alexametrics
29.8 C
Kudus
Saturday, May 28, 2022

Bupati Jepara Andi Launching Gerakan “Yuk Sekolah Maneh”

JEPARA – Bupati Jepara Dian Kristiandi me-launching Gerakan “Yuk Sekolah Maneh” di Pendapa Jepara, kemarin. Jepara terpilih menjadi salah satu kabupaten Piloting Replikasi Program Penanganan Anak Tidak Sekolah (P-ATS) di Jawa Tengah.  Sebanyak 102 ATS di empat desa mendapat pembinaan.

Bupati Jepara Dian Kristiandi menekankan kepada seluruh pihak untuk berpartisipasi dalam program ini. Ia menyebut,  ATS memiliki faktor yang kompleks. Apalagi sosial budaya. Masalahnya tidak ekonomi saja. Andi –sapaan akrabnya- juga menekankan pentingnya mempersiapkan 2045 nanti agar bonus demografi tidak menjadi beban. “Generasi muda harus terdepan dalam hal kualitas sumber daya manusia (SDM),” imbuhnya.

Pada launching itu, seorang anak putus sekolah diberikan laptop oleh Bupati. Putri, anak putus sekolah itu menceritakan alasannya putus sekolah. “Utamanya karena Covid-19 saat itu saya masih SMK, baru lulus MTs. Ibu bekerja di pabrik, ayah bekerja merantau,” ceritanya sambil mengusap air mata saat ditanya Bupati.


Gadis asal Nalumsari itu akan menggunakan laptop untuk sekolah nanti. Ia mengungkapkan akan mempelajari cara menggunakan laptop setelah ini. Selama ini ia hanya mengerti cara menggunakan handphone. “Laptop belum pernah pakai,” ungkapnya.

“Terima kasih Pak Bupati atas hadiahnya. Saya sangat senang bisa kembali bersekolah,” kata Putri yang bercita-cita menjadi arsitek itu.

Baca Juga :  Pendidikan Karakter Anak lewat Kitab Ngudi Susilo Romo Kiai Bisri Mustofa

Dalam program “Yuk Sekolah Maneh” ini, Putri memilih untuk melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)  paket C. Itu dipilih Putri lantaran saat ini dirinya sudah bekerja menjaga toko milik saudara untuk membantu keuangan keluarganya.

Sementara itu, Bupati Dian Kristiandi berpesan agar Putri serius dan rajin dalam meneruskan pendidikannya. Kesempatan yang telah diberikan ini, kata Andi harus digunakan sebaik mungkin. “Gunakan laptop itu untuk mempermudah dalam belajar, semoga cita-citamu tercapai,” pesan Bupati Andi.

Untuk diketahui, empat desa Piloting P-ATS di antaranya Desa Nalumsari Kecamatan Nalumsari, Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Desa Tulakan Kecamatan Donorojo, dan Desa Tubanan Kecamatan Kembang. Dari data yang diperoleh Pemkab Jepara melalui Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) terdapat sembilan ATS di Desa Tulakan, 40 ATS di Desa Tubanan, 18 ATS di Desa Tegalsambi, dan 35 ATS di Desa Nalumsari.

Sementara itu Kepala Bappeda Jepara Subiyanto  menjelaskan Gerakan Yuk Sekolah Maneh bisa memberikan semangat kepada anak tidak sekolah agar bisa kembali bersekolah. Baik di formal maupun nonformal. Selain itu, desa lain diharapkan bisa mereplikasi Program Penanganan Anak Tidak Sekolah. (nib/war)

JEPARA – Bupati Jepara Dian Kristiandi me-launching Gerakan “Yuk Sekolah Maneh” di Pendapa Jepara, kemarin. Jepara terpilih menjadi salah satu kabupaten Piloting Replikasi Program Penanganan Anak Tidak Sekolah (P-ATS) di Jawa Tengah.  Sebanyak 102 ATS di empat desa mendapat pembinaan.

Bupati Jepara Dian Kristiandi menekankan kepada seluruh pihak untuk berpartisipasi dalam program ini. Ia menyebut,  ATS memiliki faktor yang kompleks. Apalagi sosial budaya. Masalahnya tidak ekonomi saja. Andi –sapaan akrabnya- juga menekankan pentingnya mempersiapkan 2045 nanti agar bonus demografi tidak menjadi beban. “Generasi muda harus terdepan dalam hal kualitas sumber daya manusia (SDM),” imbuhnya.

Pada launching itu, seorang anak putus sekolah diberikan laptop oleh Bupati. Putri, anak putus sekolah itu menceritakan alasannya putus sekolah. “Utamanya karena Covid-19 saat itu saya masih SMK, baru lulus MTs. Ibu bekerja di pabrik, ayah bekerja merantau,” ceritanya sambil mengusap air mata saat ditanya Bupati.

Gadis asal Nalumsari itu akan menggunakan laptop untuk sekolah nanti. Ia mengungkapkan akan mempelajari cara menggunakan laptop setelah ini. Selama ini ia hanya mengerti cara menggunakan handphone. “Laptop belum pernah pakai,” ungkapnya.

“Terima kasih Pak Bupati atas hadiahnya. Saya sangat senang bisa kembali bersekolah,” kata Putri yang bercita-cita menjadi arsitek itu.

Baca Juga :  Total 388 Sekolah di Grobogan Jalani PTM Terbatas

Dalam program “Yuk Sekolah Maneh” ini, Putri memilih untuk melanjutkan pendidikan melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)  paket C. Itu dipilih Putri lantaran saat ini dirinya sudah bekerja menjaga toko milik saudara untuk membantu keuangan keluarganya.

Sementara itu, Bupati Dian Kristiandi berpesan agar Putri serius dan rajin dalam meneruskan pendidikannya. Kesempatan yang telah diberikan ini, kata Andi harus digunakan sebaik mungkin. “Gunakan laptop itu untuk mempermudah dalam belajar, semoga cita-citamu tercapai,” pesan Bupati Andi.

Untuk diketahui, empat desa Piloting P-ATS di antaranya Desa Nalumsari Kecamatan Nalumsari, Desa Tegalsambi Kecamatan Tahunan, Desa Tulakan Kecamatan Donorojo, dan Desa Tubanan Kecamatan Kembang. Dari data yang diperoleh Pemkab Jepara melalui Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) terdapat sembilan ATS di Desa Tulakan, 40 ATS di Desa Tubanan, 18 ATS di Desa Tegalsambi, dan 35 ATS di Desa Nalumsari.

Sementara itu Kepala Bappeda Jepara Subiyanto  menjelaskan Gerakan Yuk Sekolah Maneh bisa memberikan semangat kepada anak tidak sekolah agar bisa kembali bersekolah. Baik di formal maupun nonformal. Selain itu, desa lain diharapkan bisa mereplikasi Program Penanganan Anak Tidak Sekolah. (nib/war)

Most Read

Artikel Terbaru

/