alexametrics
24.1 C
Kudus
Wednesday, July 6, 2022

Berubah Lagi, PTM Terbatas di Pati Kini Dipangkas Jadi Dua Jam Pelajaran

PATI – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Pati sementara masih tetap berjalan, meski angka kasus Covid-19 meningkat. Sebab itu, Pemkab Pati memangkas jam pelajaran saat PTM. Hal ini untuk meminimalisasi paparan virus korona.

Berdasarkan data dalam web resmi pemkab setempat per pukul 10.00 (kemarin), disebutkan 113 orang yang mengalami isolasi, 94 kasus terkonfirmasi, dan 207 orang yang terkonfirmasi aktif.

Sementara ini pihaknya masih memberlakukan PTM terbatas. Kemudian pemkab akan mengevaluasi setelah rapat.


”Dalam menghindari penularan melalui PTM ini Pemkab Pati membuat kebijakan baru. Yaitu, pengurangan jam pelajaran saat pemberlakuan PTM. Awalnya, 4 hingga 6 jam pelajaran. Mulai saat ini hanya dua jam pelajaran,” kata Bupati Pati Haryanto.

Penyebab siswa terpapar korona bukan saat PTM, namun sebagai dampak dari klaster keluarga. Sejumlah anak yang terpapar diketahui akibat dari perjalanan luar kota bersama keluarga. Di samping itu, wali murid yang membawa virus setelah bepergian.

Baca Juga :  Kelebihan dan Kekurangan Sistem PJJ

Ia mengimbau untuk para siswa yang menjalani PTM tak diajak ke luar kota. Tujuannya, agar tak ada penyebaran covid melalui klaster keluarga lagi. ”Dan jumlahnya belum begitu banyak. Rata-rata ini kan klaster keluarga. Sudah saya perintahkan selama pembelajaran tak boleh piknik dan keluar kota,” tuturnya.

Sebelumnya, sempat ada sekolah yang sempat ditutup karena ada siswanya terpapar korona. Namun, katanya, itu tidak seluruh sekolahan. ”Kemarin yang tutup ada SMP 1 Pati, SMP 1 Jaken, SD Pati Lor. Setelah tes antigen negatif, sekolah-sekolah tersebut buka lagi,” terangnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

PATI – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di Kabupaten Pati sementara masih tetap berjalan, meski angka kasus Covid-19 meningkat. Sebab itu, Pemkab Pati memangkas jam pelajaran saat PTM. Hal ini untuk meminimalisasi paparan virus korona.

Berdasarkan data dalam web resmi pemkab setempat per pukul 10.00 (kemarin), disebutkan 113 orang yang mengalami isolasi, 94 kasus terkonfirmasi, dan 207 orang yang terkonfirmasi aktif.

Sementara ini pihaknya masih memberlakukan PTM terbatas. Kemudian pemkab akan mengevaluasi setelah rapat.

”Dalam menghindari penularan melalui PTM ini Pemkab Pati membuat kebijakan baru. Yaitu, pengurangan jam pelajaran saat pemberlakuan PTM. Awalnya, 4 hingga 6 jam pelajaran. Mulai saat ini hanya dua jam pelajaran,” kata Bupati Pati Haryanto.

Penyebab siswa terpapar korona bukan saat PTM, namun sebagai dampak dari klaster keluarga. Sejumlah anak yang terpapar diketahui akibat dari perjalanan luar kota bersama keluarga. Di samping itu, wali murid yang membawa virus setelah bepergian.

Baca Juga :  Memaksimalkan Fungsi Bimbingan dan Konseling dengan Peran Alumni

Ia mengimbau untuk para siswa yang menjalani PTM tak diajak ke luar kota. Tujuannya, agar tak ada penyebaran covid melalui klaster keluarga lagi. ”Dan jumlahnya belum begitu banyak. Rata-rata ini kan klaster keluarga. Sudah saya perintahkan selama pembelajaran tak boleh piknik dan keluar kota,” tuturnya.

Sebelumnya, sempat ada sekolah yang sempat ditutup karena ada siswanya terpapar korona. Namun, katanya, itu tidak seluruh sekolahan. ”Kemarin yang tutup ada SMP 1 Pati, SMP 1 Jaken, SD Pati Lor. Setelah tes antigen negatif, sekolah-sekolah tersebut buka lagi,” terangnya. (him)






Reporter: Andre Faidhil Falah

Most Read

Artikel Terbaru

/