alexametrics
25.5 C
Kudus
Saturday, May 21, 2022

Pelaksanaan AKM, SK, dan SLB Solusi Jadi Harapan Pemerintah

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan Secara resmi mengganti ujian nasional (UN) menjadi asesmen nasional (AN) pada tahun ini. Ada tiga aspek utama yang merupakan bagian penting dalam AN. Meliputi, asesmen kompetensi minimal (AKM), survei karakter (SK), dan survei lingkungan belajar (SLB). Ketiga aspek tersebut, meski saling terkait tetapi memiliki peranan yang berbeda.

AN sebagai pengganti UN diharapkan menjadi poin penting yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan/sekolah. Tujuan utama dalam penyelenggaraan satuan pendidikan, di antaranya dalam mengembangkan karakter dan kompetensi peserta didik. Bentuk soal dalam AN terdiri dari bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, penjodohan, isian singkat, dan bentuk soal uraian.

Bentuk soal pilihan ganda, peserta didik hanya dapat memilih satu jawaban yang benar dalam satu soal. Bentuk soal pilihan ganda kompleks, peserta didik dapat memilih lebih dari satu jawaban yang benar dalam satu soal.


Bentuk soal penjodohan, peserta didik dapat menjawab dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik lain yang merupakan pasangan dari pertanyaan dengan jawabannya.

Bentuk soal isian singkat, peserta didik dapat memberikan jawaban berupa bilangan serta kata, misalnya menyebutkan nama benda, tempat, dan/atau jawaban pasti lain. Sedangkan bentuk soal uraian, peserta didik dapat menjawab soal berupa kalimat-kalimat guna menjelaskan jawabannya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat berharap melalui asesmen nasional dapat mendorong motivasi satuan pendidikan dan pihak terkait utamanya Dinas Pendidikan di kabupaten/kota untuk lebih konsen atau memfokuskan potensi sumber daya guna perbaikan kualitas pembelajaran. Pada ending-nya asesmen nasional sebagai upaya pemerintah untuk memetakan kualitas/mutu satuan pendidikan atas dasar tiga hal, yaitu input, proses, dan output.

Baca Juga :  Tak Hanya Siswa, Guru SMK Walisongo Jepara Ikut Magang di Industri Resmi

Besar harapan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, asesmen nasional dapat memberikan potret/gambaran dari suatu satuan pendidikan terkait karakteristik esensial satuan pendidikan tersebut, dalam mengembangkan kompetensi serta karakter peserta didiknya. Kondisi yang demikian sangat diharapkan pemerintah dapat membantu pihak satuan pendidikan untuk lebih memahami apa-apa yang perlu dilakukan, guna lebih meningkatkan kualitas pembelajarannya yang selama ini diterapkan.

Asesmen nasional dilaksanakan untuk semua satuan pendidikan. Baik negeri maupun swasta pada responden meliputi peserta didik, guru, dan kepala sekolah. Dengan ketentuan bagi peserta didik untuk jenjang sekolah dasar (SD) terdiri dari 30 peserta didik, sekolah menengah pertama (SMP) terdiri dari 45 peserta didik, sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) juga terdiri dari 45 peserta didik. Peserta asesmen nasional pada masing-masing jenjang tersebut, dipilih acak sebagai responden oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pelaksanaan asesmen nasional sekaligus kuesioner peserta didik diadministrasikan menggunakan komputer secara daring. Dengan pengawasan tertentu secara silang oleh sekolah lain yang berdekatan. Survei lingkungan belajar diperuntukkan bagi guru dan kepala sekolah sebagai responden. Pengisian kuesioner ini dilaksanakan secara daring, mandiri, tanpa pengawasan. (*)

KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan Secara resmi mengganti ujian nasional (UN) menjadi asesmen nasional (AN) pada tahun ini. Ada tiga aspek utama yang merupakan bagian penting dalam AN. Meliputi, asesmen kompetensi minimal (AKM), survei karakter (SK), dan survei lingkungan belajar (SLB). Ketiga aspek tersebut, meski saling terkait tetapi memiliki peranan yang berbeda.

AN sebagai pengganti UN diharapkan menjadi poin penting yang seharusnya menjadi tujuan utama satuan pendidikan/sekolah. Tujuan utama dalam penyelenggaraan satuan pendidikan, di antaranya dalam mengembangkan karakter dan kompetensi peserta didik. Bentuk soal dalam AN terdiri dari bentuk soal pilihan ganda, pilihan ganda kompleks, penjodohan, isian singkat, dan bentuk soal uraian.

Bentuk soal pilihan ganda, peserta didik hanya dapat memilih satu jawaban yang benar dalam satu soal. Bentuk soal pilihan ganda kompleks, peserta didik dapat memilih lebih dari satu jawaban yang benar dalam satu soal.

Bentuk soal penjodohan, peserta didik dapat menjawab dengan cara menarik garis dari satu titik ke titik lain yang merupakan pasangan dari pertanyaan dengan jawabannya.

Bentuk soal isian singkat, peserta didik dapat memberikan jawaban berupa bilangan serta kata, misalnya menyebutkan nama benda, tempat, dan/atau jawaban pasti lain. Sedangkan bentuk soal uraian, peserta didik dapat menjawab soal berupa kalimat-kalimat guna menjelaskan jawabannya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sangat berharap melalui asesmen nasional dapat mendorong motivasi satuan pendidikan dan pihak terkait utamanya Dinas Pendidikan di kabupaten/kota untuk lebih konsen atau memfokuskan potensi sumber daya guna perbaikan kualitas pembelajaran. Pada ending-nya asesmen nasional sebagai upaya pemerintah untuk memetakan kualitas/mutu satuan pendidikan atas dasar tiga hal, yaitu input, proses, dan output.

Baca Juga :  Polri Presisi dengan Nilai Dasar Kepemimpinan yang Islami

Besar harapan pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, asesmen nasional dapat memberikan potret/gambaran dari suatu satuan pendidikan terkait karakteristik esensial satuan pendidikan tersebut, dalam mengembangkan kompetensi serta karakter peserta didiknya. Kondisi yang demikian sangat diharapkan pemerintah dapat membantu pihak satuan pendidikan untuk lebih memahami apa-apa yang perlu dilakukan, guna lebih meningkatkan kualitas pembelajarannya yang selama ini diterapkan.

Asesmen nasional dilaksanakan untuk semua satuan pendidikan. Baik negeri maupun swasta pada responden meliputi peserta didik, guru, dan kepala sekolah. Dengan ketentuan bagi peserta didik untuk jenjang sekolah dasar (SD) terdiri dari 30 peserta didik, sekolah menengah pertama (SMP) terdiri dari 45 peserta didik, sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK) juga terdiri dari 45 peserta didik. Peserta asesmen nasional pada masing-masing jenjang tersebut, dipilih acak sebagai responden oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pelaksanaan asesmen nasional sekaligus kuesioner peserta didik diadministrasikan menggunakan komputer secara daring. Dengan pengawasan tertentu secara silang oleh sekolah lain yang berdekatan. Survei lingkungan belajar diperuntukkan bagi guru dan kepala sekolah sebagai responden. Pengisian kuesioner ini dilaksanakan secara daring, mandiri, tanpa pengawasan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/