alexametrics
25.4 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Blended Learning: Pembelajaran Efektif Bahasa Inggris saat New Normal

PANDEMI Covid-19 yang melanda dunia mempengaruhi berbagai bidang kehidupan. Termasuk pendidikan dan berdampak terhadap aktifitas belajar-mengajar. Pembatasan sosial harus dilakukan untuk memutus mata rantai virus korona.

Pembatasan sosial membuat guru dan siswa harus melakukan perubahan dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran online. Akibat Covid-19, seluruh sekolah di Indonesia bahkan di seluruh dunia wajib menerapkan teknologi informasi (TI) sebagai media pembelajaran online. Guru, pendidik, dan siswa khususnya di Indonesia mengalami dampak nyata dari Covid-19, yang menurut Wahyudi (2020) menyebabkan berbagai kepanikan di tingkat sekolah menengah pertama yang belum siap untuk melakukan pengajaran online.

Pembelajaran blended learning bahasa Inggris menjadi salah satu alternatif pembelajaran di masa new normal seperti saat ini. Secara etimologi, istilah blended learning terdiri dari dua kata. Yaitu blended artinya campuran dan learning yaitu pembelajaran. Dalam hal ini dapat diartikan, pertemuan virtual antara pendidik dan anak didik di tempat yang berbeda, tetapi dapat memberikan feedback sesuai dengan real time (Ruman, kk: 2012:242).


Menurut Carman : 2002, ada lima kunci untuk melaksanakan pembelajaran secara blended learning. Meliputi, Live Event, Self Paced Learning, Collaboration, Assesment, dan Performance Support Materials. Strategi pembelajaran blended learning dapat diterapkan pendidik dan anak didik dengan memanfaatkan teknologi.

Kelemahan metode ini, tidak bisa diterapkan jika sarana dan prasarana tidak mendukung. Dalam hal ini sebagai pendidik harus mampu mendesain dari strategi pembelajaran di atas untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dengan mengacu pada kurikulum dan silabus. Pendidik harus mampu beradaptasi dengan kondisi dan situasi seperti ini.

Internalisasi metode pembelajaran ini, harus segera dilakukan dalam bentuk penyesuaian antara pendidik dan peserta didik, sehingga metode pembelajaran ini tidak lagi menjadi beban bagi pendidik dan peserta. Mereka tidak lagi merasa asing dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dalam kondidi dan situasi apapun.

Baca Juga :  Berkarya dalam Video Pembelajaran Sederhana

Strategi pembelajaran blended learning dapat diterapkan pendidik dan anak didik dengan memanfaatkan teknologi. Metode ini selain meningkatkan kemampuan kognitif juga motorik dan menjaga psikologi pendidik dan peserta. Kelemahan metode ini, tidak bias diterapkan jika sarana dan prasarana tidak mendukung seperti akses internet yang lambat atau putus. Dalam hal ini sebagai pendidik harus mampu mendesain dari strategi pembelajaran di atas, maka pendidik memiliki beberapa pilihan untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dengan mengacu pada kurikulum dan silabus yang ada.

Kemajuan teknologi yang canggih menggeser cara berpikir siswa terhadap proses pembelajaran. Siswa lebih tertarik belajar menggunakan media teknologi yang dapat diakses secara fleksible. Guru dapat menggabungkan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online yang disebut dengan blended learning. Pembelajaran blended learning dapat memudahkan siwa dan guru untuk membagikan dan menerima materi secara online.

Pembelajaran luring secara total tentu bukan pilihan yang tepat di saat pandemi, tapi metode daring juga mempunyai kekurangan dalam hal engagement dan pendalaman materi. Kelebihan metode daring terletak pada tingkat fleksibilitas dan adanya jeda antarmateri.

Pelaksanaan blended learning ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengajar. Yaitu aturan main terkait protokol kesehatan, social inclusion bagi siswa yang pernah terdampak Covid-19, dan lain-lain. Metode blended learning merupakan metode yang paling baik digunakan pada masa transisi menuju keadaaan normal. (*)

PANDEMI Covid-19 yang melanda dunia mempengaruhi berbagai bidang kehidupan. Termasuk pendidikan dan berdampak terhadap aktifitas belajar-mengajar. Pembatasan sosial harus dilakukan untuk memutus mata rantai virus korona.

Pembatasan sosial membuat guru dan siswa harus melakukan perubahan dari pembelajaran tatap muka ke pembelajaran online. Akibat Covid-19, seluruh sekolah di Indonesia bahkan di seluruh dunia wajib menerapkan teknologi informasi (TI) sebagai media pembelajaran online. Guru, pendidik, dan siswa khususnya di Indonesia mengalami dampak nyata dari Covid-19, yang menurut Wahyudi (2020) menyebabkan berbagai kepanikan di tingkat sekolah menengah pertama yang belum siap untuk melakukan pengajaran online.

Pembelajaran blended learning bahasa Inggris menjadi salah satu alternatif pembelajaran di masa new normal seperti saat ini. Secara etimologi, istilah blended learning terdiri dari dua kata. Yaitu blended artinya campuran dan learning yaitu pembelajaran. Dalam hal ini dapat diartikan, pertemuan virtual antara pendidik dan anak didik di tempat yang berbeda, tetapi dapat memberikan feedback sesuai dengan real time (Ruman, kk: 2012:242).

Menurut Carman : 2002, ada lima kunci untuk melaksanakan pembelajaran secara blended learning. Meliputi, Live Event, Self Paced Learning, Collaboration, Assesment, dan Performance Support Materials. Strategi pembelajaran blended learning dapat diterapkan pendidik dan anak didik dengan memanfaatkan teknologi.

Kelemahan metode ini, tidak bisa diterapkan jika sarana dan prasarana tidak mendukung. Dalam hal ini sebagai pendidik harus mampu mendesain dari strategi pembelajaran di atas untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dengan mengacu pada kurikulum dan silabus. Pendidik harus mampu beradaptasi dengan kondisi dan situasi seperti ini.

Internalisasi metode pembelajaran ini, harus segera dilakukan dalam bentuk penyesuaian antara pendidik dan peserta didik, sehingga metode pembelajaran ini tidak lagi menjadi beban bagi pendidik dan peserta. Mereka tidak lagi merasa asing dan kesulitan dalam menyesuaikan diri dalam kondidi dan situasi apapun.

Baca Juga :  Student Centered Approach (SCA) dalam Pembelajaran

Strategi pembelajaran blended learning dapat diterapkan pendidik dan anak didik dengan memanfaatkan teknologi. Metode ini selain meningkatkan kemampuan kognitif juga motorik dan menjaga psikologi pendidik dan peserta. Kelemahan metode ini, tidak bias diterapkan jika sarana dan prasarana tidak mendukung seperti akses internet yang lambat atau putus. Dalam hal ini sebagai pendidik harus mampu mendesain dari strategi pembelajaran di atas, maka pendidik memiliki beberapa pilihan untuk melakukan kegiatan proses belajar mengajar secara efektif dengan mengacu pada kurikulum dan silabus yang ada.

Kemajuan teknologi yang canggih menggeser cara berpikir siswa terhadap proses pembelajaran. Siswa lebih tertarik belajar menggunakan media teknologi yang dapat diakses secara fleksible. Guru dapat menggabungkan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online yang disebut dengan blended learning. Pembelajaran blended learning dapat memudahkan siwa dan guru untuk membagikan dan menerima materi secara online.

Pembelajaran luring secara total tentu bukan pilihan yang tepat di saat pandemi, tapi metode daring juga mempunyai kekurangan dalam hal engagement dan pendalaman materi. Kelebihan metode daring terletak pada tingkat fleksibilitas dan adanya jeda antarmateri.

Pelaksanaan blended learning ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengajar. Yaitu aturan main terkait protokol kesehatan, social inclusion bagi siswa yang pernah terdampak Covid-19, dan lain-lain. Metode blended learning merupakan metode yang paling baik digunakan pada masa transisi menuju keadaaan normal. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/