alexametrics
24.1 C
Kudus
Thursday, July 7, 2022

Pudarnya Empat Pilar Kebangsaan di Era Milenial

SAAT ini terindikasi terjadi penurunan jiwa kebangsaan pada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu para pemuda dan pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa harus mengerti dan memahami empat pilar kebangsaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud yaitu: Pilar pertama, Pancasila sebagai dasar  negara Indonesia. Pilar kedua, Undang- Undang Dasar 1945 yang menjadi penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara. Pilar ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dapat mempersatukan seluruh elemen masyarakat hingga menjadi bangsa yang kuat. Pilar keempat, Bhineka tunggal Ika, sebagai pemersatu dalam segala keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, mulai dari keberagaman agama, suku bangsa, kebudayaan adat dan lain sebagainya.

Empat pilar kebangsaan diatas sangat penting dalam membentuk karakter suatu bangsa, karena karakter bangsa Indonesia akan menentukan perilaku kolektif kebangsaan Indonesia yang baik dan khas yang tercermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa dan prilaku berbangsa dan bernegara Indonesia yang berdasarkan nilai – nilai pancasila, norma Undang- Undang Dasar 1945, keberagaman dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Diakui atau tidak, diera milenial dengan segala kemajuan tehnologi informasi dan keterbukaan budaya bangsa dunia, membuat kaum milenial hampir kehilangan arah dan cenderung terpengaruh dengan gaya hidup serta berbagai budaya  bangsa lain. Hal itu bisa kita lihat dari perkelahian antar pelajar, tawuran antar pemuda yang diiringi dengan pengrusakan fasilitas umum, bahkan sampai jatuhnya korban jiwa. Kejadian-kejadian ini terjadi karena mulai pudarnya rasa kebangsaan dan persatuan dalam jiwa para generasi muda.

Peran para pemimpin bangsa dalam membangkitkan kembali semangat  empat pilar kebangsaan dihati para generasi milenial sudah mulai digalakkan. Baru-baru ini, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, pada sosialisasi empat pilar kebangsaan di Tanjungpinang kamis, 21 November 2021 menegaskan, dalam konteks kekinian, penting dicermati tantangan – tantangan kebangsaan yang muncul dalam berbagai dimensi, diantaranya melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, demoralisasi generasi muda bangsa dan memudarnya  identitas serta karakteristik bangsa. Dalam menghadapi tantangan kebangsaan tersebut, Bamsoet mengatakan upaya bijak yang  dapat dilakukan diantaranya adalah dengan kembali kepada jati diri bangsa, karakter dan kepribadian bangsa Indonesia yang seutuhnya.

Baca Juga :  Diumumkan, Hasil Seleksi PPDB di SMPN 1 Kudus Dikuasai Jalur Zonasi

Sosialisasi empat pilar kebangsaan ini juga dilaksanakan di Samarinda pada Rabu, 27 November 2021 di aula Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW). Ketua BKOW Kaltim Hj.Itty Rukiah menegaskan, kegiatan sosialisasi ini diadakan untuk membangkitkan semangat berbangsa  bagi ibu-ibu rumah tangga dan pelajar selaku generasi penerus bangsa agar mengerti serta memahami  empat pilar  kehidupan berbangsa  dan bernegara. Mengapa harus melibatkan ibu rumah tangga? karena ibu rumah tanggalah pembina bagi anak- anaknya sejak dini sebelum masuk kebangku sekolah. “Kita berharab agar para ibu rumah tangga dilingkup keluarganya serta para pelajar  dan mahasiswa dilingkup sekolah dan kampusnya mampu menularkan pengetahuan dan pemahamannya terhadap jiwa kehidupan berbangsa dan bernegara bagi teman sebayanya,” ungkap Itty.

Selain dengan cara sosialisai-sosialisasi yang diadakan oleh pemerintah maupun organisasi- organisasi tertentu, ada cara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan kembali jiwa  empat pilar kebangsaan dikalangan milenial, misalnya dengan cara: napak tilas ditempat bersejarah yang mengsyikkan, memperkenalkan keberagaman budaya dengan study tour, pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang menggairahkan, dengan memperbanyak film dan musik yang bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme dan dengan menggunakan produk- produk negeri kita sendiri.

Dengan cara- cara yang menyenangkan  tersebut diharabkan kaum milenial lebih mudah memahami dan mengerti pentingnya empat pilar kebangsaan agar mereka kembali menjadi pemuda- pemuda berkepribadian sesui dengan jati diri bangsa Indonesia, yang menghargai keberagaman, tidak mudah melakukan tindakan-tindakan anarkis serta menjunjung persatuan dan kesatuan. (*)

SAAT ini terindikasi terjadi penurunan jiwa kebangsaan pada masyarakat Indonesia. Oleh karena itu para pemuda dan pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa harus mengerti dan memahami empat pilar kebangsaan yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat pilar kebangsaan yang dimaksud yaitu: Pilar pertama, Pancasila sebagai dasar  negara Indonesia. Pilar kedua, Undang- Undang Dasar 1945 yang menjadi penyangga kehidupan berbangsa dan bernegara. Pilar ketiga, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dapat mempersatukan seluruh elemen masyarakat hingga menjadi bangsa yang kuat. Pilar keempat, Bhineka tunggal Ika, sebagai pemersatu dalam segala keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia, mulai dari keberagaman agama, suku bangsa, kebudayaan adat dan lain sebagainya.

Empat pilar kebangsaan diatas sangat penting dalam membentuk karakter suatu bangsa, karena karakter bangsa Indonesia akan menentukan perilaku kolektif kebangsaan Indonesia yang baik dan khas yang tercermin dalam kesadaran, pemahaman, rasa, karsa dan prilaku berbangsa dan bernegara Indonesia yang berdasarkan nilai – nilai pancasila, norma Undang- Undang Dasar 1945, keberagaman dengan prinsip Bhineka Tunggal Ika dan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Diakui atau tidak, diera milenial dengan segala kemajuan tehnologi informasi dan keterbukaan budaya bangsa dunia, membuat kaum milenial hampir kehilangan arah dan cenderung terpengaruh dengan gaya hidup serta berbagai budaya  bangsa lain. Hal itu bisa kita lihat dari perkelahian antar pelajar, tawuran antar pemuda yang diiringi dengan pengrusakan fasilitas umum, bahkan sampai jatuhnya korban jiwa. Kejadian-kejadian ini terjadi karena mulai pudarnya rasa kebangsaan dan persatuan dalam jiwa para generasi muda.

Peran para pemimpin bangsa dalam membangkitkan kembali semangat  empat pilar kebangsaan dihati para generasi milenial sudah mulai digalakkan. Baru-baru ini, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, pada sosialisasi empat pilar kebangsaan di Tanjungpinang kamis, 21 November 2021 menegaskan, dalam konteks kekinian, penting dicermati tantangan – tantangan kebangsaan yang muncul dalam berbagai dimensi, diantaranya melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, demoralisasi generasi muda bangsa dan memudarnya  identitas serta karakteristik bangsa. Dalam menghadapi tantangan kebangsaan tersebut, Bamsoet mengatakan upaya bijak yang  dapat dilakukan diantaranya adalah dengan kembali kepada jati diri bangsa, karakter dan kepribadian bangsa Indonesia yang seutuhnya.

Baca Juga :  Peran Guru sebagai Pendidik

Sosialisasi empat pilar kebangsaan ini juga dilaksanakan di Samarinda pada Rabu, 27 November 2021 di aula Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW). Ketua BKOW Kaltim Hj.Itty Rukiah menegaskan, kegiatan sosialisasi ini diadakan untuk membangkitkan semangat berbangsa  bagi ibu-ibu rumah tangga dan pelajar selaku generasi penerus bangsa agar mengerti serta memahami  empat pilar  kehidupan berbangsa  dan bernegara. Mengapa harus melibatkan ibu rumah tangga? karena ibu rumah tanggalah pembina bagi anak- anaknya sejak dini sebelum masuk kebangku sekolah. “Kita berharab agar para ibu rumah tangga dilingkup keluarganya serta para pelajar  dan mahasiswa dilingkup sekolah dan kampusnya mampu menularkan pengetahuan dan pemahamannya terhadap jiwa kehidupan berbangsa dan bernegara bagi teman sebayanya,” ungkap Itty.

Selain dengan cara sosialisai-sosialisasi yang diadakan oleh pemerintah maupun organisasi- organisasi tertentu, ada cara yang dapat dilakukan untuk membangkitkan kembali jiwa  empat pilar kebangsaan dikalangan milenial, misalnya dengan cara: napak tilas ditempat bersejarah yang mengsyikkan, memperkenalkan keberagaman budaya dengan study tour, pelajaran pendidikan kewarganegaraan yang menggairahkan, dengan memperbanyak film dan musik yang bisa menumbuhkan jiwa nasionalisme dan dengan menggunakan produk- produk negeri kita sendiri.

Dengan cara- cara yang menyenangkan  tersebut diharabkan kaum milenial lebih mudah memahami dan mengerti pentingnya empat pilar kebangsaan agar mereka kembali menjadi pemuda- pemuda berkepribadian sesui dengan jati diri bangsa Indonesia, yang menghargai keberagaman, tidak mudah melakukan tindakan-tindakan anarkis serta menjunjung persatuan dan kesatuan. (*)


Most Read

Artikel Terbaru

/