alexametrics
29 C
Kudus
Sunday, July 3, 2022

Terpaksa sehingga Jadi Terbiasa

BUKAN suatu hal yang gampang untuk mendidik buah hati dan anak didik kita, terutama saat anak mulai menolak dan tidak mendengar apa yang kita katakan sebagai orang tua dan sebagai pendidik. Satu hal yang penting yang harus kita ajarkan sejak dini pada anak-anak kita adalah melakukan sesuatu yang sesuai aturan yang ada dan tidak melanggar peraturan tersebut. Peraturan ini berlaku pada hal apa saja yang setiap hari dijalani oleh kita, anak-anak, dan peserta didik kita.

Dimasa dulu, saat kita masih kecil sudah dikenalkan dengan kata dan kebiasaan yang kita sebut dengan taat. Semua harus sesuai aturan, waktu dan tempat. Segala sesuatu yang kita lakukan selalu ada alasan yang seolah kita pikir membatasi segala ingin dan hasrat kita. Merasa terkotak dan dibatasi. Tidak boleh begini dan tidak boleh begitu, harus begini serta harus begitu yang intinya harus didasarkan pada aturan dan ketentuan yang ada. Hal ini yang menjadikan lama kelamaan  terbiasa melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada. Dampak dari sikap memaksa dan adanya aturan yang mengharuskan kita taat membuat kita menjadi terbiasa melakukan segala sesuatu secara tertip. Dan dampaknya dapat kita rasa setelah kita dewasa.

Disiplin menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya). Berdasarkan pengertian tersebut terdapat dua kata kunci yaitu, taat (patuh) dan aturan (tata tertib dan sebagainya).


Mengajarkan disiplin diri pada anak-anak dan peserta didik sangat penting ditahun tahun pertumbuhan mereka. Hal ini akan menjadikan mereka bertanggung jawab, lebih bahagia dan lebih bijaksana. Selain itu juga akan membantu mereka dimasa yang akan datang.

Seperti pendapat psikologi dari TigaGenerasi, Anneliia Sari Sari, MPsi, bawasannya kedisiplinan tak melulu diajarkan ketika anak sudah berusia cukup besar, tetapi bisa dilakukan sejak anak lahir. Misalnya membiasakan anak tentang jam makan dan jam tidur. Dengan membiasakan menerapkan disiplin di kehidupan sehari-hari diharapkan akan memudahkan anak untuk menjadi disipin. Salah satu caranya adalah dengan mengajari anak agar disiplin waktu.

Baca Juga :  Sekolah di Jepara Mulai PTM, Subsidi Internet Tetap Diberikan ke Siswa

Ada beberapa cara mengajarkan disiplin pada anak, diantaranya bersikap konsisten, mampu menjadi teladan yang baik, bersikap apresiasi disaat anak mampu melaksanakan. Selain itu kita sebagai orang tua dan pendidik juga harus membiasakan pada anak kita akan disiplin positif yaitu disiplin dengan cara yang penuh kasih sayang serta menyenangkan. Berikut  tipsnya, pertama, jangan ragu untuk menunjukkan cinta kasih pada anak setiap hari. Agar anak juga belajar tentang kasih sayang, merasa terlindungi dan kehangatan serta rasa nyaman sehungga anak merasa aman bersosialisasi dengan orang tua dan guru.

Kedua, dengarkan apa kata anak, agar anak merasa dihargai walaupun tidak semua ingin anak dituruti. Selain itu mendengarkan juga mengajarkan anak untuk menghargai orang lain agar anak nantinya bisa belajar bekerja sama dengan orang lain. Dengan mendengarkan otomatis anak juga belajar mengutarakan pendapat tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Ketiga luangkan waktu untuk bersama anak disetiap harinya. Paling tidak 15 menit sehari untuk bermain atau bercengkrama. Dalam kegiatan ini orang tua dapat juga mengenal anak.

Pada anak yang sudah tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan menentukan cara agar apa yang dilakukan memberikan hasil yang terbaik. Selain itu sikap disiplin yang tertanam sejak dini akan menjadikan anak lebih dewasa dalam segala hal. Sehingga mampu menjadikan anak sebagai pribadi yang baik dan kesuksesan akan menyertai setiap langkah anak-anak kita. (*)

BUKAN suatu hal yang gampang untuk mendidik buah hati dan anak didik kita, terutama saat anak mulai menolak dan tidak mendengar apa yang kita katakan sebagai orang tua dan sebagai pendidik. Satu hal yang penting yang harus kita ajarkan sejak dini pada anak-anak kita adalah melakukan sesuatu yang sesuai aturan yang ada dan tidak melanggar peraturan tersebut. Peraturan ini berlaku pada hal apa saja yang setiap hari dijalani oleh kita, anak-anak, dan peserta didik kita.

Dimasa dulu, saat kita masih kecil sudah dikenalkan dengan kata dan kebiasaan yang kita sebut dengan taat. Semua harus sesuai aturan, waktu dan tempat. Segala sesuatu yang kita lakukan selalu ada alasan yang seolah kita pikir membatasi segala ingin dan hasrat kita. Merasa terkotak dan dibatasi. Tidak boleh begini dan tidak boleh begitu, harus begini serta harus begitu yang intinya harus didasarkan pada aturan dan ketentuan yang ada. Hal ini yang menjadikan lama kelamaan  terbiasa melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada. Dampak dari sikap memaksa dan adanya aturan yang mengharuskan kita taat membuat kita menjadi terbiasa melakukan segala sesuatu secara tertip. Dan dampaknya dapat kita rasa setelah kita dewasa.

Disiplin menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah ketaatan (kepatuhan) kepada peraturan (tata tertib dan sebagainya). Berdasarkan pengertian tersebut terdapat dua kata kunci yaitu, taat (patuh) dan aturan (tata tertib dan sebagainya).

Mengajarkan disiplin diri pada anak-anak dan peserta didik sangat penting ditahun tahun pertumbuhan mereka. Hal ini akan menjadikan mereka bertanggung jawab, lebih bahagia dan lebih bijaksana. Selain itu juga akan membantu mereka dimasa yang akan datang.

Seperti pendapat psikologi dari TigaGenerasi, Anneliia Sari Sari, MPsi, bawasannya kedisiplinan tak melulu diajarkan ketika anak sudah berusia cukup besar, tetapi bisa dilakukan sejak anak lahir. Misalnya membiasakan anak tentang jam makan dan jam tidur. Dengan membiasakan menerapkan disiplin di kehidupan sehari-hari diharapkan akan memudahkan anak untuk menjadi disipin. Salah satu caranya adalah dengan mengajari anak agar disiplin waktu.

Baca Juga :  Pembelajaran Kooperatif di Masa Pandemi

Ada beberapa cara mengajarkan disiplin pada anak, diantaranya bersikap konsisten, mampu menjadi teladan yang baik, bersikap apresiasi disaat anak mampu melaksanakan. Selain itu kita sebagai orang tua dan pendidik juga harus membiasakan pada anak kita akan disiplin positif yaitu disiplin dengan cara yang penuh kasih sayang serta menyenangkan. Berikut  tipsnya, pertama, jangan ragu untuk menunjukkan cinta kasih pada anak setiap hari. Agar anak juga belajar tentang kasih sayang, merasa terlindungi dan kehangatan serta rasa nyaman sehungga anak merasa aman bersosialisasi dengan orang tua dan guru.

Kedua, dengarkan apa kata anak, agar anak merasa dihargai walaupun tidak semua ingin anak dituruti. Selain itu mendengarkan juga mengajarkan anak untuk menghargai orang lain agar anak nantinya bisa belajar bekerja sama dengan orang lain. Dengan mendengarkan otomatis anak juga belajar mengutarakan pendapat tanpa menyinggung perasaan orang lain.

Ketiga luangkan waktu untuk bersama anak disetiap harinya. Paling tidak 15 menit sehari untuk bermain atau bercengkrama. Dalam kegiatan ini orang tua dapat juga mengenal anak.

Pada anak yang sudah tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan menentukan cara agar apa yang dilakukan memberikan hasil yang terbaik. Selain itu sikap disiplin yang tertanam sejak dini akan menjadikan anak lebih dewasa dalam segala hal. Sehingga mampu menjadikan anak sebagai pribadi yang baik dan kesuksesan akan menyertai setiap langkah anak-anak kita. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/