alexametrics
25.4 C
Kudus
Tuesday, May 17, 2022

SMK Walisongo Pecangaan Terpilih Jadi SMK Pusat Keunggulan di Jepara

JEPARA – SMK Walisongo Pecangaan, Jepara, mendapatkan predikat sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) periode 2021-2022. Itu diraih setelah adanya keputusan Direktur Jendral Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor: 22/D/O/2021 tentang penetapan Sekolah Menengah Kejuruan pelaksana program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan Tahun 2021 Tahap I.

SMK PK merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja. Yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, industri, dan dunia kerja. Akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lain.

Ada beberapa sektor prioritas program SMK PK yang dibenahi sejak tahun lalu. Yakni ekonomi kreatif, permesinan dan konstruksi, hospitalitycare service, maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri. ”SMK Walisongo akan mengembangkan sektor permesinan dan konstruksi. Sehingga program keahlian tenik otomotif (TO) yang dimiliki SMK Walisongo Pecangaan akan menjadi rujukan SMK lain di Jepara. Sebab, fasilitas laboratorium atau bengkel yang sangat memadahi,” terang Kepala SMK Walisongo Irbab Aulia Amri.


Irbab menjelaskan, SMK PK menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Kurikulum tersebut berorientasi pada penguatan kompetensi, karakter, dan budaya kerja yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. ”Pelaksana program SMK PK dituntut untuk meningkatkan kualitas sekolah. Baik pembangunan fisik maupun peningkatan SDM (sumber daya manusia),” ungkaonya.

PRAKTIK: salah satu siswa SMK Walisongo praktik di bengkel dengan perlengkapan berstandar industri. (SMK WALISONGO FOR RADAR KUDUS)

Terkait itu, SMK Walisongo Pecangaan telah merenovasi laboratorium kompetensi keahlian teknik otomotif menjadi laboratorium yang berstandar industri. Untuk peningkatan SDM, pelatihan dan penguatan kepala sekolah, pengawas, hingga guru dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan intensif oleh BBPPMPV Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE) Malang.

Selain itu, SMK Walisongo juga menggandeng Surya Indah Motor (SIM) Toyota Jepara. Tujuannya, untuk menyelaraskan tujuan program SMK PK di SMK Walisongo. Yaitu menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja. ”SMK Walisongo Pecangaan diharapkan menjadi pusat peningkatan kualitas dan rujukan serta mampu melakukan pengimbasan kepada SMK lainnya,” tandas Irbab.

Baca Juga :  Penjas dalam Bayang Pandemi

Dia menambahkan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan sinkronisasi kurikulum SMK terhadap kebutuhan industri. Artinya, SMK akan diberi keleluasaan berkolaborasi dengan industri untuk merancang kurikulum.

Sejak ditetapkannya SMK Walisongo Pecangaan menjadi SMK PK pada April 2021 lalu, pengembangan terus dilakukan. Itu demi memberikan pelayanan pendidikan yang prima. Kurikulum sebagai pedoman utama proses pembelajaraan disusun sesuai dengan yang dibutuhkan dunia industri (DI). ”Kurikulum ini dirancang agar lebih banyak lulusan yang terserap di berbagai industry,” papar Irbab.

CERIA: Jajaran pendidik SMK Walisongo mendengarkan materi yang disampaikan narasumber dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). (SMK WALISONGO FOR RADAR KUDUS)

SMK Walisongo Pecangaan menggandeng industri sesuai empat program keahlian yang dimiliki. Program keahlian Desain dan Produksi Kria (DPK) menggandeng Nallendra Gallery, Teknik Otomotif (TO) bersama PT SIM Toyota Jepara, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) dengan Telkom Jepara, serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dibersamai Pegadaian Syariah. Hal itu demi memuluskan langkah dalam menyinkronkan kurikulum dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, dalam mewujudkan ekosistem dan kultur sekolah yang menarik dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah, SMK Walisongo Pecangaan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) beberapa waktu lalu. Kegiatannya diikuti seluruh guru. Narasumber sekaligus fasilitatornya dari Komunitas Guru Belajar Nasional (KGBN) Jepara Choifah, yang juga seorang penulis.

Irbab berharap, lewat gerakan tersebut semua civitas akademika SMK Walisongo Pecangaan bisa berubah mindset-nya untuk berpikir terbuka dan maju (growth mindset). ”Harapannya, mampu berkembang dan menerima perubahan untuk kemajuan dan kesuksesan SMK Walisongo Pecangaan,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Choifah menyampaikan GSM adalah sebuah gerakan moral. Bukan kebijakan, sehingga dibutuhkan kesadaran bersama semua pihak untuk terbuka dan mejalankan misi sekolah yang menyenangkan dan memerdekakan peserta didik. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA – SMK Walisongo Pecangaan, Jepara, mendapatkan predikat sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) periode 2021-2022. Itu diraih setelah adanya keputusan Direktur Jendral Pendidikan Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nomor: 22/D/O/2021 tentang penetapan Sekolah Menengah Kejuruan pelaksana program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan Tahun 2021 Tahap I.

SMK PK merupakan program pengembangan SMK dengan kompetensi keahlian tertentu dalam peningkatan kualitas dan kinerja. Yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, industri, dan dunia kerja. Akhirnya menjadi SMK rujukan yang dapat berfungsi sebagai sekolah penggerak dan pusat peningkatan kualitas dan kinerja SMK lain.

Ada beberapa sektor prioritas program SMK PK yang dibenahi sejak tahun lalu. Yakni ekonomi kreatif, permesinan dan konstruksi, hospitalitycare service, maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri. ”SMK Walisongo akan mengembangkan sektor permesinan dan konstruksi. Sehingga program keahlian tenik otomotif (TO) yang dimiliki SMK Walisongo Pecangaan akan menjadi rujukan SMK lain di Jepara. Sebab, fasilitas laboratorium atau bengkel yang sangat memadahi,” terang Kepala SMK Walisongo Irbab Aulia Amri.

Irbab menjelaskan, SMK PK menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Kurikulum tersebut berorientasi pada penguatan kompetensi, karakter, dan budaya kerja yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. ”Pelaksana program SMK PK dituntut untuk meningkatkan kualitas sekolah. Baik pembangunan fisik maupun peningkatan SDM (sumber daya manusia),” ungkaonya.

PRAKTIK: salah satu siswa SMK Walisongo praktik di bengkel dengan perlengkapan berstandar industri. (SMK WALISONGO FOR RADAR KUDUS)

Terkait itu, SMK Walisongo Pecangaan telah merenovasi laboratorium kompetensi keahlian teknik otomotif menjadi laboratorium yang berstandar industri. Untuk peningkatan SDM, pelatihan dan penguatan kepala sekolah, pengawas, hingga guru dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan intensif oleh BBPPMPV Bidang Otomotif dan Elektronika (BOE) Malang.

Selain itu, SMK Walisongo juga menggandeng Surya Indah Motor (SIM) Toyota Jepara. Tujuannya, untuk menyelaraskan tujuan program SMK PK di SMK Walisongo. Yaitu menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan dunia kerja. ”SMK Walisongo Pecangaan diharapkan menjadi pusat peningkatan kualitas dan rujukan serta mampu melakukan pengimbasan kepada SMK lainnya,” tandas Irbab.

Baca Juga :  Banjir di Jepara Mulai Surut, Warga Swadaya Bersihkan Sampah Drainase

Dia menambahkan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah melakukan sinkronisasi kurikulum SMK terhadap kebutuhan industri. Artinya, SMK akan diberi keleluasaan berkolaborasi dengan industri untuk merancang kurikulum.

Sejak ditetapkannya SMK Walisongo Pecangaan menjadi SMK PK pada April 2021 lalu, pengembangan terus dilakukan. Itu demi memberikan pelayanan pendidikan yang prima. Kurikulum sebagai pedoman utama proses pembelajaraan disusun sesuai dengan yang dibutuhkan dunia industri (DI). ”Kurikulum ini dirancang agar lebih banyak lulusan yang terserap di berbagai industry,” papar Irbab.

CERIA: Jajaran pendidik SMK Walisongo mendengarkan materi yang disampaikan narasumber dalam kegiatan sosialisasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM). (SMK WALISONGO FOR RADAR KUDUS)

SMK Walisongo Pecangaan menggandeng industri sesuai empat program keahlian yang dimiliki. Program keahlian Desain dan Produksi Kria (DPK) menggandeng Nallendra Gallery, Teknik Otomotif (TO) bersama PT SIM Toyota Jepara, Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT) dengan Telkom Jepara, serta Akuntansi dan Keuangan Lembaga (AKL) dibersamai Pegadaian Syariah. Hal itu demi memuluskan langkah dalam menyinkronkan kurikulum dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, dalam mewujudkan ekosistem dan kultur sekolah yang menarik dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah, SMK Walisongo Pecangaan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) beberapa waktu lalu. Kegiatannya diikuti seluruh guru. Narasumber sekaligus fasilitatornya dari Komunitas Guru Belajar Nasional (KGBN) Jepara Choifah, yang juga seorang penulis.

Irbab berharap, lewat gerakan tersebut semua civitas akademika SMK Walisongo Pecangaan bisa berubah mindset-nya untuk berpikir terbuka dan maju (growth mindset). ”Harapannya, mampu berkembang dan menerima perubahan untuk kemajuan dan kesuksesan SMK Walisongo Pecangaan,” harapnya.

Pada kesempatan itu, Choifah menyampaikan GSM adalah sebuah gerakan moral. Bukan kebijakan, sehingga dibutuhkan kesadaran bersama semua pihak untuk terbuka dan mejalankan misi sekolah yang menyenangkan dan memerdekakan peserta didik. (rom/lin)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/