alexametrics
22.4 C
Kudus
Tuesday, June 28, 2022

Pengajaran Langsung saat PTM

SELAMA hampir dua tahun, dunia pendidikan harus beradaptasi dengan situasi pandemi, sehingga kendala-kendala yang terjadi selama pembelajaran daring dapat teratasi. Progress kondisi pandemi (covid-19) juga membaik di beberapa bulan terakhir tahun 2021, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait pembelajaran tatap muka secara bertahap melihat kondisi daerah masing-masing.

Adanya kebijakan pembelajaran tatap muka yang dikeluarkan pemerintah mengubah proses pembelajaran yang selama pandemi dilakukan secara daring (dalam jaringan)  kembali ke pembelajaran luring (luar jaringan). Pembelajaran luring memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan guru di kelas dan dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan karena covid-19 belum benar-benar berakhir.

Pembelajaran tatap muka memungkinkan guru menerapakan berbagai macam strategi mengajar di dalam kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pengajaran langsung. Strategi ini paling luas digunakan dan dinilai paling efektif, meskipun kita perlu pahami tidak ada satu pun strategi mengajar yang sempurna, selalu ada kelebihan, dan kekurangan masing-masing.


Pengajaran langsung dikenal juga dengan sebutan active teaching (pengajaran efektif) atau whole-class teaching (pengajaran seluruh kelas), mengacu pada gaya mengajar di mana guru terlibat aktif dalam mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dengan mengajarkannya secara langsung kepada seluruh kelas.

Sejumlah elemen harus ada agar pengajaran langsung efektif yaitu pelajaran secara keseluruhan perlu diinstruksikan dengan baik. Tujuan-tujuan pembelajaran dibeberkan dengan jelas, poin-poin kuncinya ditekankan, dan poin-poin utamanya dirangkum pada akhir pelajaran. Guru perlu mempresentasikan materi yang mereka ajarkan ke dalam bentuk langkah-langkah kecil. Peserta didik perlu menguasai sepenuhnya langkah-langkah itu sebelum melangkah ke bagian berikutnya. Setiap langkah itu sendiri perlu distrukturisasikan dengan baik dan jelas.

Baca Juga :  Generasi yang Harus Segera Bangkit

Penyampaian pelajaran perlu dilakukan dengan cepat untuk keterampilan-keterampilan tingkat rendah, namun membutuhkan lebih banyak waktu untuk refleksi bila tujuan pelajarannya adalah untuk ketrampilan-ketrampilan dengan tingkat yang lebih tinggi. Penggunaan organizer canggih dan modelling dapat membantu memperjelas pelajarannya.

Pengajaran langsung memiliki kekurangan, strategi ini tidak efektif untuk semua peserta didik yang berbeda dan lebih cocok untuk mengajarkan ketrampilan-ketrampilan dasar daripada ketrampilan-ketrampilan berpikir tingkat tinggi.

Praktik individual, yang disebut juga dengan seatwork, adalah salah satu bagian penting dalam pengajaran langsung, tetapi sekali lagi, beberapa kondisi tertentu harus terpenuhi untuk membuatnya efektif. Seatwork perlu disiapkan dengan baik dan perlu dikaitkan dengan jelas dengan tujuan dan sasaran pelajaran. Meskipun sangat normal jika seatwork akan berbentuk mengerjakan latihan-latihan di dalam buku tugas atau lembar kerja, penting untuk tidak mengikuti skema penerbitnya secara kaku, tetapi menyesuaikan seatwork itu dengan tujuan pelajaran dan peserta didik yang diajar.

Guru perlu memantau seluruh kelas selama seatwork guna memastikan bahwa semua peserta didik tetap pada tugasnya. Guru perlu berjalan mengelilingi kelas untuk membantu peserta didik yang mengalami masalah tanpa menghabiskan terlalu lama dengan satu atau sekelompok peserta didik saja.

Keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan model pengajaran langsung harus tergantung pada tujuan pelajarannya, dan harus dikaitkan dengan pengetahuan tentang subjek yang baik dan dengan isi pelajaran yang tepat. (*)

SELAMA hampir dua tahun, dunia pendidikan harus beradaptasi dengan situasi pandemi, sehingga kendala-kendala yang terjadi selama pembelajaran daring dapat teratasi. Progress kondisi pandemi (covid-19) juga membaik di beberapa bulan terakhir tahun 2021, sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan terkait pembelajaran tatap muka secara bertahap melihat kondisi daerah masing-masing.

Adanya kebijakan pembelajaran tatap muka yang dikeluarkan pemerintah mengubah proses pembelajaran yang selama pandemi dilakukan secara daring (dalam jaringan)  kembali ke pembelajaran luring (luar jaringan). Pembelajaran luring memungkinkan siswa dapat berinteraksi langsung dengan guru di kelas dan dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan karena covid-19 belum benar-benar berakhir.

Pembelajaran tatap muka memungkinkan guru menerapakan berbagai macam strategi mengajar di dalam kelas. Salah satu strategi yang dapat digunakan adalah pengajaran langsung. Strategi ini paling luas digunakan dan dinilai paling efektif, meskipun kita perlu pahami tidak ada satu pun strategi mengajar yang sempurna, selalu ada kelebihan, dan kekurangan masing-masing.

Pengajaran langsung dikenal juga dengan sebutan active teaching (pengajaran efektif) atau whole-class teaching (pengajaran seluruh kelas), mengacu pada gaya mengajar di mana guru terlibat aktif dalam mengusung isi pelajaran kepada peserta didik dengan mengajarkannya secara langsung kepada seluruh kelas.

Sejumlah elemen harus ada agar pengajaran langsung efektif yaitu pelajaran secara keseluruhan perlu diinstruksikan dengan baik. Tujuan-tujuan pembelajaran dibeberkan dengan jelas, poin-poin kuncinya ditekankan, dan poin-poin utamanya dirangkum pada akhir pelajaran. Guru perlu mempresentasikan materi yang mereka ajarkan ke dalam bentuk langkah-langkah kecil. Peserta didik perlu menguasai sepenuhnya langkah-langkah itu sebelum melangkah ke bagian berikutnya. Setiap langkah itu sendiri perlu distrukturisasikan dengan baik dan jelas.

Baca Juga :  Guru Main “Tik Tok”, Why Not?

Penyampaian pelajaran perlu dilakukan dengan cepat untuk keterampilan-keterampilan tingkat rendah, namun membutuhkan lebih banyak waktu untuk refleksi bila tujuan pelajarannya adalah untuk ketrampilan-ketrampilan dengan tingkat yang lebih tinggi. Penggunaan organizer canggih dan modelling dapat membantu memperjelas pelajarannya.

Pengajaran langsung memiliki kekurangan, strategi ini tidak efektif untuk semua peserta didik yang berbeda dan lebih cocok untuk mengajarkan ketrampilan-ketrampilan dasar daripada ketrampilan-ketrampilan berpikir tingkat tinggi.

Praktik individual, yang disebut juga dengan seatwork, adalah salah satu bagian penting dalam pengajaran langsung, tetapi sekali lagi, beberapa kondisi tertentu harus terpenuhi untuk membuatnya efektif. Seatwork perlu disiapkan dengan baik dan perlu dikaitkan dengan jelas dengan tujuan dan sasaran pelajaran. Meskipun sangat normal jika seatwork akan berbentuk mengerjakan latihan-latihan di dalam buku tugas atau lembar kerja, penting untuk tidak mengikuti skema penerbitnya secara kaku, tetapi menyesuaikan seatwork itu dengan tujuan pelajaran dan peserta didik yang diajar.

Guru perlu memantau seluruh kelas selama seatwork guna memastikan bahwa semua peserta didik tetap pada tugasnya. Guru perlu berjalan mengelilingi kelas untuk membantu peserta didik yang mengalami masalah tanpa menghabiskan terlalu lama dengan satu atau sekelompok peserta didik saja.

Keputusan untuk menggunakan atau tidak menggunakan model pengajaran langsung harus tergantung pada tujuan pelajarannya, dan harus dikaitkan dengan pengetahuan tentang subjek yang baik dan dengan isi pelajaran yang tepat. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/