alexametrics
29.8 C
Kudus
Friday, May 20, 2022

Pembelajaran Cooperative Script Meningkatkan Aktivitas Belajar IPS

PENDIDIKAN ilmu pengetahuan sosial (IPS) berfungsi untuk memecahkan berbagai masalah kemasyarakatan masa kini. Dengan pendidikan IPS, diharapkan mampu menghasilkan warga negara yang serba tahu dan siap menghadapi persoalan kemasyarakatan. Pendidikan IPS juga dapat membantu dalam memilih karir, sehingga menyadarkan siswa akan hakikat dan ruang lingkup keragaman karir yang berkaitan dengan ilmu dan teknologi. Terutama bagi siswa yang mempunyai bakat yang berbeda-beda.

Pendidikan IPS juga mempersiapkan studi lanjutan dan membuka kesempatan kepada siswa yang ingin memperdalam ilmu pengetahuan secara akademik maupun profesional.

Adapun dimensi pendidikan IPS dengan pendekatan ilmu teknologi dan masyarakat pada prinsipnya berbeda dengan pendekatan belajar secara tradisional. Pembelajaran IPS hanya sebatas hafalan dengan tanya jawab tentang materi pembelajaran. Hal ini menjadikan salah satu penyebab siswa pasif dalam pembelajaran. Apabila dalam pembelajaran siswa pasif, perhatian siswa dalam pembelajaran menjadi kurang maksimal dan menyebabkan siswa cepat bosan. Rasa bosan ini menyebabkan hasil belajar IPS siswa rendah.


IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan denan isu sosial. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab, serta menjad warga dunia yang cinta damai.

Kenyataan di lapangan, tujuan pendidikan IPS masih jauh dari yang diharapkan. Mata pelajaran IPS diharapkan mampu mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami lingkungan sosialnya. Namun, dalam pelaksanaan pembelajarannya masih mengalami banyak permasalahan. Guru dalam menerapkan metode pembelajaran lebih menekankan pada aktivitas guru, bukan pada aktivitas siswa, sehingga pembelajaran yang dilakukan guru kurang variatif.

Baca Juga :  Euforia PTM Terbatas: Kewajiban atau Kejujuran?

Saat melaksanakan pembelajaran di kelas ditemukan kendala muatan pembelajaran IPS yang belum optimal. Ditunjukkan peran guru sebagai fasilitator dalam menggunakan media pembelajaran belum optimal, sehingga siswa kesulitan dalam memahami materi IPS yang abstrak tanpa pemanfaatan media pembelajaran yang tepat.

Alternatif tindakan dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Meliputi, keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar. Pembelajaran inovatif mengutamakan peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator di samping informator.

Selain itu, selama proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat memahami materi dengan cara membaca dan menyusun rangkuman berdasarkan materi yang diajarkan. Siswa tidak dapat bekerja sendiri, karena ide atau pendapat dari siswa yang lain dibutuhkan untuk saling melengkapi. Salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memecahkan masalah tersebut, dengan menerapkan model pembelajaran cooperative script.

Model pembelajaran cooperative script adalah salah satu model pembelajaran di mana siswa bekerja secara berpasangan dan bergantian secara lisan dalam mengikhtiarkan bagian-bagian materi yang dipelajari.

Model pembelajaran ini, ditujukan untuk membantu siswa berfikir secara sistematis dan konsentrasi pada materi pelajaran. Siswa juga dilatih untuk saling bekerja sama dalam suasana yang menyenangkan. Model pembelajaran ini, juga memungkinkan siswa untuk menemukan ide-ide pokok yang disampaikan guru.

Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi siswa dan merangsang siswa untuk mengingat apa yang sudah dipelajari. Media yang baik akan memancing siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik, dan mendorong siswa untuk melakukan praktik-praktik yang benar dan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan. (*)

PENDIDIKAN ilmu pengetahuan sosial (IPS) berfungsi untuk memecahkan berbagai masalah kemasyarakatan masa kini. Dengan pendidikan IPS, diharapkan mampu menghasilkan warga negara yang serba tahu dan siap menghadapi persoalan kemasyarakatan. Pendidikan IPS juga dapat membantu dalam memilih karir, sehingga menyadarkan siswa akan hakikat dan ruang lingkup keragaman karir yang berkaitan dengan ilmu dan teknologi. Terutama bagi siswa yang mempunyai bakat yang berbeda-beda.

Pendidikan IPS juga mempersiapkan studi lanjutan dan membuka kesempatan kepada siswa yang ingin memperdalam ilmu pengetahuan secara akademik maupun profesional.

Adapun dimensi pendidikan IPS dengan pendekatan ilmu teknologi dan masyarakat pada prinsipnya berbeda dengan pendekatan belajar secara tradisional. Pembelajaran IPS hanya sebatas hafalan dengan tanya jawab tentang materi pembelajaran. Hal ini menjadikan salah satu penyebab siswa pasif dalam pembelajaran. Apabila dalam pembelajaran siswa pasif, perhatian siswa dalam pembelajaran menjadi kurang maksimal dan menyebabkan siswa cepat bosan. Rasa bosan ini menyebabkan hasil belajar IPS siswa rendah.

IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan denan isu sosial. Melalui mata pelajaran IPS, peserta didik diarahkan untuk dapat menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan bertanggung jawab, serta menjad warga dunia yang cinta damai.

Kenyataan di lapangan, tujuan pendidikan IPS masih jauh dari yang diharapkan. Mata pelajaran IPS diharapkan mampu mengembangkan kemampuan siswa dalam memahami lingkungan sosialnya. Namun, dalam pelaksanaan pembelajarannya masih mengalami banyak permasalahan. Guru dalam menerapkan metode pembelajaran lebih menekankan pada aktivitas guru, bukan pada aktivitas siswa, sehingga pembelajaran yang dilakukan guru kurang variatif.

Baca Juga :  Cerewetmu selalu Kurindukan Guruku

Saat melaksanakan pembelajaran di kelas ditemukan kendala muatan pembelajaran IPS yang belum optimal. Ditunjukkan peran guru sebagai fasilitator dalam menggunakan media pembelajaran belum optimal, sehingga siswa kesulitan dalam memahami materi IPS yang abstrak tanpa pemanfaatan media pembelajaran yang tepat.

Alternatif tindakan dengan menerapkan model pembelajaran yang inovatif yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Meliputi, keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar. Pembelajaran inovatif mengutamakan peran guru sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator di samping informator.

Selain itu, selama proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat memahami materi dengan cara membaca dan menyusun rangkuman berdasarkan materi yang diajarkan. Siswa tidak dapat bekerja sendiri, karena ide atau pendapat dari siswa yang lain dibutuhkan untuk saling melengkapi. Salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memecahkan masalah tersebut, dengan menerapkan model pembelajaran cooperative script.

Model pembelajaran cooperative script adalah salah satu model pembelajaran di mana siswa bekerja secara berpasangan dan bergantian secara lisan dalam mengikhtiarkan bagian-bagian materi yang dipelajari.

Model pembelajaran ini, ditujukan untuk membantu siswa berfikir secara sistematis dan konsentrasi pada materi pelajaran. Siswa juga dilatih untuk saling bekerja sama dalam suasana yang menyenangkan. Model pembelajaran ini, juga memungkinkan siswa untuk menemukan ide-ide pokok yang disampaikan guru.

Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi siswa dan merangsang siswa untuk mengingat apa yang sudah dipelajari. Media yang baik akan memancing siswa dalam memberikan tanggapan, umpan balik, dan mendorong siswa untuk melakukan praktik-praktik yang benar dan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/