alexametrics
26.3 C
Kudus
Thursday, May 19, 2022

Pengajuan Penggabungan Puluhan SD di Jepara masih Nyantol di Provinsi

JEPARA– Sebanyak 62 sekolah dasar (SD) di Jepara bakal di re-grouping. Hanya saja, hingga saat ini masih belum jelas kapan pelaksanaannya. Pasalnya, pengajuan terkait hal itu masih nyantol di tingkat provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono menyatakan terkait re-grouping memang memerlukan kajian mendalam. Terutama terkait permasalahan pegawai. ”Info yang kami koordinasikan, ini pelimpahan kewenangannya masuk di Setda masuk di Bagian Organisasi. Namun perlu minta persetujuan di tingkat provinsi,” terangnya.

Oleh sebab itu hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan kegiatan re-grouping SD tersebut bisa mulai dilaksanakan. Padahal wacana terkait hal itu telah muncul sejak sekitar tiga tahun lalu. ”Terkait mulai pelaksanaan regrouping SD ini tergantung kapan rekomendasi dari provinsi turun. Nanti dirapatkan kembali,” ungkap Agus.

Baca Juga :  Blended Learning: Pembelajaran Efektif Bahasa Inggris saat New Normal

Alasan regrouping atau peleburan sejumlah sekolah dasar itu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Lantaran SD tersebut berada dalam satu lokasi berdekatan. Bahkan tak jarang berada dalam satu komplek. Juga ada antara satu SD dengan SD lainnya memiliki jumlah SDM mulai dari murid hingga tenaga pendidik terbatas. Sehingga terjadi ketimpangan antar SD di lokasi berdekatan.

62 SD itu tersebar hampir seluruh kecamatan di Jepara. Kecuali Nalumsari dan Karimunjawa. Nantinya, 62 SD tersebut bakal dilebur menyisakan 30 SD. Ada yang dua SD dilebur jadi satu, ada pula tiga SD dilebur jadi satu. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

JEPARA– Sebanyak 62 sekolah dasar (SD) di Jepara bakal di re-grouping. Hanya saja, hingga saat ini masih belum jelas kapan pelaksanaannya. Pasalnya, pengajuan terkait hal itu masih nyantol di tingkat provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Jepara Agus Tri Harjono menyatakan terkait re-grouping memang memerlukan kajian mendalam. Terutama terkait permasalahan pegawai. ”Info yang kami koordinasikan, ini pelimpahan kewenangannya masuk di Setda masuk di Bagian Organisasi. Namun perlu minta persetujuan di tingkat provinsi,” terangnya.

Oleh sebab itu hingga saat ini belum bisa dipastikan kapan kegiatan re-grouping SD tersebut bisa mulai dilaksanakan. Padahal wacana terkait hal itu telah muncul sejak sekitar tiga tahun lalu. ”Terkait mulai pelaksanaan regrouping SD ini tergantung kapan rekomendasi dari provinsi turun. Nanti dirapatkan kembali,” ungkap Agus.

Baca Juga :  Diluncurkan Bupati, Anjungan Dukcapil Mandiri Beroperasi di 16 Kecamatan

Alasan regrouping atau peleburan sejumlah sekolah dasar itu untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Lantaran SD tersebut berada dalam satu lokasi berdekatan. Bahkan tak jarang berada dalam satu komplek. Juga ada antara satu SD dengan SD lainnya memiliki jumlah SDM mulai dari murid hingga tenaga pendidik terbatas. Sehingga terjadi ketimpangan antar SD di lokasi berdekatan.

62 SD itu tersebar hampir seluruh kecamatan di Jepara. Kecuali Nalumsari dan Karimunjawa. Nantinya, 62 SD tersebut bakal dilebur menyisakan 30 SD. Ada yang dua SD dilebur jadi satu, ada pula tiga SD dilebur jadi satu. (zen)






Reporter: Moh. Nur Syahri Muharrom

Most Read

Artikel Terbaru

/