alexametrics
24.5 C
Kudus
Tuesday, May 24, 2022

Program Sekolah Penggerak

SEKOLAH Penggerak merupakan salah satu kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Mendikbud, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim. Menurut Mendikbud, Riset dan Teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia perlu dilakukan perubahan di dalam sekolah. Perubahan di sekolah bisa dimulai dari sekolah-sekolah penggerak yang bisa menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lainnya. Menurutnya, sekolah penggerak bisa menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya.

Program Sekolah Penggerak merupakan kolaborasi antara Kemendikbud, Riset dan Teknologi dengan pemerintah daerah di mana komitmen Pemda menjadi kunci utama. Intervensi yang dilakukan akan diterapkan secara holistik, mulai dari SDM sekolah, pembelajaran, perencanaan, digitalisasi, dan pendampingan pemerintah daerah. Ruang lingkup Program Sekolah Penggerak mencakup seluruh kategori sekolah, baik negeri dan swasta, dan pendampingan akan dilakukan selama tiga tahun ajaran kemudian sekolah melanjutkan upaya transformasi secara mandiri. Tujuan besar program ini adalah kemudian terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia dapat menjadi sekolah penggerak.Dalam sekolah penggerak, tidak ada yang namanya sekolah unggulan, tidak ada yang mengubah input, tetapi mengubah proses pembelajaran dan meningkatkan kapasitas SDM.

Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi/kognitif serta karakter/nonkognitif  yang diawali dengan SDM yang unggul. Kepala sekolah dan guru dari sekolah penggerak melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain. Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Program Sekolah Penggerak diikuti oleh PAUD usia 5-6 tahun, SD, SMP, SMA dan SLB baik negeri maupun swasta. Program ini akan mengakselerasi sekolah negeri atau swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam kurun waktu tiga tahun ajaran dan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

Baca Juga :  Guru Honorer: Alhamdulillah Pak Ganjar Menggaji dengan Layak

Setiap satuan pendidikan yang mengikuti Program Sekolah Penggerak akan mendapat lima intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.Pertama, Pendampingan konsultatif dan asimetris. Dalam program Pendampingan konsultatif dan asimetris, Unit Pelaksana Teknis Kemendikbud,Riset dan Teknologi di masing-masing provinsi akan memberikan pendampingan  kepada Pemerintah Daerah selama implementasi Sekolah Penggerak. Keterlibatan UPT akan sangat intensif dan asimetris, artinya tidak one size fit for all, tidak seragam jenis dukungan pada masing-masing daerah. Bentuk pendampingan pemerintah pusat tidak hanya berupa pengecekan keberhasilan program dan pemberian anggaran melainkan mendukung dan membantu menuju perubahan yang lebih baik. Kedua, Penguatan SDM Sekolah. Penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif /pelatihan secara individual dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemendikbud,Riset dan Teknologi. Pelatihan akan fokus kepada clinical training, yaitu dilakukan pada lingkungan yang sesungguhnya, di sekolah dengan para siswa pada saat melakukan aktivitas pembelajaran di sekolah. Selanjutnya, program penguatan SDM sekolah lainya berupa Implementasi Teknologi, meliputi Literasi Teknologi, Platform Guru Profil dan Pengembangan Kompetensi, Platform Guru Pembelajaran, Platform Sumber Daya Sekolah dan Platform Rapor Pendidikan.

Ketiga, Pembelajaran kompetensi holistik. Pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas. Keempat, Perencanaan berbasis data, yaitu perencanaan manajemen berbasis sekolah didasarkan pada refleksi diri satuan pendidikan. Kelima, Digitalisasi sekolah. Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan. (*)

SEKOLAH Penggerak merupakan salah satu kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Mendikbud, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim. Menurut Mendikbud, Riset dan Teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia perlu dilakukan perubahan di dalam sekolah. Perubahan di sekolah bisa dimulai dari sekolah-sekolah penggerak yang bisa menjadi teladan bagi sekolah-sekolah lainnya. Menurutnya, sekolah penggerak bisa menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya.

Program Sekolah Penggerak merupakan kolaborasi antara Kemendikbud, Riset dan Teknologi dengan pemerintah daerah di mana komitmen Pemda menjadi kunci utama. Intervensi yang dilakukan akan diterapkan secara holistik, mulai dari SDM sekolah, pembelajaran, perencanaan, digitalisasi, dan pendampingan pemerintah daerah. Ruang lingkup Program Sekolah Penggerak mencakup seluruh kategori sekolah, baik negeri dan swasta, dan pendampingan akan dilakukan selama tiga tahun ajaran kemudian sekolah melanjutkan upaya transformasi secara mandiri. Tujuan besar program ini adalah kemudian terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia dapat menjadi sekolah penggerak.Dalam sekolah penggerak, tidak ada yang namanya sekolah unggulan, tidak ada yang mengubah input, tetapi mengubah proses pembelajaran dan meningkatkan kapasitas SDM.

Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar Pancasila yang mencakup kompetensi literasi dan numerasi/kognitif serta karakter/nonkognitif  yang diawali dengan SDM yang unggul. Kepala sekolah dan guru dari sekolah penggerak melakukan pengimbasan kepada satuan pendidikan lain. Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, mandiri, bernalar kritis, kreatif, bergotong royong, dan berkebinekaan global. Program Sekolah Penggerak diikuti oleh PAUD usia 5-6 tahun, SD, SMP, SMA dan SLB baik negeri maupun swasta. Program ini akan mengakselerasi sekolah negeri atau swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju dalam kurun waktu tiga tahun ajaran dan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia menjadi Program Sekolah Penggerak.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Pelaksanaan PTM di Grobogan Aman dan Sesuai Prokes

Setiap satuan pendidikan yang mengikuti Program Sekolah Penggerak akan mendapat lima intervensi yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan.Pertama, Pendampingan konsultatif dan asimetris. Dalam program Pendampingan konsultatif dan asimetris, Unit Pelaksana Teknis Kemendikbud,Riset dan Teknologi di masing-masing provinsi akan memberikan pendampingan  kepada Pemerintah Daerah selama implementasi Sekolah Penggerak. Keterlibatan UPT akan sangat intensif dan asimetris, artinya tidak one size fit for all, tidak seragam jenis dukungan pada masing-masing daerah. Bentuk pendampingan pemerintah pusat tidak hanya berupa pengecekan keberhasilan program dan pemberian anggaran melainkan mendukung dan membantu menuju perubahan yang lebih baik. Kedua, Penguatan SDM Sekolah. Penguatan Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Guru melalui program pelatihan dan pendampingan intensif /pelatihan secara individual dengan pelatih ahli yang disediakan oleh Kemendikbud,Riset dan Teknologi. Pelatihan akan fokus kepada clinical training, yaitu dilakukan pada lingkungan yang sesungguhnya, di sekolah dengan para siswa pada saat melakukan aktivitas pembelajaran di sekolah. Selanjutnya, program penguatan SDM sekolah lainya berupa Implementasi Teknologi, meliputi Literasi Teknologi, Platform Guru Profil dan Pengembangan Kompetensi, Platform Guru Pembelajaran, Platform Sumber Daya Sekolah dan Platform Rapor Pendidikan.

Ketiga, Pembelajaran kompetensi holistik. Pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter yang sesuai nilai-nilai Pancasila, melalui kegiatan pembelajaran di dalam dan luar kelas. Keempat, Perencanaan berbasis data, yaitu perencanaan manajemen berbasis sekolah didasarkan pada refleksi diri satuan pendidikan. Kelima, Digitalisasi sekolah. Penggunaan berbagai platform digital bertujuan mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang disesuaikan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/