yang terjadi di lingkungan peserta didik. Selanjutnya, peserta didik mengolah informasi menjadi teks berita. Langkah selanjutnya, peserta didik memeriksa secara cermat teks berita tersebut. Apakah teks berita yang ditulis peserta didik sudah memenuhi unsur 5W+1 H atau belum.

Untuk memonitoring keterlaksanaan metode discovery learning, peserta didik wajib mengumpulkan tugasnya dengan cara memfoto tugasnya dan dikirim melalui WA. Dengan penerapan metode ini, peserta didik menjadi lebih bersemangat dalam menyelesaikan tugas, karena informasi yang diperoleh benar-benar terjadi di lingkungan peserta didik.

Dengan menggunakan metode discovery learning, tingkat ketercapaian kompetensi menulis teks berita pun mengalami peningkatan. Untuk itu, pembelajaran dengan menggunakan metode penyingkapan (discovery learning) dapat dijadikan solusi dalam pembelajaran menulis berita di era pandemi. (*)

PROSES belajar mengajar secara daring di masa pandemi menuntut kemampuan pendidik untuk lebih kreatif dalam melaksanakan pembelajaran. Pendidik harus menggunakan metode yang kreatif dan inovatif, agar peserta didik tidak mengalami kebosanan. Pendidik harus me-nyetting pembelajaran agar menarik. Namun tetap mengacu pada ketercapaian kompetensi dasar.

Banyak persoalan yang dihadapi pendidik dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi. Salah satunya, kurang tercapainya tujuan pembelajaran menulis teks berita pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Hasil karya peserta didik masih terkesan amburadul, baik itu susunan kata dan kalimatnya maupun isi yang disampaikan.

Banyak peserta didik yang mengeluh karena tidak mampu mencapai kompetensi dengan baik. Untuk itu, pendidik perlu mencarikan solusinya. Salah satu di antaranya, pendidik bisa menerapkan metode penyingkapan (discovery learning). Discovery learing adalah metode pembelajaran yang menekankan proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan pengalaman belajar secara aktif, yang akan membimbing peserta didik menemukan dan menemukan gagasannya terkait topik yang dipelajari (Arends, 2015,hal.402).

Pembelajaran dengan metode ini, dilakukan dengan lima tahapan. Meliputi, pemberian rangsangan, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, dan pembuktian. Dalam pelaksanaannya, pendidik melakukan lima langkah ini secara daring dengan memanfaatkan aplikasi Google Form.

Baca Juga :  Generasi Milenial Berburu Cuan Menggunakan Medsos

Awal pembelajaran pendidik menampilkan teks berita atau video. Pendidik kemudian menstimulasi peserta didik untuk bertanya jawab dan selanjutnya untuk mengidentifikasi isi berita dengan cara menjawab pertanyaan berdasarkan 5W+1H ( apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana) dalam teks berita tersebut.

Sebagai tugas, pendidik memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan berbagai data/informasi yang terjadi di lingkungan peserta didik. Selanjutnya, peserta didik mengolah informasi menjadi teks berita. Langkah selanjutnya, peserta didik memeriksa secara cermat teks berita tersebut. Apakah teks berita yang ditulis peserta didik sudah memenuhi unsur 5W+1 H atau belum.

Untuk memonitoring keterlaksanaan metode discovery learning, peserta didik wajib mengumpulkan tugasnya dengan cara memfoto tugasnya dan dikirim melalui WA. Dengan penerapan metode ini, peserta didik menjadi lebih bersemangat dalam menyelesaikan tugas, karena informasi yang diperoleh benar-benar terjadi di lingkungan peserta didik.

Dengan menggunakan metode discovery learning, tingkat ketercapaian kompetensi menulis teks berita pun mengalami peningkatan. Untuk itu, pembelajaran dengan menggunakan metode penyingkapan (discovery learning) dapat dijadikan solusi dalam pembelajaran menulis berita di era pandemi. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/